KH Cholil Nafis: Konflik PBNU Terkait Penetrasi Zionis, Tambang Cuma Persepsi di Luar

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:41 WIB
loading...
KH Cholil Nafis: Konflik...
Rais Syuriyah PBNU KH. Muhammad Cholil Nafis menyebut konflik internal tak terlepas dari indikasi adanya penetrasi zionis. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ), KH. Muhammad Cholil Nafis menyebut konflik internal PBNU tak terlepas dari indikasi adanya penetrasi zionis di PBNU. Menurut Kiai Cholil, persepsi ini langsung merusak kredibilitas dan nama baik PBNU.

"Ya, sebagaimana dari awal konsen dari Pengurus Besar, dari Syuriyah PBNU, lebih pada pertama, indikasi adanya penetrasi zionis di PBNU. Itu yang utama. Sehingga persepsi ini akan merusak terhadap kredibilitas dan nama baiknya PBNU," ujar Cholil Nafis di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12/2025).

Kiai Cholil menyinggung ketetapan para masyayikh yang meminta keberpihakan terhadap Palestina. Sementara, di tengah genosida terhadap Palestina, KH Yahya Staquf Cholil alias Gus Yahya selaku pemimpin tertinggi NU justru malah mengundang tokoh zionis, Peter Berkowitz dalam sebuah agenda.

Baca juga: KH Yahya Cholil Staquf Tegaskan Masih Ketua Umum Sah PBNU, Serukan Islah!

Kiai Cholil menyebut Rais Aam sedianya telah memperingatkan Gus Yahya untuk mengundang tokoh Islam kontemporer yang tenang dari Timur Tengah. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh Gus Yahya.

"Di tengah adanya genosida, kemudian perhatian yang paling tinggi di NU, itu menjadi pimpinan NU, lalu mengundang dari Zionis. Yang awalnya oleh Rais Aam sudah diperingatkan dan diwanti-wanti agar juga mengundang dari tokoh-tokoh Islam kontemporer atau Islam yang tenang dari Timur Tengah. Itu tidak dilakukan," sambung dia.


Selain masalah ini, tata kelola keorganisasian di bawah kepemimpinan Gus Yahya juga dinilai bermasalah. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut harmoni dalam kepengurusan PBNU kurang berjalan.

Baca juga: Kiai Zulfa Mustofa Pilih Gelar Konsolidasi Pengurus Ketimbang Hadiri Rapat Pleno Gus Yahya

"Termasuk ada beberapa cabang-cabang yang harusnya mendapat legalitas belum bisa dilaksanakan. Itu pokok poinnya. Karena konsen di Syuriyah itu adalah tata kelola keuangan, tata kelola organisasi," tutur dia.

"Nah, ini yang menjadi konsen dari Syuriyah yang utama tadi adalah bagaimana menjaga Ahlussunnah wal Jamaah, bagaimana bisa menjaga misi masyayikh, gitu," sambungnya.

Kedua poin inilah yang belakangan dituangkan dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU. Dengan demikian, Cholil menyebut isu lain terkait konflik internal PBNU termasuk pertambangan hanya merupakan persepsi yang berkembang di luar.

"Yang lain berkenaan dengan tambang, nah itu adalah bunga-bunga di luar saja, persepsi di luar. Itu bukan menjadi persoalan pokok dalam pembahasan. Kalau itu umpamanya ada sinyal elemen, mungkin ada sebagian orang, tapi tidak di dalam keputusan organisasi," tandas dia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Berita Terkini
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved