Ungkap Cak Imin Kirim WA Minta Maaf, Raja Juli: Tapi Ajakan Taubat Nasuha Saya Terima
Kamis, 04 Desember 2025 - 18:53 WIB
loading...
Menhut Raja Juli Antoni menyatakan menerima ajakan taubat nasuha dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan menerima ajakan taubat nasuha dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Raja Juli pun mengatakan, Cak Imin telah menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepadanya melalui aplikasi pesan singkat.
Dalam pesan itu, kata dia, Cak Imin juga menjelaskan taubat nasuha. "Ya Cak Imin WA saya, nanti saya liatin kalau mau dibaca, boleh. Tapi beliau mengatakan, minta maaf kepada saya bahwa tidak itu maksud yang maksudkan ya," kata Raja Juli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
"Jadi dia mengirim surat dengan yang lain, soal tobat nasional itu bukan soal itu gitu," tambahnya.
Baca juga: Diminta Taubat Nasuha usai Bencana Sumatera, Bahlil: Cak Imin juga Pertobatan Nasuhalah
Terlepas dari itu, Raja Juli menghargai sikap Cak Imin yang gentle menyampaikan maaf. Ia pun mengingatkan bahwa sesama anggota kabinet harus saling mendukung dan mengingatkan.
"Saya kira sama anggota kabinet kita harus saling mendukung, saling ingat-mengingatkan," tutur Raja Juli.
Kendati demikian, Raja Juli menyatakan menerima ajakan taubat nasuha Cak Imin. "Tapi tentu ajakan tobatnya saya kira saya terima ya. Semua orang saya kira harus tobat. Kita tobat bareng-bareng," pungkasnya.
Sebelumnya, Cak Imin meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Cak Imin menilai kerusakan lingkungan dan bencana alam terjadi karena dua hal: pertama, kesalahan manusia sendiri; kedua, perencanaan dan antisipasi yang masih rendah. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bersama-sama melakukan perbaikan.
“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,” kata Cak Imin, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kunci dari taubatan nasuha adalah evaluasi total terhadap kebijakan yang ada dari semua aspek. “Semua aspek, mulai dari cara kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat—kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga diberi kesabaran. Amin,” pungkasnya.
Dalam pesan itu, kata dia, Cak Imin juga menjelaskan taubat nasuha. "Ya Cak Imin WA saya, nanti saya liatin kalau mau dibaca, boleh. Tapi beliau mengatakan, minta maaf kepada saya bahwa tidak itu maksud yang maksudkan ya," kata Raja Juli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
"Jadi dia mengirim surat dengan yang lain, soal tobat nasional itu bukan soal itu gitu," tambahnya.
Baca juga: Diminta Taubat Nasuha usai Bencana Sumatera, Bahlil: Cak Imin juga Pertobatan Nasuhalah
Terlepas dari itu, Raja Juli menghargai sikap Cak Imin yang gentle menyampaikan maaf. Ia pun mengingatkan bahwa sesama anggota kabinet harus saling mendukung dan mengingatkan.
"Saya kira sama anggota kabinet kita harus saling mendukung, saling ingat-mengingatkan," tutur Raja Juli.
Kendati demikian, Raja Juli menyatakan menerima ajakan taubat nasuha Cak Imin. "Tapi tentu ajakan tobatnya saya kira saya terima ya. Semua orang saya kira harus tobat. Kita tobat bareng-bareng," pungkasnya.
Sebelumnya, Cak Imin meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Cak Imin menilai kerusakan lingkungan dan bencana alam terjadi karena dua hal: pertama, kesalahan manusia sendiri; kedua, perencanaan dan antisipasi yang masih rendah. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bersama-sama melakukan perbaikan.
“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,” kata Cak Imin, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kunci dari taubatan nasuha adalah evaluasi total terhadap kebijakan yang ada dari semua aspek. “Semua aspek, mulai dari cara kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat—kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga diberi kesabaran. Amin,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :