Korlantas Polri: One Way Kemungkinan Tak Diterapkan saat Mudik Nataru
Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:52 WIB
loading...
Korlantas Polri membuka kemungkinan tidak menerapkan one way di jalan tol saat arus mudik Nataru. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polisi membuka kemungkinan untuk tidak menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) berupa one way di jalan tol saat arus mudik Natal dan Tahun Baru ( Nataru ).
"Kalau untuk di Tol sendiri prediksi kita, kita tidak akan melakukan rekayasa yang terlalu ekstrim, seperti One Way nasional," kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal kepada awak media, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Faizal menjelaskan, One Way kemungkinan tak diberlakukan lantaran prediksi pertumbuhan jumlah kendaraan pada Nataru tahun ini dibanding sebelumnya tidak sampai satu persen.
Baca juga: Siaga! 120 Juta Perjalanan Bakal Ramaikan Nataru 2025/2026, Puncak Arus 24-25 Desember
"Sehingga tadi yang disampaikan itu pertumbuhan prediksi itu hanya 0 sekian persen. Tetapi tetap kita antisipasi rekayasa. Karena rekayasa itu kan sudah menggunakan traffic counting," ujar Faizal.
Menurut Faizal, Traffic Counting bakal menghitung visi rasio kendaraan di dalam ruas jalan. Sehingga, nantinya petugas bakal melakukan rekayasa lalin.
Baca juga: H-6 Libur Natal 2025, Volume Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jabar Alami Peningkatan
"Kapan dia warna hijau, kapan dia warna kuning, kapan dia warna merah. Kalau terjadi warna kuning satu jam dua jam berturut-turut warna kuning itu persiapan kita untuk rekayasa nah, gitu," ucap Faizal.
Kemudian, kata Faizal penerapan Contraflow juga bakal sangat selektif. Selain itu, petugas juga menyiapkan opsi buka tutup jalur.
"Ini paling hanya kita melakukan buka tutup, kemudian contraflow. Contraflow pasti sangat selektif sekali karena tadi itu pergerakannya kan bergelombang nih," tutupnya.
"Kalau untuk di Tol sendiri prediksi kita, kita tidak akan melakukan rekayasa yang terlalu ekstrim, seperti One Way nasional," kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal kepada awak media, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Faizal menjelaskan, One Way kemungkinan tak diberlakukan lantaran prediksi pertumbuhan jumlah kendaraan pada Nataru tahun ini dibanding sebelumnya tidak sampai satu persen.
Baca juga: Siaga! 120 Juta Perjalanan Bakal Ramaikan Nataru 2025/2026, Puncak Arus 24-25 Desember
"Sehingga tadi yang disampaikan itu pertumbuhan prediksi itu hanya 0 sekian persen. Tetapi tetap kita antisipasi rekayasa. Karena rekayasa itu kan sudah menggunakan traffic counting," ujar Faizal.
Menurut Faizal, Traffic Counting bakal menghitung visi rasio kendaraan di dalam ruas jalan. Sehingga, nantinya petugas bakal melakukan rekayasa lalin.
Baca juga: H-6 Libur Natal 2025, Volume Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jabar Alami Peningkatan
"Kapan dia warna hijau, kapan dia warna kuning, kapan dia warna merah. Kalau terjadi warna kuning satu jam dua jam berturut-turut warna kuning itu persiapan kita untuk rekayasa nah, gitu," ucap Faizal.
Kemudian, kata Faizal penerapan Contraflow juga bakal sangat selektif. Selain itu, petugas juga menyiapkan opsi buka tutup jalur.
"Ini paling hanya kita melakukan buka tutup, kemudian contraflow. Contraflow pasti sangat selektif sekali karena tadi itu pergerakannya kan bergelombang nih," tutupnya.
(cip)
Lihat Juga :