Teuku Faisal Fathani Dilantik Jadi Kepala BMKG Gantikan Dwikorita Karnawati
Senin, 03 November 2025 - 20:21 WIB
loading...
Teuku Faisal Fathani dilantik sebagai kepala BMKG dalam upacara di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Senin (3/11/2025). Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Foto/Dok BMKG
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memiliki pemimpin baru. Teuku Faisal Fathani dilantik sebagai kepala BMKG dalam upacara di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Senin (3/11/2025).
Pelantikan ini menjadi momen penting yang menandai berakhirnya masa kepemimpinan Dwikorita Karnawati , yang telah memimpin BMKG sejak 2017. Pengangkatan Faisal sebagai Kepala BMKG ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163/TPA Tahun 2025 tertanggal 22 Oktober 2025.
Dikutip dari laman BMKG, upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Dalam prosesi tersebut, Faisal mengucapkan sumpah jabatan di hadapan para pejabat dan tamu undangan.
Baca Juga: Profil Prof Dwikorita Karnawati, Mantan Rektor UGM yang kini Menjabat Direktur BMKG
"Demi Allah, saya bersumpah akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti kepada bangsa dan negara," ucap Faisal dalam prosesi pelantikan.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya peran BMKG dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. "BMKG merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi cuaca, iklim, dan kualitas udara dalam kaitannya dengan upaya mitigasi risiko dan perencanaan kebijakan nasional di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi," kata Dudy.
Dudy menjelaskan bahwa peran dan partisipasi aktif BMKG sangat dibutuhkan dalam mendukung berbagai agenda strategis nasional. Ia menilai kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan berdaya saing tinggi sangat penting agar BMKG dapat terus berkembang menjadi lembaga yang responsif, adaptif, dan berorientasi ilmiah terhadap kebutuhan masyarakat.
Dudy juga berharap di bawah kepemimpinan yang baru, BMKG dapat terus bertransformasi menjadi lembaga yang modern dan berdaya saing global. Menjelang periode penting seperti Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 serta Angkutan Lebaran 2026, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
"Saya berharap kolaborasi dan sinergitas sektor antara BMKG dengan kementerian maupun lembaga dalam mengantisipasi berbagai hal kaitannya dengan aspek meteorologi, geofisika, klimatologi, dan geofisika dapat terjalin dengan baik demi memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat."
Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada Dwikorita Karnawati atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin BMKG, serta ucapan selamat kepada Teuku Faisal Fathani atas amanah baru yang diemban. "Semoga BMKG terus menjadi lembaga yang solid, profesional, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan publik yang unggul," pungkasnya.
Pelantikan ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Nomor BA-MIH/32 Tahun 2025 oleh pejabat yang mengambil sumpah, pegawai yang diangkat, dan para saksi. Hadir sebagai saksi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsda TNI Mohammad Syafil serta Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama.
Pelantikan ini menjadi momen penting yang menandai berakhirnya masa kepemimpinan Dwikorita Karnawati , yang telah memimpin BMKG sejak 2017. Pengangkatan Faisal sebagai Kepala BMKG ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163/TPA Tahun 2025 tertanggal 22 Oktober 2025.
Dikutip dari laman BMKG, upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Dalam prosesi tersebut, Faisal mengucapkan sumpah jabatan di hadapan para pejabat dan tamu undangan.
Baca Juga: Profil Prof Dwikorita Karnawati, Mantan Rektor UGM yang kini Menjabat Direktur BMKG
"Demi Allah, saya bersumpah akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti kepada bangsa dan negara," ucap Faisal dalam prosesi pelantikan.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya peran BMKG dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. "BMKG merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi cuaca, iklim, dan kualitas udara dalam kaitannya dengan upaya mitigasi risiko dan perencanaan kebijakan nasional di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi," kata Dudy.
Dudy menjelaskan bahwa peran dan partisipasi aktif BMKG sangat dibutuhkan dalam mendukung berbagai agenda strategis nasional. Ia menilai kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan berdaya saing tinggi sangat penting agar BMKG dapat terus berkembang menjadi lembaga yang responsif, adaptif, dan berorientasi ilmiah terhadap kebutuhan masyarakat.
Dudy juga berharap di bawah kepemimpinan yang baru, BMKG dapat terus bertransformasi menjadi lembaga yang modern dan berdaya saing global. Menjelang periode penting seperti Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 serta Angkutan Lebaran 2026, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
"Saya berharap kolaborasi dan sinergitas sektor antara BMKG dengan kementerian maupun lembaga dalam mengantisipasi berbagai hal kaitannya dengan aspek meteorologi, geofisika, klimatologi, dan geofisika dapat terjalin dengan baik demi memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat."
Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada Dwikorita Karnawati atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin BMKG, serta ucapan selamat kepada Teuku Faisal Fathani atas amanah baru yang diemban. "Semoga BMKG terus menjadi lembaga yang solid, profesional, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan publik yang unggul," pungkasnya.
Pelantikan ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Nomor BA-MIH/32 Tahun 2025 oleh pejabat yang mengambil sumpah, pegawai yang diangkat, dan para saksi. Hadir sebagai saksi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsda TNI Mohammad Syafil serta Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama.
(zik)
Lihat Juga :