Prabowo Diminta Kaji Ulang Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, DPR: Bukan Bahasa Internasional
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 18:58 WIB
loading...
Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana mendukung keinginan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menerapkan pembelajaran bahasa Portugis di sekolah Indonesia. Namun, dia menyarankan keinginan itu dikaji kembali. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana mendukung keinginan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menerapkan pembelajaran bahasa Portugis di sekolah Indonesia. Namun, dia menyarankan agar keinginan itu dikaji kembali.
Pasalnya, bahasa Portugis bukanlah bahasa internasional maupun pengetahuan umum di lingkungan akademik. Dia menilai keinginan Prabowo itu hanya sekadar menghibur Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat bertamu ke Istana Negara, Jakarta.
Baca juga: DPR: Pengajaran Bahasa Portugis Bisa Diujicobakan di NTT
"Bahasa Portugis itu bukan bahasa pergaulan internasional. Bukan pula bahasa pengetahuan umum digunakan di kalangan akademik. Mungkin Presiden sedang meng-entertain Presiden Lula sebagai bagian dari diplomasi," ujar Bonnie, Sabtu (25/10/2025).
Menurut dia, pembelajaran bahasa Portugis akan memberatkan siswa. Begitu pula dengan guru yang mesti mahir berbahasa Portugis. Para siswa dan guru tak terbebani bila pembelajaran bahasa Portugis bersifat tak wajib seperti halnya ekstrakurikuler atau pelajaran tambahan.
Di sisi lain, Bonnie mempertanyakan mengenai staf pengajar atau guru yang akan mengajarkan bahasa Portugis kepada siswa. Dengan pelajaran tambahan tentunya akan ada anggaran tambahan untuk mendukungnya.
"Namun lagi-lagi pertanyaannya siapa yang akan mengajar? Gurunya dari mana? Apakah juga siap dengan anggarannya?” ungkap Bonnie.
Dia menyarankan sekolah lebih memaksimalkan pengajaran bahasa Inggris atau bahasa Mandarin, karena merupakan bahasa wajib sekaligus bahasa internasional.
"Lebih baik maksimalkan mutu pengajaran bahasa Inggris atau kalau mau ada tambahan pelajaran bahasa, bahasa Mandarin jauh lebih strategis untuk diajarkan," ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba memutuskan bahwa bahasa Portugis akan diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Keputusan itu disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Pasalnya, bahasa Portugis bukanlah bahasa internasional maupun pengetahuan umum di lingkungan akademik. Dia menilai keinginan Prabowo itu hanya sekadar menghibur Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat bertamu ke Istana Negara, Jakarta.
Baca juga: DPR: Pengajaran Bahasa Portugis Bisa Diujicobakan di NTT
"Bahasa Portugis itu bukan bahasa pergaulan internasional. Bukan pula bahasa pengetahuan umum digunakan di kalangan akademik. Mungkin Presiden sedang meng-entertain Presiden Lula sebagai bagian dari diplomasi," ujar Bonnie, Sabtu (25/10/2025).
Menurut dia, pembelajaran bahasa Portugis akan memberatkan siswa. Begitu pula dengan guru yang mesti mahir berbahasa Portugis. Para siswa dan guru tak terbebani bila pembelajaran bahasa Portugis bersifat tak wajib seperti halnya ekstrakurikuler atau pelajaran tambahan.
Di sisi lain, Bonnie mempertanyakan mengenai staf pengajar atau guru yang akan mengajarkan bahasa Portugis kepada siswa. Dengan pelajaran tambahan tentunya akan ada anggaran tambahan untuk mendukungnya.
"Namun lagi-lagi pertanyaannya siapa yang akan mengajar? Gurunya dari mana? Apakah juga siap dengan anggarannya?” ungkap Bonnie.
Dia menyarankan sekolah lebih memaksimalkan pengajaran bahasa Inggris atau bahasa Mandarin, karena merupakan bahasa wajib sekaligus bahasa internasional.
"Lebih baik maksimalkan mutu pengajaran bahasa Inggris atau kalau mau ada tambahan pelajaran bahasa, bahasa Mandarin jauh lebih strategis untuk diajarkan," ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba memutuskan bahwa bahasa Portugis akan diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Keputusan itu disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
(jon)
Lihat Juga :