Komisi XIII DPR Berharap Polemik Sistem War SDUWHV Segera Tuntas

Kamis, 27 November 2025 - 20:55 WIB
loading...
Komisi XIII DPR Berharap...
Anggota Komisi XIII DPR Vita Ervina menegaskan komitmen Komisi XIII untuk mendorong perbaikan sistem war SDUWHV. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR Vita Ervina menegaskan komitmen Komisi XIII untuk mendorong perbaikan sistem war SDUWHV (Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa) setelah menerima aspirasi Yayasan Wahana Aksi Kritis Nusantara (Waskita). Vita mengungkapkan banyak laporan dari peserta yang mengikuti war namun tidak beruntung maupun yang lolos, dan keduanya mengeluhkan persoalan teknis yang sama.

Vita menyampaikan, dari masukan dua kelompok tersebut, Komisi XIII DPR melihat adanya garis temu bahwa persoalan utama terletak pada sistem. “Kita perlu memperbaiki sistem yang ada agar tidak banyak merugikan,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/25)

Menurut dia, meningkatnya ketertarikan anak-anak muda Indonesia untuk bekerja atau magang di luar negeri merupakan hal positif. Namun sistem pendaftaran yang sering mengalami error justru menimbulkan polemik. “Ini yang ingin kita dorong dari imigrasi agar segera diperbaiki,” kata Vita.

Baca juga: Catat, Ini Link Resmi Pendaftaran SDUWHV untuk Bekerja di Australia



Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan ketidakadilan dalam proses war, Vita menyebut Komisi XIII DPR masih melakukan pendalaman. Penjelasan sementara dari pihak imigrasi yang diterimanya menyebut bahwa gangguan terjadi karena sistem tidak mampu menangani jumlah pendaftar yang membeludak.

Vita menambahkan, Komisi XIII DPR meminta imigrasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem digital yang digunakan. Ia mengatakan, pihak imigrasi bahkan berencana menghadirkan Google untuk memberikan penjelasan teknis terkait penyebab sistem sering down.

“Itu saja yang ingin kita dengar, kenapa sistemnya bisa error,” kata legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Bagaimana dengan usulan agar mekanisme SDUWHV diserahkan langsung kepada Pemerintah Australia? Vita menjelaskan bahwa skema saat ini memang merupakan permintaan Australia agar Indonesia melakukan penyaringan awal.

Menurutnya, bila Australia hendak melakukannya sendiri pun tidak menjadi masalah, namun urusan imigrasi tetap menjadi kewenangan Indonesia. Vita menekankan, sejauh ini Komisi XIII DPR belum menemukan indikasi titipan dalam proses war.

Kendati demikian, ia mencatat masih ada perbedaan pengalaman peserta, seperti email konfirmasi yang berbeda-beda. Hal itu, katanya, akan kembali dibahas dengan imigrasi dan pihak teknis yang menangani sistem.

Ia berharap proses pembenahan dapat dilakukan dengan cepat dan sistematis agar polemik tidak kembali terulang, mengingat minat pemuda Indonesia terhadap kesempatan kerja di luar negeri terus meningkat. “Mudah-mudahan sistem bisa kita perbaiki agar ke depan tidak ada lagi polemik,” tandas legislator dapil Jateng VI ini.

Diketahui, program war SDUWHV menjadi sorotan nasional setelah ribuan pendaftar mengalami kegagalan akibat error sistem, down server, hingga dugaan ketidaksinkronan data saat proses pendaftaran. Lonjakan minat yang tidak terantisipasi disebut menjadi pemicu utama kekacauan teknis yang dialami peserta tahun ini.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Rekomendasi
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved