Dilantik Jadi Kepala BRIN, Arif Satria Beberkan Arah Kebijakannya

Selasa, 11 November 2025 - 11:18 WIB
loading...
Dilantik Jadi Kepala...
Kepala BRIN Arif Satria. Foto/Tangkapan layar YouTube Sekreatariat Presiden
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rektor IPB University yang juga ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria sebagai kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Seusai pelantikan, Arif mengungkap arah kebijakan BRIN ke depan, di antaranya berfokus pada penguatan riset dan inovasi melalui sinergi lintas lembaga dan pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga Danantara. Arif menjelaskan, kolaborasi semua sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem riset nasional yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan.

"Secara horizontal tentu kami harus membangun sinergi dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga. Lebih khusus lagi dengan Kementerian Dikti Saintek (Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)," kata Arif.

Baca Juga: Utusan Khusus Presiden Resmikan Paviliun Indonesia di COP30 Belém

Arif menambahkan, perguruan tinggi tetap menjadi tulang punggung dalam pengembangan penelitian dan talenta riset. Bahkan, ia melihat peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai mitra strategis untuk penguatan sektor ekonomi dan industri berbasis inovasi.

"Danantara adalah mitra strategis yang harus kita support dalam rangka mendukung kemajuan ekonomi dan industri kita," jelasnya.

Baca Juga: Pimpin BRIN, Arif Satria Didampingi Amarulla Octavian

Tidak hanya kerja sama lintas kementerian dan lembaga pusat, Arif menegaskan perlunya penguatan riset secara vertikal dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keberagaman karakteristik wilayah menuntut pendekatan riset yang lebih spesifik dan sesuai kebutuhan lokal.



"Sehingga, bidang riset inovasi daerah ini harus benar-benar diperkuat agar bisa mampu menyelesaikan masalah-masalah lokal. Karena, kalau kita tahu, setiap daerah memiliki kekhasan masalah dan isu yang harus direspons dan disikapi secara spesifik," paparnya.

Ia meyakini setiap provinsi memiliki basis riset yang kuat. Jika keduanya bersinergi, berbagai tantangan pembangunan dapat teratasi.

"Kalau setiap provinsi memiliki bidang riset inovasi yang kuat dan berkolaborasi dengan perkuatan tinggi, saya yakin masalah-masalah yang saat ini masih kita hadapi bisa diatasi dengan baik," ucapnya.

Sebagai langkah konkret, Arif mendorong percepatan pengembangan Sains Techno Park (STP) di berbagai wilayah. Menurutnya, STP akan menjadi penghubung penting antara hasil riset dengan pemanfaatan di sektor industri dan masyarakat.

"Jadi, kalau setiap daerah memiliki Science Techno Park, maka akan menjadi pilar bagi ekonomi daerah. Kenapa? Karena Sains Techno Park itu adalah institusi yang akan menjembatani dunia riset dengan dunia industri."

Arif optimistis, dengan penguatan kapasitas riset yang terintegrasi, pengembangan ekonomi daerah dan nasional akan lebih terarah dan berkelanjutan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Arif Satria Sebut Riset...
Arif Satria Sebut Riset Biodiversitas Indonesia Terlalu Fokus di Jawa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
Rekomendasi
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved