Tim Pembela Aktivis Keberatan Postingan Delpedro Dianggap Memicu Kericuhan
Rabu, 05 November 2025 - 23:03 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. Foto/Instagram Lokataru
A
A
A
JAKARTA - Tim Pembela Aktivis Ma'ruf Bajamal buka suara terkait penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen buntut postingan yang dianggap menimbulkan kerusuhan akhir Agustus. Ma'ruf lantas mempertanyakan apa korelasi posting Delpedro dengan kericuhan akhir Agustus.
"Yang kemudian harusnya kita kritisi adalah apakah kemudian postingan itu berkolerasi langsung kepada kericuhan yang terjadi di masyarakat? Kami memandang sepertinya tidak sesederhana itu memandangnya," ujar dia dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Rabu (5/11/2025).
Secara dasar logika, menurutnya, sangat tidak mungkin jika sebuah kerusuhan yang masif hanya disebabkan karena satu postingan di Instagram. Demo akhir Agustus yang berujung ricuh merupakan murni bentuk protes masyarakat terkait kebijakan pemerintah maupun DPR.
![Tim Pembela Aktivis Keberatan Postingan Delpedro Dianggap Memicu Kericuhan]()
Baca juga: Poster Pendukung Delpedro Dkk Direbut Aparat Viral, Begini Kata Kapolsek Pasar Minggu
"Bagaimana mungkin kemudian kericuhan yang kemudian terjadi secara masif itu, digerakkan hanya dari postingan yang di Instagram? Ini kan logika awam aja melihat itu," ujarnya.
"Jadi, kami keberatan kalau dikatakan postingan itu berkontribusi pada kericuhan yang terjadi di masyarakat," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa inti perkara yang disorot oleh polisi ketika melakukan penangkapan Delpedro adalah postingan akun Instagram dari Lokataru Foundation. Posting itu hanya memuat layanan pengaduan bagi pelajar yang tertangkap demo akhir Agustus.
"Intinya di situ semacam postingan membuka posko aduan kepada pelajar untuk yang ingin mengikuti aksi atau yang ditangkap secara sewenang-wenang itu bisa menghubungi kolom atau nomor yang tercantum di situ," ucap dia.
"Yang kemudian harusnya kita kritisi adalah apakah kemudian postingan itu berkolerasi langsung kepada kericuhan yang terjadi di masyarakat? Kami memandang sepertinya tidak sesederhana itu memandangnya," ujar dia dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Rabu (5/11/2025).
Secara dasar logika, menurutnya, sangat tidak mungkin jika sebuah kerusuhan yang masif hanya disebabkan karena satu postingan di Instagram. Demo akhir Agustus yang berujung ricuh merupakan murni bentuk protes masyarakat terkait kebijakan pemerintah maupun DPR.

Baca juga: Poster Pendukung Delpedro Dkk Direbut Aparat Viral, Begini Kata Kapolsek Pasar Minggu
"Bagaimana mungkin kemudian kericuhan yang kemudian terjadi secara masif itu, digerakkan hanya dari postingan yang di Instagram? Ini kan logika awam aja melihat itu," ujarnya.
"Jadi, kami keberatan kalau dikatakan postingan itu berkontribusi pada kericuhan yang terjadi di masyarakat," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa inti perkara yang disorot oleh polisi ketika melakukan penangkapan Delpedro adalah postingan akun Instagram dari Lokataru Foundation. Posting itu hanya memuat layanan pengaduan bagi pelajar yang tertangkap demo akhir Agustus.
"Intinya di situ semacam postingan membuka posko aduan kepada pelajar untuk yang ingin mengikuti aksi atau yang ditangkap secara sewenang-wenang itu bisa menghubungi kolom atau nomor yang tercantum di situ," ucap dia.
(rca)
Lihat Juga :