Gelar Retreat SPPG, Kemenko PM: Ruang Belajar Pelaksana Program MBG
Senin, 22 Desember 2025 - 13:58 WIB
loading...
Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong SPPG sebagai aktor perubahan saat kegiatan Retreat SPPG Inspiradaya di Bekasi pada 21–23 Desember 2025. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai aktor perubahan. Sebab, SPPG bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
Hal itu ditekankan dalam kegiatan Retreat SPPG Inspiradaya: Praktik Baik dan Replikasi Ekosistem Pemberdayaan Berbasis Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai tindak lanjut program SPPG Inspiradaya 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 21–23 Desember 2025 di Bekasi.
Baca juga: Penuhi Gizi Masyarakat, Kemenko Polkam Bangun SPPG di Bogor
Kegiatan retreat yang mengusung tema “Merajut Praktik Baik, Menggerakkan Replikasi” ini diikuti 6 SPPG Inspiradaya zona Jawa yaitu SPPG Khusus Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Selain itu, SPPG Tanah Baru 02 Bogor Utara, SPPG Bandung Rancabali Alamendah, SPPG Kendal Pegandon Wonosari, SPPG Sleman Tridadi 3, dan SPPG Jombang Denanyar.
Dalam forum ini dihadirkan pula Koperasi, Bumdes, UMKM sebagai supplier bahan baku, praktisi penggerak pemberdayaan masyarakat, akademisi, perguruan tinggi, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat sebagai bagian ekosistem pemberdayaan Masyarakat berbasis MBG.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kemenko PM Abdul Haris mengatakan, retreat ini menjadi ruang refleksi strategis bagi SPPG Inspiradaya 2025 terpilih untuk memperdalam praktik baik yang telah dijalankan.
Retreat SPPG Inspiradaya merupakan respons cepat Deputi 3 Kemenko PM atas arahan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar untuk menindaklanjuti Penganugerahan SPPG Inspiradaya.
"Kami diminta dengan tegas agar program ini tidak berhenti pada seremonial semata. Tapi harus dikawal dalam aksi riil yang berkelanjutan. Sebanyak 20 SPPG Inspiradaya terpilih harus benar-benar menjadi inspirasi dan contoh buat SPPG lain di seluruh Indonesia. Dan yang paling penting ekosistemnya bisa direplikasi,” ujar Haris, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini merupakan ruang belajar bersama bagi para pelaksana MBG untuk merefleksikan pengalaman lapangan, memperkuat nilai pemberdayaan, dan menyusun arah bersama agar MBG tidak berhenti sebagai program teknis, tetapi tumbuh sebagai ekosistem berkelanjutan.
SPPG Inspiradaya telah membuktikan dapur MBG dapat berperan lebih luas, bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat gotong royong, dan membangun kemandirian masyarakat.
Selama tiga hari, peserta retreat mengikuti rangkaian sesi reflektif dan partisipatif, mulai dari refleksi perjalanan MBG di masing-masing daerah, pemetaan elemen ekosistem pemberdayaan, hingga diskusi perspektif pembanding melalui studi praktik MBG mancanegara.
Proses ini dirancang untuk membantu peserta membedakan prinsip-prinsip universal pemberdayaan dengan aspek yang perlu disesuaikan dengan konteks lokal.
Haris menuturkan retreat ini juga memperkuat jejaring antar-SPPG Inspiradaya sebagai komunitas pembelajar yang saling berbagi pengalaman dan solusi. Ke depan, jejaring ini diharapkan menjadi simpul penting dalam penguatan kualitas pelaksanaan MBG secara nasional.
“SPPG tidak hanya kita dorong sebagai pelaksana layanan gizi, tetapi sebagai aktor perubahan sosial di tingkat lokal. Melalui retreat ini, kita ingin memastikan ruh pemberdayaan, kepercayaan, partisipasi, dan keberlanjutan tetap terjaga dalam setiap pengembangan MBG,” katanya.
Kegiatan Retreat SPPG Inspiradaya merupakan rangkaian lanjutan dari Program Inspiradaya 2025 yang digagas Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. Setelah tahap apresiasi terhadap 20 SPPG terpilih, retreat ini menandai transisi dari pengakuan atas praktik baik menuju penguatan kapasitas dan aksi replikasi di lapangan.
“Inspiradaya 2025 menegaskan apresiasi harus diikuti dengan penguatan peran dan tanggung jawab. Para SPPG Inspiradaya menyatakan komitmen bersama untuk terus menggerakkan ekosistem pemberdayaan berbasis MBG, memperkuat pangan lokal, serta memastikan manfaat program dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ungkap Haris.
Setelah kegiatan retreat ini, ada beberapa hal yang akan ditindaklanjuti SPPG terpilih akan memperkuat bangunan ekosistem pemberdayaan masyarakat agar selanjutnya SPPG Inspiradaya terpilih benar-benar bisa menjadi contoh buat SPPG-SPPG lain di zonanya masing-masing
bersama para stakeholders. SPPG Inspiradaya terpilih akan melakukan kerja pengorganisasian dalam rangka replikasi ekosistem pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Hal itu ditekankan dalam kegiatan Retreat SPPG Inspiradaya: Praktik Baik dan Replikasi Ekosistem Pemberdayaan Berbasis Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai tindak lanjut program SPPG Inspiradaya 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 21–23 Desember 2025 di Bekasi.
Baca juga: Penuhi Gizi Masyarakat, Kemenko Polkam Bangun SPPG di Bogor
Kegiatan retreat yang mengusung tema “Merajut Praktik Baik, Menggerakkan Replikasi” ini diikuti 6 SPPG Inspiradaya zona Jawa yaitu SPPG Khusus Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Selain itu, SPPG Tanah Baru 02 Bogor Utara, SPPG Bandung Rancabali Alamendah, SPPG Kendal Pegandon Wonosari, SPPG Sleman Tridadi 3, dan SPPG Jombang Denanyar.
Dalam forum ini dihadirkan pula Koperasi, Bumdes, UMKM sebagai supplier bahan baku, praktisi penggerak pemberdayaan masyarakat, akademisi, perguruan tinggi, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat sebagai bagian ekosistem pemberdayaan Masyarakat berbasis MBG.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kemenko PM Abdul Haris mengatakan, retreat ini menjadi ruang refleksi strategis bagi SPPG Inspiradaya 2025 terpilih untuk memperdalam praktik baik yang telah dijalankan.
Retreat SPPG Inspiradaya merupakan respons cepat Deputi 3 Kemenko PM atas arahan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar untuk menindaklanjuti Penganugerahan SPPG Inspiradaya.
"Kami diminta dengan tegas agar program ini tidak berhenti pada seremonial semata. Tapi harus dikawal dalam aksi riil yang berkelanjutan. Sebanyak 20 SPPG Inspiradaya terpilih harus benar-benar menjadi inspirasi dan contoh buat SPPG lain di seluruh Indonesia. Dan yang paling penting ekosistemnya bisa direplikasi,” ujar Haris, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini merupakan ruang belajar bersama bagi para pelaksana MBG untuk merefleksikan pengalaman lapangan, memperkuat nilai pemberdayaan, dan menyusun arah bersama agar MBG tidak berhenti sebagai program teknis, tetapi tumbuh sebagai ekosistem berkelanjutan.
SPPG Inspiradaya telah membuktikan dapur MBG dapat berperan lebih luas, bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat gotong royong, dan membangun kemandirian masyarakat.
Selama tiga hari, peserta retreat mengikuti rangkaian sesi reflektif dan partisipatif, mulai dari refleksi perjalanan MBG di masing-masing daerah, pemetaan elemen ekosistem pemberdayaan, hingga diskusi perspektif pembanding melalui studi praktik MBG mancanegara.
Proses ini dirancang untuk membantu peserta membedakan prinsip-prinsip universal pemberdayaan dengan aspek yang perlu disesuaikan dengan konteks lokal.
Haris menuturkan retreat ini juga memperkuat jejaring antar-SPPG Inspiradaya sebagai komunitas pembelajar yang saling berbagi pengalaman dan solusi. Ke depan, jejaring ini diharapkan menjadi simpul penting dalam penguatan kualitas pelaksanaan MBG secara nasional.
“SPPG tidak hanya kita dorong sebagai pelaksana layanan gizi, tetapi sebagai aktor perubahan sosial di tingkat lokal. Melalui retreat ini, kita ingin memastikan ruh pemberdayaan, kepercayaan, partisipasi, dan keberlanjutan tetap terjaga dalam setiap pengembangan MBG,” katanya.
Kegiatan Retreat SPPG Inspiradaya merupakan rangkaian lanjutan dari Program Inspiradaya 2025 yang digagas Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. Setelah tahap apresiasi terhadap 20 SPPG terpilih, retreat ini menandai transisi dari pengakuan atas praktik baik menuju penguatan kapasitas dan aksi replikasi di lapangan.
“Inspiradaya 2025 menegaskan apresiasi harus diikuti dengan penguatan peran dan tanggung jawab. Para SPPG Inspiradaya menyatakan komitmen bersama untuk terus menggerakkan ekosistem pemberdayaan berbasis MBG, memperkuat pangan lokal, serta memastikan manfaat program dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ungkap Haris.
Setelah kegiatan retreat ini, ada beberapa hal yang akan ditindaklanjuti SPPG terpilih akan memperkuat bangunan ekosistem pemberdayaan masyarakat agar selanjutnya SPPG Inspiradaya terpilih benar-benar bisa menjadi contoh buat SPPG-SPPG lain di zonanya masing-masing
bersama para stakeholders. SPPG Inspiradaya terpilih akan melakukan kerja pengorganisasian dalam rangka replikasi ekosistem pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
(jon)
Lihat Juga :