Gus Muhaimin: PKB Membutuhkan Panji Bangsa sebagai Pasukan Serbaguna

Sabtu, 22 November 2025 - 22:36 WIB
loading...
Gus Muhaimin: PKB Membutuhkan...
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin melantik pasukan Panji Bangsa di Kota Depok, Foto/istimewa
A A A
DEPOK - Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) membutuhkan pasukan serbaguna bernama Panji Bangsa. Mereka bermodal keberanian untuk selalu siaga menolong berbagai persoalan.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin saat pelantikan pasukan Panji Bangsa di Kota Depok, Sabtu (22/11/2025).

Menurut Gus Muhaimin sapaan akrab Muhaimin Iskandar, di tengah tantangan perjuangan politik PKB membutuhkan pasukan serbaguna yang bernama Panji Bangsa. "Mereka bermodal keberanian untuk selalu siaga menolong berbagai persoalan. Bencana alam, kekerasan, ancaman, bahaya akan menjadi bentengnya PKB," katanya.

Baca juga: Pimpin Pelantikan Panji Bangsa, Cak Imin Kekuatan PKB Semakin Sempurna

Gus Muhaimin menyebut Panji Bangsa akan terdepan menangani problem-problem kemasyarakatan, terutama darurat-darurat. Baik itu bencana, darurat-darurat, konflik. "Yang penting keberanian dan persatuan menjadi ujung dari perjuangan Panji Bangsa," katanya.

PKB dengan badan otonom yang semua ada, pemuda, perempuan, serba guna, pasukan khusus, semua menjadi perangkat partai untuk menjadi kekuatan yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri. "PKB memiliki kekuatan yang sempurna dengan kehadiran Panji Bangsa," katanya.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) itu menyebut, kelahiran Panji Bangsa adalah kebutuhan, di tengah berbagai tuntutan, tantangan, problematika kehidupan, keumatan, kebangsaan Indonesia.

Baca juga: Munas Panji Bangsa Resmi Dibuka, Cak Imin: Ideologi Kita Membela yang Paling Lemah

"Panji Bangsa sebagai pelengkap yang utuh dari seluruh langkah dan batang tubuh sebuah organisasi besar seperti PKB. PKB ini besar bukan karena kursinya banyak, bukan karena ditopang oleh eksekutif dan legislatif yang lengkap, tetapi PKB ini lahir karena kekuatan sejarah yang melatar belakangi kehidupan dan kelahiran PKB, sehingga Panji Bangsa adalah bagian dari denyut nadi perjalanan sejarah kita, sejarah keumatan, sejarah kebangsaan, dan sejarah perjuangan kita semua," ucapnya.

Komandan Pusat DKP Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, menegaskan, Panji Bangsa didirikan sebagai pasukan komando perjuangan yang berfungsi menggerakkan, menjaga, dan memperkuat basis perjuangan politik PKB di seluruh Indonesia.


Dengan karakter organisasi yang disiplin, rapi, dan solid, Panji Bangsa dipersiapkan menjadi kekuatan sosial-politik yang mampu hadir di tengah masyarakat, mengawal isu-isu kerakyatan, sekaligus memastikan struktur pemenangan PKB berjalan efektif hingga tingkat paling bawah.

Rivqy menekankan kembali amanah Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid bahwa Panji Bangsa adalah organisasi komando. “Sebagaimana amanah Sekjen DPP PKB, Panji Bangsa ini sifatnya komando. Jadi kami tegaskan seluruh jajaran Panji Bangsa satu komando, satu tujuan, satu niat untuk membesarkan PKB,” tambah anggota Komisi VI DPR RI itu.

Sebagai bagian dari agenda strategis menghadapi Pemilu 2029, Munas juga memantapkan target besar Panji Bangsa yakni menghadirkan satu juta saksi PKB di seluruh Indonesia. Menurut Gus Rivqy, para saksi tersebut akan direkrut, dilatih, dan dikonsolidasikan langsung oleh pasukan Panji Bangsa sebagai penjaga suara dan ujung tombak pemenangan di TPS.

Sebelum Munas digelar, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti Pendidikan Kader Badan Partai (Dikbar) khusus instruktur selama dua hari di lokasi yang sama. Pendidikan ini menjadi fondasi penguatan ideologi, kedisiplinan, dan kapasitas kader agar Panji Bangsa memiliki instruktur yang mumpuni dan siap diterjunkan ke seluruh wilayah.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Struktur Kabupaten dan...
Struktur Kabupaten dan Kota Selesai, DPW Perindo Bengkulu Matangkan Verpol 2027
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Ronaldo Ngambek Ditanya...
Ronaldo Ngambek Ditanya Soal Messi: Saya Tak Peduli dengan Orang Lain
Berita Terkini
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved