Buya Muslim Yatim Ungkap Pentingnya Penetapan Status Bencana Nasional

Kamis, 04 Desember 2025 - 20:07 WIB
loading...
Buya Muslim Yatim Ungkap...
Anggota DPD RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Buya Muslim Muhammad Yatim menyerahkan bantuan personal. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota DPD RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Buya Muslim Muhammad Yatim mendorong pemerintah segera menetapkan Status Bencana Nasional atas rangkaian bencana yang menimpa Sumbar. Dia menuturkan, skala kerusakan dan banyaknya warga terdampak telah melewati batas kemampuan pemerintah daerah untuk menanganinya secara mandiri.

Menurut dia, percepatan penanganan hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah pusat mengambil alih koordinasi secara penuh. “Negara tidak boleh terlambat hadir,” kata pria kelahiran Sedanau, Natuna, 1 Februari 1961 ini dalam pernyataan resminya, Kamis (4/12/2025).

“Semakin cepat status Bencana Nasional ditetapkan, semakin cepat pula personel, logistik, dan pendanaan nasional bisa digerakkan. Saudara-saudara kita di Sumbar tidak boleh dibiarkan menghadapi derita ini sendirian,” sambung Buya Muslim.

Baca juga: Banjir Sumatera Tak Ditetapkan Darurat Bencana Nasional, Menko PMK: Penanganan Full Nasional



Selain dorongan kebijakan, Buya Muslim juga menyerahkan bantuan personal melalui Bumi Andalas Tangguh agar distribusi lebih cepat, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih. Buya Muslim menyampaikan doa yang mendalam dan menyentuh bagi seluruh korban bencana di Sumatera Barat.

“Saya memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih agar menjaga setiap keluarga yang kini kehilangan rumah, kehilangan kerabat, atau kehilangan harapan. Semoga Allah melapangkan hati mereka, menguatkan langkah mereka, dan menggantikan setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar. Kita semua satu keluarga besar. Luka mereka adalah luka kita.”

Ia juga meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk menyertakan Sumatera Barat dalam doa bersama, sambil ikut membantu semampunya. Menurutnya, kekuatan doa dan solidaritas nasional adalah fondasi moral untuk membangkitkan kembali daerah terdampak.

Mengapa Status Bencana Nasional Mendesak?


Buya Muslim menegaskan bahwa kondisi di lapangan telah masuk kategori krisis besar. Dengan banyaknya korban, rusaknya infrastruktur, akses logistik yang terputus, dan kebutuhan darurat yang meningkat, pemerintah daerah tak lagi memiliki kapasitas penuh untuk merespons.

Penetapan Status Bencana Nasional diperlukan untuk:
Mobilisasi cepat TNI–Polri, BNPB, dan kementerian terkait secara penuh.
Akses pendanaan darurat nasional agar rekonstruksi dapat dipercepat.
Koordinasi terpadu antar-lembaga sehingga kerja tidak saling tumpang tindih.
Distribusi merata bantuan hingga wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

Melalui Bumi Andalas Tangguh, yang kini aktif mengawal penyaluran pangan, layanan kesehatan, evakuasi, dan hunian darurat, Buya Muslim berharap seluruh bantuan pusat dapat mengalir dengan lebih efektif dan terstruktur.

Buya Muslim mengajak seluruh masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, dan diaspora Minang di mana pun berada untuk bersolidaritas membantu Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa bencana ini bukan hanya urusan satu daerah, tetapi urusan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama.

“Ini bukan saatnya saling tunggu dan saling menyalahkan. Ini saatnya saling topang. Saat seluruh elemen bangsa bergerak bersama, Sumatera Barat tidak hanya akan pulih, tapi akan bangkit lebih kuat dari sebelumnya,” ungkapnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Lagi, Abu Janda Diadukan...
Lagi, Abu Janda Diadukan ke Bareskrim soal Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved