Sahroni Ungkap Agus Suhartono adalah Mentor, Jauh Sebelum Jadi Anggota DPR
Senin, 10 November 2025 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
“Itu foto tahun 2010 kali, dari Facebook, barang lama. Dan itu main golf biasa. Beliau (Agus Suhartono) masih KSAL, belum Panglima. Jadi Panglima TNI-nya tahun 2012. Dan gua pun belum jadi Anggota DPR. Gua kenal Om Agus juga dari zaman masih bintang 1, sampai akhirnya jadi Panglima TNI. Beliau ini mentor, abang, orang tua buat gua, lengkap udah,” ujar Sahroni.
Dia menyayangkan bagaimana foto pribadi yang tidak memiliki konteks politik tersebut kemudian dijadikan bahan candaan, bahkan dipelintir menjadi isu yang menjurus pada fitnah. “Bayangin sekarang jadi becandaan buat joget-joget dibikinnya, ya Allah ya Tuhan. Gua enggak habis pikir itu,” ujar Sahroni.
Meski begitu, Sahroni mengaku tidak merasa sakit hati terhadap para pihak yang menyebarkan atau memparodikan foto tersebut. Dirinya memilih menanggapinya dengan santai dan menjadikannya sebagai bahan hiburan pribadi.
“Gua ada satu grup bersama gua punya staf, gua kadang-kadang dikirimin, ketawa sendiri gua. Menghibur gualah itu, hiburan. Gua enggak sakit hati,” lanjut Sahroni.
Dari penjelasan tersebut, Sahroni berharap publik dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi atau konten viral yang beredar di media sosial, terutama yang berpotensi menyesatkan atau menyerang pribadi seseorang di luar konteks dan fakta yang sebenarnya.
Dia menyayangkan bagaimana foto pribadi yang tidak memiliki konteks politik tersebut kemudian dijadikan bahan candaan, bahkan dipelintir menjadi isu yang menjurus pada fitnah. “Bayangin sekarang jadi becandaan buat joget-joget dibikinnya, ya Allah ya Tuhan. Gua enggak habis pikir itu,” ujar Sahroni.
Meski begitu, Sahroni mengaku tidak merasa sakit hati terhadap para pihak yang menyebarkan atau memparodikan foto tersebut. Dirinya memilih menanggapinya dengan santai dan menjadikannya sebagai bahan hiburan pribadi.
“Gua ada satu grup bersama gua punya staf, gua kadang-kadang dikirimin, ketawa sendiri gua. Menghibur gualah itu, hiburan. Gua enggak sakit hati,” lanjut Sahroni.
Dari penjelasan tersebut, Sahroni berharap publik dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi atau konten viral yang beredar di media sosial, terutama yang berpotensi menyesatkan atau menyerang pribadi seseorang di luar konteks dan fakta yang sebenarnya.
(rca)
Lihat Juga :