Kasus Super Flu Terdeteksi di Sejumlah Provinsi, Partai Perindo: Peringatan Dini Lindungi Kesehatan

Senin, 05 Januari 2026 - 22:04 WIB
loading...
Kasus Super Flu Terdeteksi...
Sri Gusni Febriasari, Wakil Sekjen yang juga Kepala Unit Pelayanan Masyarakat DPP Partai Perindo. Foto/Dok Partai Perindo
A A A
JAKARTA - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di 8 provinsi, dengan sebaran tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada anak-anak dan perempuan, menjadikan isu ini berkaitan langsung dengan perlindungan kesehatan keluarga.

Partai Perindo menyoroti temuan puluhan kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai " super flu " di Indonesia sebagai peringatan dini untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan publik, khususnya pada level pelayanan kesehatan primer.

Pemantauan virus ini telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan terkonfirmasi melalui whole genome sequencing (WGS) per 25 Desember 2025 melalui sistem surveilans ILI–SARI di fasilitas kesehatan. Secara global, subclade K telah dilaporkan di lebih dari 80 negara, dengan peningkatan influenza A(H3) sejak minggu ke-40 tahun 2025.

Hal ini juga menjadi perhatian Sri Gusni Febriasari , Wakil Sekjen yang juga Kepala Unit Pelayanan Masyarakat DPP Partai Perindo. Menurut dia, fakta bahwa subclade ini sudah dilaporkan di lebih dari 80 negara dan menunjukkan peningkatan kasus secara global maka harus menjadi peringatan dini bagi Indonesia, terutama pascalibur panjang dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Klaim Belum Temukan Kasus Super Flu di Jakarta

"Situasi ini menegaskan pentingnya sistem kesehatan yang sigap di level paling dekat dengan masyarakat. Puskesmas harus diperkuat, baik dari sisi kapasitas deteksi dini, kesiapan tenaga kesehatan, maupun akses layanan bagi kelompok rentan," tegas Sri Gusni, Senin (5/1/2026).

Melihat situasi tersebut, Partai Perindo mendorong penguatan layanan kesehatan primer, terutama puskesmas dan fasilitas kesehatan dasar, sebagai garda terdepan deteksi dini dan penanganan awal. Kapasitas surveilans, kesiapan tenaga kesehatan, serta ketersediaan layanan dasar harus dipastikan merata, khususnya di wilayah padat penduduk.

Sri Gusni menambahkan, dominasi kasus pada usia anak tidak boleh dipandang sebagai isu biasa. Ketika anak-anak menjadi kelompok paling terdampak, maka ini adalah alarm serius bagi negara untuk memastikan perlindungan kesehatan keluarga berjalan optimal, bukan sekadar respons darurat.

"Penanganan super flu tidak boleh reaktif. Kewaspadaan, pencegahan, dan deteksi dini harus menjadi strategi utama agar isu ini tidak berkembang menjadi beban kesehatan yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Vaksinasi influenza tetap menjadi langkah perlindungan penting. Riset menunjukkan bahwa vaksin influenza tetap memberikan perlindungan signifikan, dengan efektivitas sekitar 72–75% pada anak-anak dan remaja, serta 32–39% pada orang dewasa terhadap flu yang cukup parah untuk membutuhkan perawatan medis.

Pada media briefing akhir Desember lalu, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim B. Yanuarso, telah menjelaskan bahwa istilah super flu tidak serta-merta berarti fatal, namun merujuk pada potensi gejala yang lebih berat dibanding flu musiman, terutama pada anak dengan penyakit penyerta, lansia, serta pasien dengan komorbid.

Ia juga menekankan bahwa virus ini sulit dikenali secara klinis karena gejalanya menyerupai flu biasa, sehingga deteksi dini menjadi kunci pencegahan komplikasi.

Lebih lanjut, Sri Gusni menekankan pula bahwa kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta harus menjadi prioritas utama perlindungan, baik melalui vaksinasi, pencegahan, akses layanan kesehatan, maupun pemantauan berkelanjutan.



Selain itu, informasi publik yang jelas, konsisten, dan berbasis data sangat penting agar masyarakat dapat bersikap waspada tanpa panik. Edukasi, vaksinasi, dan penguatan layanan kesehatan primer harus dijalankan secara berkesinambungan untuk meminimalkan dampak super flu.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat berada di kerumunan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, minum yang cukup, dan beristirahat secara teratur.

Kewaspadaan, pencegahan, dan deteksi dini perlu menjadi strategi utama agar isu ini tidak berkembang menjadi beban kesehatan yang lebih besar bagi masyarakat.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Berita Terkini
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Infografis
Kasus COVID-19 Bertambah...
Kasus COVID-19 Bertambah 7.264, Berikut Sebaran di 34 Provinsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved