Pelayat Doakan Jenazah Romo Mudji Sutrisno di Kapel Kolese Kanisius
Senin, 29 Desember 2025 - 12:21 WIB
loading...
Pelayat berdatangan dan mendoakan jenazah Romo Mudji Sutrisno yang disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta. Foto/Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Romo FX Mudji Sutrisno , rohaniwan Katolik sekaligus budayawan terkemuka Indonesia meninggal dunia pada Minggu (28/12/2025) di RS Carolus, Jakarta. Pelayat pun berdatangan dan mendoakan jenazah Romo Mudji yang disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius , Jakarta.
Pantauan SindoNews, Senin (29/12/2025), para jemaat hadir untuk melayat. Semakin siang, para pelayat juga terus berdatangan untuk mendoakan sekaligus memberi penghormatan terakhir pada Romo Mudji. Suasana di Kapel Kolese Kanisius tampak hening.
Kiriman karangan bunga ucapan dukacita juga terus dikirimkan ke Kapel Kolese Kanisius Jakarta. Pelayat tak hanya dari jemaat umat Katolik. Sejumlah lilin doa terlihat menyala di sekitar peti jenazah, sementara para pelayat tampak duduk tenang atau berdoa secara pribadi.
Baca Juga: Jenazah Romo Mudji Sutrisno Disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius
Beberapa di antaranya terlihat meneteskan air mata mengenang sosok Romo Mudji yang dikenal luas sebagai rohaniwan sekaligus budayawan. Seorang pelayat yang merupakan umat Katolik dari Pontianak bernama Ari Supratman, mengenang sosok Romo Mudji sebagai sosok yang sangat humble dan peduli terhadap kemanusiaan.
![Pelayat Doakan Jenazah Romo Mudji Sutrisno di Kapel Kolese Kanisius]()
"Beliau orang yang sangat humble dan memang beliau adalah pegiat sosial dan kemanusiaan, jadi itu salah satu yang tercatat dalam diri saya," ujar Ari.
Ari menilai Romo Mudji berperan penting menjembatani filsafat dan spiritualitas gereja untuk mengembangkan umat. Romo Mudji juga disebut mendorong gereja untuk lebih kritis menghadapi berbagai isu yang terjadi saat ini.
Kepergian Romo FX Mudji Sutrisno juga meninggalkan duka mendalam bagi Popi, pelayat beragama Islam asal Rawamangun, Jakarta Timur. Popi mengaku telah mengenal Romo Mudji selama kurang lebih tujuh tahun, sejak dirinya menikah dengan suami yang berasal dari keluarga Katolik.
Menurut Popi, keluarganya telah menjalin kedekatan dengan Romo Mudji sejak lama, bahkan sejak mendiang masih berusia remaja. Romo Mudji juga disebut sering menyempatkan hadir dalam berbagai acara keluarga Popi.
"Setiap ada acara keluarga, Romo selalu berusaha datang. Makanya kemarin waktu Natal tidak kumpul, saya sempat heran, biasanya Romo selalu ada," ujar Popi saat ditemui di Kapel Kolese Kanisius Jakarta.
Popi menuturkan, terakhir kali bertemu Romo Mudji tahun lalu saat acara buka puasa bersama. Kala itu Romo Mudji sempat bercerita mengenai kondisi kesehatannya yang baru saja keluar dari rumah sakit akibat gangguan jantung.
Bagi Popi, Romo Mudji merupakan sosok yang sangat baik, hangat, dan penuh perhatian terhadap keluarga. Ia mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar wafatnya Romo Mudji. "Saya benar-benar sedih. Saya merasa kehilangan. Romo orang yang baik sekali buat saya dan keluarga saya," tuturnya.
Popi juga menilai Romo Mudji sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Menurutnya, Romo Mudji selalu menekankan pentingnya silaturahmi, kebersamaan, dan saling menyayangi sesama. "Semoga Romo bahagia di sana, di surga-Nya. Yang abadi selamanya," pungkas Popi.
Pantauan SindoNews, Senin (29/12/2025), para jemaat hadir untuk melayat. Semakin siang, para pelayat juga terus berdatangan untuk mendoakan sekaligus memberi penghormatan terakhir pada Romo Mudji. Suasana di Kapel Kolese Kanisius tampak hening.
Kiriman karangan bunga ucapan dukacita juga terus dikirimkan ke Kapel Kolese Kanisius Jakarta. Pelayat tak hanya dari jemaat umat Katolik. Sejumlah lilin doa terlihat menyala di sekitar peti jenazah, sementara para pelayat tampak duduk tenang atau berdoa secara pribadi.
Baca Juga: Jenazah Romo Mudji Sutrisno Disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius
Beberapa di antaranya terlihat meneteskan air mata mengenang sosok Romo Mudji yang dikenal luas sebagai rohaniwan sekaligus budayawan. Seorang pelayat yang merupakan umat Katolik dari Pontianak bernama Ari Supratman, mengenang sosok Romo Mudji sebagai sosok yang sangat humble dan peduli terhadap kemanusiaan.

"Beliau orang yang sangat humble dan memang beliau adalah pegiat sosial dan kemanusiaan, jadi itu salah satu yang tercatat dalam diri saya," ujar Ari.
Ari menilai Romo Mudji berperan penting menjembatani filsafat dan spiritualitas gereja untuk mengembangkan umat. Romo Mudji juga disebut mendorong gereja untuk lebih kritis menghadapi berbagai isu yang terjadi saat ini.
Kepergian Romo FX Mudji Sutrisno juga meninggalkan duka mendalam bagi Popi, pelayat beragama Islam asal Rawamangun, Jakarta Timur. Popi mengaku telah mengenal Romo Mudji selama kurang lebih tujuh tahun, sejak dirinya menikah dengan suami yang berasal dari keluarga Katolik.
Menurut Popi, keluarganya telah menjalin kedekatan dengan Romo Mudji sejak lama, bahkan sejak mendiang masih berusia remaja. Romo Mudji juga disebut sering menyempatkan hadir dalam berbagai acara keluarga Popi.
"Setiap ada acara keluarga, Romo selalu berusaha datang. Makanya kemarin waktu Natal tidak kumpul, saya sempat heran, biasanya Romo selalu ada," ujar Popi saat ditemui di Kapel Kolese Kanisius Jakarta.
Popi menuturkan, terakhir kali bertemu Romo Mudji tahun lalu saat acara buka puasa bersama. Kala itu Romo Mudji sempat bercerita mengenai kondisi kesehatannya yang baru saja keluar dari rumah sakit akibat gangguan jantung.
Bagi Popi, Romo Mudji merupakan sosok yang sangat baik, hangat, dan penuh perhatian terhadap keluarga. Ia mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar wafatnya Romo Mudji. "Saya benar-benar sedih. Saya merasa kehilangan. Romo orang yang baik sekali buat saya dan keluarga saya," tuturnya.
Popi juga menilai Romo Mudji sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Menurutnya, Romo Mudji selalu menekankan pentingnya silaturahmi, kebersamaan, dan saling menyayangi sesama. "Semoga Romo bahagia di sana, di surga-Nya. Yang abadi selamanya," pungkas Popi.
(zik)
Lihat Juga :