Jurus Ketum Bahlil Incar Suara Pemilih Muda di 2029, Ini Strateginya
Minggu, 02 November 2025 - 20:20 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan target Pemilu 2029 saat Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Minggu (2/11/2025). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
KENDARI - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memiliki target pada Pemilu 2029. Dia menyampaikan tujuan partai untuk menambah perolehan kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota seraya menekankan pentingnya konsolidasi internal hingga tingkat akar rumput serta percepatan regenerasi kader guna merebut suara pemilih muda.
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), Bahlil menyatakan Golkar tidak boleh berpuas diri dengan capaian pemilu sebelumnya. Dia meminta seluruh pengurus dan kader menyiapkan langkah konkret untuk meningkatkan perolehan kursi di semua level legislatif.
Baca juga: Buka Pendidikan untuk Politikus Muda Golkar, Bahlil Puji Misbakhun
“Target Partai Golkar bukan hanya mempertahankan, tapi menambah kursi baik di DPR RI, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ujar Bahlil di Kendari, Minggu (2/11/2025).
Untuk mencapai sasaran tersebut, dia menginstruksikan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Struktur partai harus diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk revitalisasi pengurus yang tak lagi aktif.
“Konsolidasi harus berjalan sampai desa. Pengurus yang tinggal nama harus direvitalisasi. Golkar tidak bisa besar tanpa mesin yang bergerak di bawah,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, strategi Golkar akan mengandalkan percepatan regenerasi. Bahlil menilai komposisi pemilih Pemilu 2029 didominasi kelompok usia 17 hingga 50 tahun, dengan porsi mencapai 73 persen populasi pemilih. Karena itu, partai dituntut adaptif terhadap dinamika anak muda.
Bahlil menyebut Golkar telah memiliki tradisi regenerasi, mencontohkan kehadiran sejumlah kader muda yang kini duduk di parlemen nasional. Perubahan ini harus terus diperluas agar Golkar tetap relevan di era kompetisi politik yang semakin cepat.
Dalam forum tersebut, Bahlil mengapresiasi peningkatan kursi Golkar di Sultra pada Pemilu 2024. Namun, dia mengingatkan agar Musda bukan sekadar forum seremonial memilih ketua melainkan momentum menyusun program, rekomendasi, dan strategi pemenangan yang lebih kuat.
Dia juga menekankan agar kader menjaga soliditas dan merangkul semua pihak pasca-Musda. “Partai ini hanya bisa kuat jika kompak. Kita harus rapatkan barisan demi target yang lebih besar,” ucapnya.
Dengan kombinasi target politik yang agresif, konsolidasi struktural hingga desa serta fokus pada pemilih muda, Golkar berharap mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia pada Pemilu 2029.
Musda kali ini adalah Musda XI yang menghasilkan Bupati Muna Barat La Ode Darwin sebagai Ketua DPD Golkar Sultra periode 2025-2030. Sebelumnya, Musda X diadakan pada tahun 2020 untuk memilih kepengurusan DPD Golkar Sultra masa bakti 2020-2025.
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), Bahlil menyatakan Golkar tidak boleh berpuas diri dengan capaian pemilu sebelumnya. Dia meminta seluruh pengurus dan kader menyiapkan langkah konkret untuk meningkatkan perolehan kursi di semua level legislatif.
Baca juga: Buka Pendidikan untuk Politikus Muda Golkar, Bahlil Puji Misbakhun
“Target Partai Golkar bukan hanya mempertahankan, tapi menambah kursi baik di DPR RI, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ujar Bahlil di Kendari, Minggu (2/11/2025).
Untuk mencapai sasaran tersebut, dia menginstruksikan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Struktur partai harus diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk revitalisasi pengurus yang tak lagi aktif.
“Konsolidasi harus berjalan sampai desa. Pengurus yang tinggal nama harus direvitalisasi. Golkar tidak bisa besar tanpa mesin yang bergerak di bawah,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, strategi Golkar akan mengandalkan percepatan regenerasi. Bahlil menilai komposisi pemilih Pemilu 2029 didominasi kelompok usia 17 hingga 50 tahun, dengan porsi mencapai 73 persen populasi pemilih. Karena itu, partai dituntut adaptif terhadap dinamika anak muda.
Bahlil menyebut Golkar telah memiliki tradisi regenerasi, mencontohkan kehadiran sejumlah kader muda yang kini duduk di parlemen nasional. Perubahan ini harus terus diperluas agar Golkar tetap relevan di era kompetisi politik yang semakin cepat.
Dalam forum tersebut, Bahlil mengapresiasi peningkatan kursi Golkar di Sultra pada Pemilu 2024. Namun, dia mengingatkan agar Musda bukan sekadar forum seremonial memilih ketua melainkan momentum menyusun program, rekomendasi, dan strategi pemenangan yang lebih kuat.
Dia juga menekankan agar kader menjaga soliditas dan merangkul semua pihak pasca-Musda. “Partai ini hanya bisa kuat jika kompak. Kita harus rapatkan barisan demi target yang lebih besar,” ucapnya.
Dengan kombinasi target politik yang agresif, konsolidasi struktural hingga desa serta fokus pada pemilih muda, Golkar berharap mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia pada Pemilu 2029.
Musda kali ini adalah Musda XI yang menghasilkan Bupati Muna Barat La Ode Darwin sebagai Ketua DPD Golkar Sultra periode 2025-2030. Sebelumnya, Musda X diadakan pada tahun 2020 untuk memilih kepengurusan DPD Golkar Sultra masa bakti 2020-2025.
(jon)
Lihat Juga :