Kuasa Hukum Arya Daru Pertanyakan 3 Sidik Jari di Lakban Tidak Teridentifikasi
Jum'at, 05 Desember 2025 - 08:51 WIB
loading...
Kuasa hukum keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicholay Aprilindo, mempertanyakan kenapa tiga sidik jari yang ditemukan di lakban yang melilit wajah ADP tidak teridentifikasi.
A
A
A
JAKARTA - Kuasa hukum keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicholay Aprilindo , mempertanyakan kenapa tiga sidik jari yang ditemukan di lakban yang melilit wajah ADP tidak teridentifikasi. Nicholay mengatakan, tidak mungkin satu orang punya tiga sidik jari.
Menurut Nicholay, saat audiensi dengan pihak kepolisian pada 26 November 2025, dia menanyakan sebenarnya ada berapa sidik jari di lakban tersebut. "Di lakban itu sebenarnya ada berapa sidik jari? Saya sebenarnya sudah dapat informasi, bahwa lebih dari satu. Nah, pada saat yang sama, akhirnya, nggak tahu ya, mungkin itu petunjuk dari Tuhan, membuka mulut mereka, kuasa Tuhan saya akui, Tuhan berkuasa," kata Nicholay di siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Jumat (5/12/2025).
Selanjutnya, kata dia, pihak kepolisian mengungkap fakta adanya empat sidik jari. "Mereka sampaikan ada empat sidik jari dan mereka tampilkan foto itu. Jadi, ada nomor identifikasi 000391, 000392, 000393, 000394. Dan kemudian mereka katakan, yang teridentifikasi, yang bisa teridentifikasi adalah yang 000391 milik almarhum ADP," jelasnya.
Baca Juga: Terungkap! Ada 4 Sidik Jari di Lakban Arya Daru Pangayunan
Nicholay lantas bertanya kenapa tiga sidik jari lainnya tidak bisa teridentifikasi. "Oh, rusak," kata Nicholay menirukan jawaban polisi.
"Rusak karena apa?" tanya Nicholay.
"Rusak karena cuaca," jawab polisi, ditirukan Nicholay.
"Terus saya tanyakan. Kok dalam tempus yang sama, locus yang sama, satu bisa teridentifikasi, tiga tidak. Ini pertanyaan saya," ujarnya.
Dia mengatakan, jawaban pihak kepolisian mungkin sidik jari tersebut terhapus. Bahkan, seorang penyidik sempat mencontohkan botol air mineral. Jika kita memegang botol air mineral tersebut, dilap, bisa hilang sidik jari.
Nicholay lalu menghubungi temannya di luar negeri yang merupakan seorang ahli sidik jari. "Dia bilang, sidik jari tidak akan hilang kecuali dengan obat kimia," katanya.
Dia juga teringat pernyataan temannya, bahwa sidik jari tidak akan hilang saat sudah melekat ke suatu benda. "Kenapa tidak ditelusuri lebih lanjut, tiga sidik jari yang rusak itu milik siapa? Berarti kan ada tiga pihak terlibat di sini, karena sidik jarinya tiga yang dikatakan rusak. Tidak mungkin satu orang punya tiga sidik jari," katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan penjelasan soal adanya empat sidik jari lakban yang menyebabkan tewasnya diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya lebih dari satu sidik jari di barang bukti tersebut. Namun, hanya satu yang dapat teridentifikasi jelas.
"Betul, menurut keterangan identifikasi ada 3 sidik jari yang ditemukan akan tetapi hanya satu yang memenuhi syarat untuk dilakukan identifikasi. Untuk dua lainnya tidak dapat diidentifikasi,” kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/11/2025).
Diketahui, jenazah ADP ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juli 2025. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
Namun, sejauh ini penyidik menyatakan tidak menemukan unsur pidana dalam kematian tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, disimpulkan bahwa tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya atau dengan kata lain Arya tewas bunuh diri. Meski begitu, polisi masih menerima informasi lainnya terkait kasus ini apabila ada bukti baru. Sehingga, kasus ini ditegaskan polisi belum distop atau SP3.
Menurut Nicholay, saat audiensi dengan pihak kepolisian pada 26 November 2025, dia menanyakan sebenarnya ada berapa sidik jari di lakban tersebut. "Di lakban itu sebenarnya ada berapa sidik jari? Saya sebenarnya sudah dapat informasi, bahwa lebih dari satu. Nah, pada saat yang sama, akhirnya, nggak tahu ya, mungkin itu petunjuk dari Tuhan, membuka mulut mereka, kuasa Tuhan saya akui, Tuhan berkuasa," kata Nicholay di siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Jumat (5/12/2025).
Selanjutnya, kata dia, pihak kepolisian mengungkap fakta adanya empat sidik jari. "Mereka sampaikan ada empat sidik jari dan mereka tampilkan foto itu. Jadi, ada nomor identifikasi 000391, 000392, 000393, 000394. Dan kemudian mereka katakan, yang teridentifikasi, yang bisa teridentifikasi adalah yang 000391 milik almarhum ADP," jelasnya.
Baca Juga: Terungkap! Ada 4 Sidik Jari di Lakban Arya Daru Pangayunan
Nicholay lantas bertanya kenapa tiga sidik jari lainnya tidak bisa teridentifikasi. "Oh, rusak," kata Nicholay menirukan jawaban polisi.
"Rusak karena apa?" tanya Nicholay.
"Rusak karena cuaca," jawab polisi, ditirukan Nicholay.
"Terus saya tanyakan. Kok dalam tempus yang sama, locus yang sama, satu bisa teridentifikasi, tiga tidak. Ini pertanyaan saya," ujarnya.
Dia mengatakan, jawaban pihak kepolisian mungkin sidik jari tersebut terhapus. Bahkan, seorang penyidik sempat mencontohkan botol air mineral. Jika kita memegang botol air mineral tersebut, dilap, bisa hilang sidik jari.
Nicholay lalu menghubungi temannya di luar negeri yang merupakan seorang ahli sidik jari. "Dia bilang, sidik jari tidak akan hilang kecuali dengan obat kimia," katanya.
Dia juga teringat pernyataan temannya, bahwa sidik jari tidak akan hilang saat sudah melekat ke suatu benda. "Kenapa tidak ditelusuri lebih lanjut, tiga sidik jari yang rusak itu milik siapa? Berarti kan ada tiga pihak terlibat di sini, karena sidik jarinya tiga yang dikatakan rusak. Tidak mungkin satu orang punya tiga sidik jari," katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan penjelasan soal adanya empat sidik jari lakban yang menyebabkan tewasnya diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya lebih dari satu sidik jari di barang bukti tersebut. Namun, hanya satu yang dapat teridentifikasi jelas.
"Betul, menurut keterangan identifikasi ada 3 sidik jari yang ditemukan akan tetapi hanya satu yang memenuhi syarat untuk dilakukan identifikasi. Untuk dua lainnya tidak dapat diidentifikasi,” kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/11/2025).
Diketahui, jenazah ADP ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juli 2025. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
Namun, sejauh ini penyidik menyatakan tidak menemukan unsur pidana dalam kematian tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, disimpulkan bahwa tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya atau dengan kata lain Arya tewas bunuh diri. Meski begitu, polisi masih menerima informasi lainnya terkait kasus ini apabila ada bukti baru. Sehingga, kasus ini ditegaskan polisi belum distop atau SP3.
(zik)
Lihat Juga :