H-6 Libur Natal 2025, Volume Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jabar Alami Peningkatan
Sabtu, 20 Desember 2025 - 18:57 WIB
loading...
Volume kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jabar mengalami peningkatan pada H-6 Libur Natal 2025. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas menjelang H-6 libur Natal 2025 atau Jumat, 19 Desember 2025. Peningkatan terjadi Jalan Tol Jabotabek dan Jawa Barat.
"Di Jabodetabek total sebanyak 218.138 kendaraan atau meningkat 3,33% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 211.105 kendaraan transaksi yang meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara International Soekarno Hatta, arah Merak dan arah Puncak melalui empat Gerbang Tol (GT)," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Sabtu (20/12/2025).
Rinciannya, di GT Cengkareng peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Bandara Internasional Soekarno Hatta sebesar 3,43% atau sebanyak 87.150 kendaraan dibanding dari lalu lintas normal sebanyak 84.260 kendaraan. Lalu, GT Benda Utama peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Tangerang sebesar 7,24% atau sebanyak 34.242 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 31.929 kendaraan.
Baca juga: 113 Ribu Prajurit Disiapkan untuk Bantu Polri dalam Pengamanan Nataru
Lalu, di GT Cikupa peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Merak sebesar 3,09% atau sebanyak 54.815 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 53.174 kendaraan. Kemudian, GT Ciawi 1 peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Puncak Bogor sebesar 0,45% atau sebanyak 41.931 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 41.742 kendaraan.
"Di Jawa Barat, terpantau volume lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek, tercatat total sebanyak 78.416 kendaraan melintas, atau meningkat sebesar 3,71% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 75.608 kendaraan. Sedangkan volume lalu lintas meninggalkan Bandung menuju Jakarta, tercatat ada peningkatan volume lalu lintas tercatat total sebanyak 65.083 kendaraan melintas, atau meningkat sebesar 6,53% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 61.094 kendaraan, lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol," tuturnya.
Baca juga: 2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jakarta saat Nataru, Korlantas: Meningkat 12,2%
Adapun rinciannya, bebernya, di GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi tercatat sebanyak 39.189 kendaraan menuju wilayah Rancaekek atau Garut meninggalkan Bandung dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik sebesar 5,44% dari lalin normal yaitu sebanyak 37.166 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya atau yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat 31.872 kendaraan atau naik sebesar 5,47% dibanding lalu lintas normal sebanyak 30.220 kendaraan.
Lalu, di GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (keluar) menuju Kota Bandung tercatat 39.227 kendaraan atau naik sebesar 2,04% dari lalin normal sebanyak 38.442 dan volume lalu lintas transaksi yang meninggalkan Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 33.211 kendaraan atau naik sebesar 7,57% dibanding lalu lintas normal sebanyak 30.874 kendaraan.
Dia menerangkan, Jasa Marga melalui Satuan Tugas Jasa Marga Siaga Nataru 2025/2026 berkomitmen mempersiapkan layanan yang prima selama libur panjang akhir tahun, khususnya pada masa puncak libur perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, baik dari sisi operasi, transaksi, maupun layanan preservasi.
Jasa Marga memastikan kesiapan layanan operasi jalan tol Jasa Marga Group pada puncak arus meninggalkan Jabotabek ini berjalan dengan optimal, terutama pada titik-titik yang rawan kepadatan di antaranya Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang untuk kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung.
"Potensi terjadinya kepadatan di lajur akan kami antisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas lebih cepat lagi. Melalui diskresi kepolisian, Jasa Marga juga siap mendukung rencana rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, dengan menempatkan petugas dan rambu-rambu pendukung," kata Rivan.
"Di Jabodetabek total sebanyak 218.138 kendaraan atau meningkat 3,33% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 211.105 kendaraan transaksi yang meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara International Soekarno Hatta, arah Merak dan arah Puncak melalui empat Gerbang Tol (GT)," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Sabtu (20/12/2025).
Rinciannya, di GT Cengkareng peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Bandara Internasional Soekarno Hatta sebesar 3,43% atau sebanyak 87.150 kendaraan dibanding dari lalu lintas normal sebanyak 84.260 kendaraan. Lalu, GT Benda Utama peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Tangerang sebesar 7,24% atau sebanyak 34.242 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 31.929 kendaraan.
Baca juga: 113 Ribu Prajurit Disiapkan untuk Bantu Polri dalam Pengamanan Nataru
Lalu, di GT Cikupa peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Merak sebesar 3,09% atau sebanyak 54.815 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 53.174 kendaraan. Kemudian, GT Ciawi 1 peningkatan volume lalu lintas transaksi arah Puncak Bogor sebesar 0,45% atau sebanyak 41.931 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 41.742 kendaraan.
"Di Jawa Barat, terpantau volume lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek, tercatat total sebanyak 78.416 kendaraan melintas, atau meningkat sebesar 3,71% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 75.608 kendaraan. Sedangkan volume lalu lintas meninggalkan Bandung menuju Jakarta, tercatat ada peningkatan volume lalu lintas tercatat total sebanyak 65.083 kendaraan melintas, atau meningkat sebesar 6,53% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 61.094 kendaraan, lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol," tuturnya.
Baca juga: 2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jakarta saat Nataru, Korlantas: Meningkat 12,2%
Adapun rinciannya, bebernya, di GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi tercatat sebanyak 39.189 kendaraan menuju wilayah Rancaekek atau Garut meninggalkan Bandung dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik sebesar 5,44% dari lalin normal yaitu sebanyak 37.166 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya atau yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat 31.872 kendaraan atau naik sebesar 5,47% dibanding lalu lintas normal sebanyak 30.220 kendaraan.
Lalu, di GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (keluar) menuju Kota Bandung tercatat 39.227 kendaraan atau naik sebesar 2,04% dari lalin normal sebanyak 38.442 dan volume lalu lintas transaksi yang meninggalkan Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 33.211 kendaraan atau naik sebesar 7,57% dibanding lalu lintas normal sebanyak 30.874 kendaraan.
Dia menerangkan, Jasa Marga melalui Satuan Tugas Jasa Marga Siaga Nataru 2025/2026 berkomitmen mempersiapkan layanan yang prima selama libur panjang akhir tahun, khususnya pada masa puncak libur perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, baik dari sisi operasi, transaksi, maupun layanan preservasi.
Jasa Marga memastikan kesiapan layanan operasi jalan tol Jasa Marga Group pada puncak arus meninggalkan Jabotabek ini berjalan dengan optimal, terutama pada titik-titik yang rawan kepadatan di antaranya Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang untuk kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung.
"Potensi terjadinya kepadatan di lajur akan kami antisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas lebih cepat lagi. Melalui diskresi kepolisian, Jasa Marga juga siap mendukung rencana rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, dengan menempatkan petugas dan rambu-rambu pendukung," kata Rivan.
(cip)
Lihat Juga :