Gun Gun Heryanto: Siapa Sebenarnya Juru Bicara Utama Penanganan Bencana Sumatera?

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:01 WIB
loading...
Gun Gun Heryanto: Siapa...
Pakar komunikasi politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Gun Gun Heryanto. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Selain protokol komunikasi bencana, penting bagi pemerintah untuk memastikan siapa sesungguhnya yang ditunjuk sebagai juru bicara utama penanganan bencana Sumatera. Saran itu disampaikan pakar komunikasi politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Gun Gun Heryanto .

Menurut Gun Gun, kerja-kerja komunikasi pemerintah saat ini ada di beberapa kementerian/lembaga. Misal, di Kementerian Komunikasi dan Digital ( Komdigi ), Badan Komunikasi Pemerintah, Kantar Staf Presiden, dan terkait bencana ada juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Ini menurut saya harus ada orang yang ditunjuk sebagai leader, namanya role of informations, nah peran informasinya harus ada leader-nya juga. Ini yang menurut saya kemarin tidak dilakukan. Siapa sih sebenarnya juru bicara utama dalam penanganan bencana Sumatera?" ujar Gun Gun dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (13/12/2025).

Baca Juga: Momen Penuh Makna di Aceh Tamiang, Prabowo Beri Jempol untuk Gubernur Mualem

Gun Gun mengatakan juru bicara itu bisa bersifar sementara. "Kan bisa ad hoc. Jadi, pemerintah, entah itu presiden atau melalui Gugus Tugas Penanganan Bencana menunjuk siapa yang jadi juru bicara kebencanaan Sumatera," ujarnya.

Gun Gun mencontohkan soal polemik kenapa bencana di Sumatera tidak dijadikan sebagai bencana nasional. "Nah ini kan butuh penjelasan, sekarang siapa yang menjawab itu. Sementara, di awal-awal bencana ini terjadi, banyak menteri yang justru memoles citranya sendiri," ujarnya.

Menurut Gun Gun, yang dibutuhkan dari seorang menteri adalah kebijakan, bukan bantuan yang sifatnya parsial. "Kalau volunteer bisa parsial, donasi 10 M itu sudah besar, karena sifanya volunteer, orang ngumpulin dana dari pribadi-pribadi," katanya.

Sebelumnya, Gun Gun mengatakan, ada banyak pelajaran berharga di balik penanganan bencana Sumatera. Satu di antaranya adalah kebutuhan protokol komunikasi bencana.

Menurut Gun Gun, jika diperhatikan komunikasi selama bencana Sumatera lebih banyak bersifat dari banyak ke banyak orang melalui social media atau media sosial. Banyak beredar informasi yang belum tentu kredibel di tengah masyarakat.

"Harusnya memang jauh-jauh hari, pemerintah harus punya yang namanya protokol komunikasi bencana," kata Gun Gun.

Gun Gun menambahkan, dalam protokol komunikasi bencana itu, antara lain ada narasi, siapa juru bicara yang akan menyampaikan informasi atau narasi yang sudah disiapkan, kemudian apa yang boleh dan tidak boleh disampaikan saat memberi keterangan. Selain itu, penting juga memperhatikan siapa audiens dari informasi yang akan diberikan.

"Ini semua terkait dengan tata kelola dari komunikasi publik, karena kalau tanpa itu, maka akan terjadi blunder-blunder dari mereka yang mewakili komunikasi pemerintah," ujarnya.



Menurut Gun Gun, dalam penyampaian informasi bencana tersebut, selain news value, juga harus ada Communication of Privacy Management (CPM). "Mana yang boleh dibuka ke publik, mana yang tidak boleh dibuka. Contoh misalnya angka yang belum pasti, itu nggak boleh dibuka dulu. Tapi, kalau sudah pasti, baru diumumkan ke publik," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Kemendagri-Korsel Matangkan...
Kemendagri-Korsel Matangkan Pengembangan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Berita Terkini
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Perbandingan Universitas...
Perbandingan Universitas Terbaik Iran vs Israel, Siapa Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved