Warga Korban Banjir Sumatera Mulai Terserang Penyakit, DPR Minta Kemenkes Kirim Dokter dan Obat

Minggu, 07 Desember 2025 - 19:37 WIB
loading...
Warga Korban Banjir...
Kondisi ruas jalan wilayah Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Sabtu (6/12/2025). Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR M. Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan dokter, alat medis, hingga obat-obatan ke daerah terdampak banjir di sejumlah provinsi Pulau Sumatera. Permintaan itu didasari atas warga terdampak banjir mulai terserang penyakit.

"Supaya Kemenkes mengirim dokter, alat medis dan obat-obatan ke daerah bencana. Waspadai penyakit pascabanjir, seperti ISPA, diare, dan demam berdarah," ujar Yahya saat dihubungi, Minggu (7/12/2025).

Yahya menilai, Kemenkes telah memberi respons positif. Namun, ia mengingatkan agar pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan kepada warga terdampak banjir.

Baca juga: DPR Minta Kementerian ATR/BPN Sigap Hadapi Masalah Pascabencana Sumatera



"Cek kesehatan warga, utamakan yang lansia dan anak-anak. Persiapkan rumah sakit dan puskesmas untuk melayani warga," terang Yahya.

"Saya mendapat info di lapangan masih banyak warga terdampak bencana yang belum mendapat akses kesehatan," tambahnya.

Kendati demikian, Yahya mengingatkan bahwa manajemen krisis kesehatan harus ditingkatkan. Ia meminta Kemenkes bisa berkolaborasi dengan dinas kesehatan daerah.

"Lakukan pengawasan dan monitoring secara terus menerus. Bilamana ada kekurangan alat medis dan obat-obatan segera kirim kembali," ujar Yahya.

"Periksa juga kesehatan mental warga, mungkin ada yang trauma dengan banjir dan tanah longsor, terutama keluarganya yang meninggal atau hilang," pungkasnya.

Sekadar informasi, sejumlah pengungsi banjir bandang dan longsor di dua lokasi pengungsian daerah Pasie Laweh, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai mengalami serangan penyakit. Kondisi ini telah terjadi beberapa hari terakhir.

"Banyak pasiennya mengeluhkan batuk pilek, demam ada juga gatal-gatal," ujar petugas kesehatan, Yayan, Rabu (3/12/2025).

Perubahan cuaca yang tidak menentu dinilai menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit. Hujan deras yang berlangsung beberapa hari kemudian berganti dengan panas terik, membuat daya tahan tubuh para pengungsi menurun.

Jumlah pengungsi di dua lokasi tersebut diperkirakan mencapai 300 orang. Mereka merupakan warga yang rumahnya rusak parah dan belum bisa ditempati karena masih dipenuhi lumpur akibat banjir bandang dan longsor.

Kondisi ini memaksa mereka bertahan di tenda-tenda darurat dengan fasilitas yang serba terbatas.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Rekomendasi
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Obat Rumahan untuk Atasi...
Obat Rumahan untuk Atasi Penyakit Maag dan Asam Lambung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved