Dokter Tifa: Jokowi's White Paper Mengangkat Derajat Kecerdasan Masyarakat

Minggu, 30 November 2025 - 10:11 WIB
loading...
Dokter Tifa: Jokowis...
Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa dalam To The Point Aja. Foto/YouTube SindoNews
A A A
JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa menilai kemunculan buku putih Jokowi's White Paper bisa mengangkat derajat kecerdasan masyarakat Indonesia setinggi-tingginya. Masyarakat disebutnya menjadi mengerti teknologi error level analysis (ELA) melalui buku yang ditulis Dokter Tifa bersama pakar IT Roy Suryo dan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar itu.

“Dengan peristiwa buku Jokowi’s White Paper, dengan peristiwa ini tuh kita mengangkat derajat kecerdasan masyarakat Indonesia tinggi-tingginya loh. Iya kan? Masyarakat itu mencerdas dengan cepat gitu. Tahu. Oh, ada yang namanya uji kerning. Oh, tahu yang namanya ELA,” kata Dokter Tifa dalam To The Point Aja dikutip dari YouTube SindoNews, Minggu (30/11/2025).

Kemudian, dia menyebut masyarakat menjadi tahu facial action coding system. “Oh, jadi ternyata wajah seseorang itu bisa menampilkan kebohongan dan sebagainya. Yang saya tulis di itu kan karena wawancara seperti ini kan. Jadi, masyarakat tuh benar-benar terangkat tuh kecerdasannya dengan peristiwa ini,” tuturnya.

Baca juga: Dokter Tifa Ungkap Dugaan Penyebab RRT Dijadikan Tersangka dan Dicekal



Dia menyindir masyarakat yang kecerdasannya tidak terangkat hanya Termul alias kelompok loyal pendukung Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Yang tersisa 7 persen itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengungkap sebagian besar masyarakat Indonesia percaya ijazah Jokowi adalah palsu. Hal itu berdasarkan hasil riset algoritma.

Baca juga: Dokter Tifa: 93% Masyarakat Percaya Ijazah Jokowi Palsu

“Survei riset Algoritma dan ini sahih 93% masyarakat Indonesia percaya bahwa ijazah ini fake, dan tinggal 7% saja (tidak percaya). Berartikan 7% ini saya identifikasi sebagai termul yang masih percaya dengan tampilan dan pencitraan seperti itu,” ujarnya.

Diketahui, Jokowi's White Paper merupakan buku publik dengan 700 halaman berisi penelitian tentang ijazah dan dokumen pendukung terproduksinya sebuah ijazah, skripsi, foto, hingga perilaku.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved