Bangun Pemerintahan yang Kuat dan Akuntabel, BSSN Perkuat Sinergi dengan BPK
Senin, 27 Oktober 2025 - 17:43 WIB
loading...
Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan kuliah di Kantor BSSN, Sawangan, Depok. Foto/istimewa
A
A
A
DEPOK - Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) menekankan pentingnya sinergitas yang kuat antara lembaga pengawasan keuangan dan lembaga keamanan siber dalam membangun pemerintahan yang tangguh, transparan, dan akuntabel.
Hal itu dikatakan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi saat kuliah umum bersama Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nyoman Adhi Suryadnyana. Kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan di Kantor BSSN Sawangan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan keberhasilan Visi Indonesia Emas 2045.
Nugroho menyampaikan kuliah umum ini untuk menginspirasi taruna-taruni Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) beserta pegawai BSSN untuk bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik secara berkelanjutan.
Baca juga: Kemenekraf, BSSN, dan Kemendag Teken MoU Perkuat Ekonomi Kreatif
“Kehadiran Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I BPK RI Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana menjadi inspirasi bagi taruna-taruni Poltek SSN beserta pegawai BSSN untuk bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Sementara itu, Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana dalam kuliah umumnya bertema “Sinergi Hasil Pemeriksaan BPK dengan BSSN dalam Mencapai Visi Indonesia Emas 2045”, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel.
Menurut Nyoman, keberhasilan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh sistem pengawasan yang kuat dan transparan.
Baca juga: Mutasi 300 Pati TNI, Letjen Nugroho Sulistyo Budi Digeser Jadi Kepala BSSN
“BPK dan BSSN memiliki peran strategis yang saling melengkapi, BPK memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan efektif, sedangkan BSSN menjaga keamanan informasi dan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung pemerintahan modern,” katanya.
Melalui forum ini, kata Nyoman, para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik dalam setiap aspek profesi keamanan siber dan sandi negara.
“Integritas dan akuntabilitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari profesi siber. Ketika teknologi semakin maju, ancaman juga semakin kompleks. Oleh karena itu, nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme harus menjadi fondasi,” pesan Nyoman.
Nyoman menekankan pentingnya kolaborasi antara kedua lembaga pemerintahan. “Yang satu mengawal akuntabilitas, yang satu menjaga keamanan informasi dan ruang siber, keduanya menyatu pada satu kompas, yaitu kepentingan rakyat di atas segalanya,” tegas Nyoman.
Hadir dalam acara ini Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, Sarjono, Direktur Pemeriksaan I.A. BPK RI, Arief Fadillah, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BSSN.
Hal itu dikatakan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi saat kuliah umum bersama Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nyoman Adhi Suryadnyana. Kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan di Kantor BSSN Sawangan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan keberhasilan Visi Indonesia Emas 2045.
Nugroho menyampaikan kuliah umum ini untuk menginspirasi taruna-taruni Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) beserta pegawai BSSN untuk bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik secara berkelanjutan.
Baca juga: Kemenekraf, BSSN, dan Kemendag Teken MoU Perkuat Ekonomi Kreatif
“Kehadiran Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I BPK RI Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana menjadi inspirasi bagi taruna-taruni Poltek SSN beserta pegawai BSSN untuk bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Sementara itu, Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana dalam kuliah umumnya bertema “Sinergi Hasil Pemeriksaan BPK dengan BSSN dalam Mencapai Visi Indonesia Emas 2045”, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel.
Menurut Nyoman, keberhasilan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh sistem pengawasan yang kuat dan transparan.
Baca juga: Mutasi 300 Pati TNI, Letjen Nugroho Sulistyo Budi Digeser Jadi Kepala BSSN
“BPK dan BSSN memiliki peran strategis yang saling melengkapi, BPK memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan efektif, sedangkan BSSN menjaga keamanan informasi dan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung pemerintahan modern,” katanya.
Melalui forum ini, kata Nyoman, para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik dalam setiap aspek profesi keamanan siber dan sandi negara.
“Integritas dan akuntabilitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari profesi siber. Ketika teknologi semakin maju, ancaman juga semakin kompleks. Oleh karena itu, nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme harus menjadi fondasi,” pesan Nyoman.
Nyoman menekankan pentingnya kolaborasi antara kedua lembaga pemerintahan. “Yang satu mengawal akuntabilitas, yang satu menjaga keamanan informasi dan ruang siber, keduanya menyatu pada satu kompas, yaitu kepentingan rakyat di atas segalanya,” tegas Nyoman.
Hadir dalam acara ini Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, Sarjono, Direktur Pemeriksaan I.A. BPK RI, Arief Fadillah, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BSSN.
(cip)
Lihat Juga :