Dua Bibit Siklon Tropis 96S dan 98S Terdeteksi di Selatan Perairan Indonesia, Waspadai Gelombang Tinggi
Minggu, 28 Desember 2025 - 23:46 WIB
loading...
BMKG melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S dan 98S berada di selatan wilayah perairan Indonesia. Dua bibit siklon ini berpotensi menimbulkan gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S dan 98S berada di selatan wilayah perairan Indonesia. Dua bibit siklon ini berpotensi menimbulkan gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Selain itu, keberadaan 2 bibit siklon tersebut juga dapat memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah.
Baca juga: Siklon Tropis FINA dan 2 Bibit Siklon Kepung Indonesia, Ini Dampaknya
BMKG menjelaskan Bibit Siklon Tropis 96S mulai terdeteksi pada 24 Desember 2025 pukul 18.00 UTC atau 01.00 WIB. Saat ini, sistem tersebut berada di wilayah Samudera Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Sistem bibit siklon tropis 96S memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan,” ujar BMKG lewat akun Instagramnya @infobmkg, Minggu (28/12/2025).
Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, bibit siklon 96S diperkirakan dapat menimbulkan dampak tidak langsung hingga 24 jam ke depan yakni tanggal 29 Desember 2025.
Dampak tersebut berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, kondisi ini juga berpeluang memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan seperti perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, perairan selatan Bali hingga Pulau Timor, serta Laut Sawu.
BMKG juga menyebutkan bahwa bibit siklon tropis 96S berpotensi menyebabkan gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter di Samudera Hindia selatan Bali bagian tengah hingga wilayah NTT.
Sementara, bibit siklon tropis 98S mulai terbentuk pada 27 Desember 2025 pukul 00.00 UTC atau 07.00 WIB, dengan posisi saat ini berada di daratan Australia bagian utara. “Sistem Bibit Siklon Tropis 98S memiliki peluang rendah-sedang menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan,” ungkap BMKG.
Sementara, dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 98S hingga 24 jam ke depan yakni pada 29 Desember 2025 diperkirakan memicu hujan sedang hingga lebat di wilayah Maluku bagian tenggara dan Papua Selatan. Bibit siklon ini juga berpotensi menimbulkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.
Selain itu, keberadaan 2 bibit siklon tersebut juga dapat memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah.
Baca juga: Siklon Tropis FINA dan 2 Bibit Siklon Kepung Indonesia, Ini Dampaknya
BMKG menjelaskan Bibit Siklon Tropis 96S mulai terdeteksi pada 24 Desember 2025 pukul 18.00 UTC atau 01.00 WIB. Saat ini, sistem tersebut berada di wilayah Samudera Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Sistem bibit siklon tropis 96S memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan,” ujar BMKG lewat akun Instagramnya @infobmkg, Minggu (28/12/2025).
Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, bibit siklon 96S diperkirakan dapat menimbulkan dampak tidak langsung hingga 24 jam ke depan yakni tanggal 29 Desember 2025.
Dampak tersebut berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, kondisi ini juga berpeluang memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan seperti perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, perairan selatan Bali hingga Pulau Timor, serta Laut Sawu.
BMKG juga menyebutkan bahwa bibit siklon tropis 96S berpotensi menyebabkan gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter di Samudera Hindia selatan Bali bagian tengah hingga wilayah NTT.
Sementara, bibit siklon tropis 98S mulai terbentuk pada 27 Desember 2025 pukul 00.00 UTC atau 07.00 WIB, dengan posisi saat ini berada di daratan Australia bagian utara. “Sistem Bibit Siklon Tropis 98S memiliki peluang rendah-sedang menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan,” ungkap BMKG.
Sementara, dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 98S hingga 24 jam ke depan yakni pada 29 Desember 2025 diperkirakan memicu hujan sedang hingga lebat di wilayah Maluku bagian tenggara dan Papua Selatan. Bibit siklon ini juga berpotensi menimbulkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.
(jon)
Lihat Juga :