Beri Pesan ke Tama S Langkun, Universitas Jayabaya: Lanjutkan Apa yang Sudah Dirintis
Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:25 WIB
loading...
Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Yuliasara Isnaeni berpesan kepada Ketua IKA Tama S Lankun agar bisa melanjutkan estafet kepemimpinan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum III DPP Partai Perindo Tama Satrya Langkun resmi terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Jayabaya. Hal itu ditandai dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari Teguh Samudera selaku Ketua IKA Universitas Jayabaya demisioner ke Tama.
Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Yuliasara Isnaeni berpesan, Tama bisa melanjutkan estafet kepemimpinan sebelummya. Menurut Yuliasara, perlu ada keberlanjutan yang dilakukan Tama dalam menakhodai IKA FH Universitas Jayabaya.
"Pesannya yang pertama pastinya semoga Bang Tama itu diberikan kesehatan, tentu saja kekuatan, dan tentu saja kemampuan untuk terus melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh Ketua sebelumnya. Dan tentu saja ini berkelanjutan. Jadi itu sih, semangat dan semangat terus," ucap Yuliasara usai sertijab.
Baca juga: Tama Satrya Langkun Resmi Jabat Ikatan Alumni Fakultas Hukum Jayabaya 2025-2028
Yuliasara menyampaikan, Tama telah mengagas buka donasi untuk korban banjir di sejumlah provinsi di Sumatera. Salah satu bentuk bantuannya, yakni dengan memberi pendampingan hukum. Dalam merealisasikan bantuan itu, Yuliasara berkata, pihaknya akan berkoordinasi dengan jaringan alumni di wilayah terdampak.
"Jadi memang rencananya kami akan coba menghubungi atau mengumpulkan dulu, kalau memang ada alumni di daerah-daerah yang memang terkena bencana, kami akan menghubungi. Di mana mereka nanti akan jadi perpanjangan tangan dari kami gitu," ucapnya.
Baca juga: Jadi Ketua IKA FH Jayabaya, Tama S Langkun Gagas Bantuan Hukum Korban Banjir di Sumatera
Ketua IKA FH Universitas Jayabaya Tama Satrya Langkun menjelaskan, gagasan donasi hukum untuk warga terdampak banjir didasari lantaran mayoritas para alumni Universitas Jayabaya merupakan advokat dan pengacara publik. Menurutnya, perbantuan hukum bagi korban banjir, bisa jadi momentum untuk mendampingi masyarakat.
"Nah kita kan membayangkan kemudian bagaimana korban ini kan esensi pemulihan korban itu adalah bagaimana kemudian dia kembali kepada kehidupan awalnya. Kehidupan awalnya dia punya rumah, dia punya tempat tinggal, ada wilayahnya kan begitu ya, dia juga sehat," ucap Tama.
"Sekarang pasca bencana, ya mungkin hari ini kita baru pada level bagaimana kemudian kebutuhan makanannya, kesehatannya terpenuhi. Tapi ke depan, ini akan ada eskalasi yang sangat luar biasa di situ. Soal tempat tinggal. Ini kan kita perlu pikirkan juga," tambahnya.
Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Yuliasara Isnaeni berpesan, Tama bisa melanjutkan estafet kepemimpinan sebelummya. Menurut Yuliasara, perlu ada keberlanjutan yang dilakukan Tama dalam menakhodai IKA FH Universitas Jayabaya.
"Pesannya yang pertama pastinya semoga Bang Tama itu diberikan kesehatan, tentu saja kekuatan, dan tentu saja kemampuan untuk terus melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh Ketua sebelumnya. Dan tentu saja ini berkelanjutan. Jadi itu sih, semangat dan semangat terus," ucap Yuliasara usai sertijab.
Baca juga: Tama Satrya Langkun Resmi Jabat Ikatan Alumni Fakultas Hukum Jayabaya 2025-2028
Yuliasara menyampaikan, Tama telah mengagas buka donasi untuk korban banjir di sejumlah provinsi di Sumatera. Salah satu bentuk bantuannya, yakni dengan memberi pendampingan hukum. Dalam merealisasikan bantuan itu, Yuliasara berkata, pihaknya akan berkoordinasi dengan jaringan alumni di wilayah terdampak.
"Jadi memang rencananya kami akan coba menghubungi atau mengumpulkan dulu, kalau memang ada alumni di daerah-daerah yang memang terkena bencana, kami akan menghubungi. Di mana mereka nanti akan jadi perpanjangan tangan dari kami gitu," ucapnya.
Baca juga: Jadi Ketua IKA FH Jayabaya, Tama S Langkun Gagas Bantuan Hukum Korban Banjir di Sumatera
Ketua IKA FH Universitas Jayabaya Tama Satrya Langkun menjelaskan, gagasan donasi hukum untuk warga terdampak banjir didasari lantaran mayoritas para alumni Universitas Jayabaya merupakan advokat dan pengacara publik. Menurutnya, perbantuan hukum bagi korban banjir, bisa jadi momentum untuk mendampingi masyarakat.
"Nah kita kan membayangkan kemudian bagaimana korban ini kan esensi pemulihan korban itu adalah bagaimana kemudian dia kembali kepada kehidupan awalnya. Kehidupan awalnya dia punya rumah, dia punya tempat tinggal, ada wilayahnya kan begitu ya, dia juga sehat," ucap Tama.
"Sekarang pasca bencana, ya mungkin hari ini kita baru pada level bagaimana kemudian kebutuhan makanannya, kesehatannya terpenuhi. Tapi ke depan, ini akan ada eskalasi yang sangat luar biasa di situ. Soal tempat tinggal. Ini kan kita perlu pikirkan juga," tambahnya.
(cip)
Lihat Juga :