IKA-PMII Desak Usut Tuntas Penyebab Bencana Sumatera

Minggu, 30 November 2025 - 14:35 WIB
loading...
IKA-PMII Desak Usut...
PB IKA-PMII menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan yang luar biasa atas tragedi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan yang luar biasa atas tragedi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan berbagai wilayah lain di Indonesia. Sekretaris Jenderal PB IKA-PMII Purnamasidi atau yang akrab disapa Bang Pur mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dan bahu-membahu mendukung pemerintah dalam mengatasi dampak bencana yang kian meluas ini.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, ormas, dan tokoh-tokoh untuk saling membantu dalam situasi darurat ini. Banyak saudara-saudara kita yang kehilangan nyawa, hilang, dan mengalami kekurangan akibat bencana alam," tegas Bang Pur dalam keterangan resminya, Minggu (30/11/2025).

Bang Pur menilai pemerintah harus segera bertindak cepat dan tegas. Ia mendorong agar bencana di wilayah Sumatera ini segera diputuskan masuk dalam kategori Bencana Nasional. Tak hanya itu, Bang Pur juga meminta pihak berwenang untuk mengusut penyebab banjir bandang ini.

Baca juga: DPR Endus Banjir Sumatera Akibat Illegal Logging



Mengingat korban yang terus meningkat dan dampak yang semakin kompleks, data BNPB per Sabtu (29/11) kemarin, korban meninggal dunia di Sumut mencapai 166 orang, Aceh 47 orang, dan Sumbar 90 orang. Selain korban meninggal dunia, ada pula ratusan korban yang sampai saat ini masih hilang.

"Dengan statistik ini, pemerintah harusnya dapat memutuskan lebih cepat. Kami meyakini Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota pasti juga sangat terbatas baik secara sumber daya maupun tenaga untuk menangani dampak bencana ini. Tapi perlu diingat, penyebab banjir bandang ini juga perlu diusut tuntas secara terbuka agar masyarakat tahu apa yang menyebabkan bencana yang merugikan ini," tegas anggota DPR RI ini.

Penetapan status Bencana Nasional dinilai krusial agar penanganan dan mobilisasi sumber daya dari Pemerintah Pusat bisa dilakukan secara lebih masif dan terkoordinasi, termasuk mengatasi isu keamanan seperti aksi penjarahan yang mulai terjadi di area bencana. Bang Pur juga mengingatkan agar ke depan, Pemerintah dan para pengusaha menunjukkan kebijaksanaan dalam mengelola dan menjaga kekayaan sumber daya alam Negara.

"Pemerintah, para pengusaha, dan kita semua sebagai warga Negara harus menjaga lingkungan, menjaga hutan kita, menjaga alam kita dengan sebaik-baiknya. Kita semua harus tobat ekologi," pungkasnya menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana di masa depan.

PB IKA-PMII juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah dengan menyalurkan ke lembaga filantropi Gerakin (Gerak Kita untuk Indonesia Mendunia).
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Rekomendasi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved