846 Rumah Sakit Pemerintah Masih Minim Sarana dan Prasarana
Kamis, 13 November 2025 - 13:03 WIB
loading...
Kementerian Kesehatan mengungkapkan 846 rumah sakit pemerintah masih minim sarana dan prasarana dalam Raker dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap mayoritas rumah sakit (RS) milik pemerintah, baik pusat dan daerah, masih minim sarana dan prasarana. Setidaknya, hanya 275 dari 1.221 RS milik pemerintah yang memiliki sarana dan prasarana di atas 80%.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr Azhar Jaya mengungkapkan hal tersebut saat Raker bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Kemenkes: Masih Ada Puskesmas yang Jarak Tempuhnya di Atas 2 Jam dari Desa
"Kalau kita jumlah RS milik pemerintah pusat, pemerintah kabupaten kota, pemerintah provinsi, itu totalnya ada 1.221. Nah, dari 1.221 tersebut, Bapak, Ibu semua, ada 846 sarana prasarana rumah sakit pemerintah yang kurang dari 80%. Kalau kita jumlahkan," ungkap Azhar.
Dengan demikian, kata Azhar, ada 275 RS yang memiliki sarana dan prasarana di atas 80%. "Tentu saja ini akan menjadi perhatian kita bersama dan kita akan coba untuk meningkatkan sarprasnya menjadi di atas 80%," ucapnya.
Lebih lanjut, Azhar menyampaikan, ada 614 atau 74% RS milik pemerintahbtelah memiliki tujuh dokter spesialis dasar. Ketujuh dokter spesialis itu mencakup, radiologi, anestesi, patologi klinik, bedah, anak, obgyn, dan penyakit dalam.
Baca juga: Dituduh Edit Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Berencana Gugat Polri Rp126 Triliun
"Dan kami sudah melakukan mapping, mana-mana saja yang kurang, seperti radiologi kalau kita sebar 514 kabupaten kota, kurang 132 lagi. Anestesi kurang 106, patologi klinik kurang 110, bedah kurang 74 anak, 74 orang lagi, anak kurang 69, kemudian obgyn kurang 76, dan penyakit dalam kurang 60," ucap Azhar.
"Inilah yang sebenarnya menjadi tulang punggung daripada pelayanan minimal yang memang harus ada di rumah sakit. Kita masih kurang SDM-nya ee untuk tujuh spesialis dasar," sebutnya.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr Azhar Jaya mengungkapkan hal tersebut saat Raker bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Kemenkes: Masih Ada Puskesmas yang Jarak Tempuhnya di Atas 2 Jam dari Desa
"Kalau kita jumlah RS milik pemerintah pusat, pemerintah kabupaten kota, pemerintah provinsi, itu totalnya ada 1.221. Nah, dari 1.221 tersebut, Bapak, Ibu semua, ada 846 sarana prasarana rumah sakit pemerintah yang kurang dari 80%. Kalau kita jumlahkan," ungkap Azhar.
Dengan demikian, kata Azhar, ada 275 RS yang memiliki sarana dan prasarana di atas 80%. "Tentu saja ini akan menjadi perhatian kita bersama dan kita akan coba untuk meningkatkan sarprasnya menjadi di atas 80%," ucapnya.
Lebih lanjut, Azhar menyampaikan, ada 614 atau 74% RS milik pemerintahbtelah memiliki tujuh dokter spesialis dasar. Ketujuh dokter spesialis itu mencakup, radiologi, anestesi, patologi klinik, bedah, anak, obgyn, dan penyakit dalam.
Baca juga: Dituduh Edit Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Berencana Gugat Polri Rp126 Triliun
"Dan kami sudah melakukan mapping, mana-mana saja yang kurang, seperti radiologi kalau kita sebar 514 kabupaten kota, kurang 132 lagi. Anestesi kurang 106, patologi klinik kurang 110, bedah kurang 74 anak, 74 orang lagi, anak kurang 69, kemudian obgyn kurang 76, dan penyakit dalam kurang 60," ucap Azhar.
"Inilah yang sebenarnya menjadi tulang punggung daripada pelayanan minimal yang memang harus ada di rumah sakit. Kita masih kurang SDM-nya ee untuk tujuh spesialis dasar," sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :