Update Korban Bencana Sumatera: 604 Orang Meninggal, 464 Belum Ditemukan
Senin, 01 Desember 2025 - 19:26 WIB
loading...
Kondisi pascabanjir di Desa Hotagodang, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Foto/Dok BNPB
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) terus memberikan update data bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga Senin (1/12/2025) pukul 18.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 604 orang. Sebanyak 464 orang masih dinyatakan hilang.
Dilihat dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 di laman BNPB, korban luka mencapai 2.600 orang, warga terdampak sebanyak 1,5 juta orang, dan jumlah pengungsi sebanyak 570 ribu orang.
Rincian korban jiwa di Aceh sebanyak 156 orang, korban hilang 181 dan korban luka 1.800 orang. Kemudian korban meninggal di Sumbar sebanyak 165 orang, korban hilang 114 jiwa, dan 112 orang terluka. Di Sumut, jumlah korban meninggal 283 orang, 169 orang hilang, dan 613 terluka.
Baca Juga: Temui Pengungsi di Sumbar, Prabowo: Semangatmu Luar Biasa
Selain itu, BNPB juga mencatat bahwa sebanyak 3.500 rumah rusak beras, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Kemudian 271 jembatan rusak hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.
Baca Juga: Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pemerintah belum menetapkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berstatus bencana nasional. Namun, perlakuan terhadap bencana di tiga daerah itu sudah tingkat nasional.
"Kalau untuk penetapan bencana nasional, sementara belum setahu saya, setahu saya mohon maaf, kalau saya salah mohon dikoreksi. Tetapi perlakuannya sudah nasional, dari hari pertama pemerintah pusat menilai sendiri bahwa harus turun, dan kemudian dari hari pertama sudah dilakukan dengan prosedur nasional, jadi semua sudah all out," kata Tito, Senin (1/12/2025).
Dilihat dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 di laman BNPB, korban luka mencapai 2.600 orang, warga terdampak sebanyak 1,5 juta orang, dan jumlah pengungsi sebanyak 570 ribu orang.
Rincian korban jiwa di Aceh sebanyak 156 orang, korban hilang 181 dan korban luka 1.800 orang. Kemudian korban meninggal di Sumbar sebanyak 165 orang, korban hilang 114 jiwa, dan 112 orang terluka. Di Sumut, jumlah korban meninggal 283 orang, 169 orang hilang, dan 613 terluka.
Baca Juga: Temui Pengungsi di Sumbar, Prabowo: Semangatmu Luar Biasa
Selain itu, BNPB juga mencatat bahwa sebanyak 3.500 rumah rusak beras, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Kemudian 271 jembatan rusak hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.
Baca Juga: Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pemerintah belum menetapkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berstatus bencana nasional. Namun, perlakuan terhadap bencana di tiga daerah itu sudah tingkat nasional.
"Kalau untuk penetapan bencana nasional, sementara belum setahu saya, setahu saya mohon maaf, kalau saya salah mohon dikoreksi. Tetapi perlakuannya sudah nasional, dari hari pertama pemerintah pusat menilai sendiri bahwa harus turun, dan kemudian dari hari pertama sudah dilakukan dengan prosedur nasional, jadi semua sudah all out," kata Tito, Senin (1/12/2025).
(zik)
Lihat Juga :