Ribuan Peserta Antusias Ikuti Webinar Cara Mudah Peroleh Sertifikasi Halal Dapur MBG
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 08:06 WIB
loading...
Kepala KPPG Bogor Haidir menjadi pembicara dalam Webinar Halal dalam Genggaman: Sertifikasi Dapur MBG Tuntas dalam 1 Bulan yang digelar KPPG Bogor bekerja sama dengan LPH LPPOM. Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Sekitar 2.500 peserta antusias mengikuti Webinar “Halal dalam Genggaman: Sertifikasi Dapur MBG Tuntas dalam 1 Bulan” yang digelar KPPG Bogor bekerja sama dengan LPH LPPOM. Acara ini mengupas cara mudah dan cepat memperoleh sertifikasi halal dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) .
Sertifikasi MBG yang tuntas hanya dalam satu bulan sebagai langkah nyata mewujudkan makanan halal, aman, dan bergizi bagi masyarakat.
Baca juga: Ramai-ramai Dukung Rekomendasi MUI soal Jaminan Halal Program MBG
Dalam sambutannya, Kepala KPPG Bogor Haidir menjelaskan KPPG merupakan unit pelaksana teknis di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Salah satu fokus utama KPPG memastikan seluruh dapur penyelenggara MBG memenuhi dua sertifikasi penting yakni Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Sertifikasi Halal (SH).
“Melalui sertifikasi halal, kami ingin menjamin hak konsumen muslim agar makanan yang dikonsumsi benar-benar terbebas dari unsur haram dan sesuai dengan kaidah agama,” ujar Haidir, Sabtu (18/10/2025).
Dia menuturkan sertifikasi halal juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik. “Adanya sertifikasi halal, masyarakat merasa tenang dan yakin terhadap kualitas serta kehalalan makanan yang disajikan dalam program MBG,” katanya.
Sertifikasi halal juga memiliki aspek legalitas yang kuat. “Sejak diberlakukannya Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH), maka setiap produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia, termasuk yang berada dalam program pemerintah seperti MBG wajib memiliki sertifikat halal,” ucapnya.
Menurut dia, label halal bukan sekadar simbol religiusitas, tetapi juga menjadi jaminan keamanan dan kualitas pangan. “Dalam proses sertifikasi halal, yang dinilai bukan hanya kehalalannya, tetapi juga aspek kebersihan, sanitasi, dan keamanan bahan yang digunakan. Jadi, halal itu menyeluruh dari bahan hingga penyajiannya,” ujar Haidir.
Dia mengapresiasi LPPOM atas sinergi dan dukungan yang diberikan. “Kami berharap melalui webinar ini, para kepala SPPG dan mitra MBG mendapat pemahaman yang lebih baik tentang proses sertifikasi halal serta bagaimana cara mengurusnya dengan cepat dan aman,” katanya.
Sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang berpengalaman lebih dari tiga dekade, LPPOM hadir untuk memberikan pendampingan komprehensif bagi para pelaku program MBG. Dalam webinar tersebut, LPPOM juga memperkenalkan program edukatif “Halal On 30” yakni sesi pembelajaran singkat selama 30 menit yang menjelaskan alur sertifikasi halal secara praktis dan mudah dipahami.
Melalui webinar ini, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam penyelenggaraan MBG serta langkah-langkah praktis untuk memperolehnya. Kolaborasi antara KPPG Bogor dan LPH LPPOM diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antarlembaga dalam mendukung implementasi jaminan produk halal sekaligus memperkuat program MBG yang aman, sehat, dan bernilai ibadah.
Sertifikasi MBG yang tuntas hanya dalam satu bulan sebagai langkah nyata mewujudkan makanan halal, aman, dan bergizi bagi masyarakat.
Baca juga: Ramai-ramai Dukung Rekomendasi MUI soal Jaminan Halal Program MBG
Dalam sambutannya, Kepala KPPG Bogor Haidir menjelaskan KPPG merupakan unit pelaksana teknis di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Salah satu fokus utama KPPG memastikan seluruh dapur penyelenggara MBG memenuhi dua sertifikasi penting yakni Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Sertifikasi Halal (SH).
“Melalui sertifikasi halal, kami ingin menjamin hak konsumen muslim agar makanan yang dikonsumsi benar-benar terbebas dari unsur haram dan sesuai dengan kaidah agama,” ujar Haidir, Sabtu (18/10/2025).
Dia menuturkan sertifikasi halal juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik. “Adanya sertifikasi halal, masyarakat merasa tenang dan yakin terhadap kualitas serta kehalalan makanan yang disajikan dalam program MBG,” katanya.
Sertifikasi halal juga memiliki aspek legalitas yang kuat. “Sejak diberlakukannya Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH), maka setiap produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia, termasuk yang berada dalam program pemerintah seperti MBG wajib memiliki sertifikat halal,” ucapnya.
Menurut dia, label halal bukan sekadar simbol religiusitas, tetapi juga menjadi jaminan keamanan dan kualitas pangan. “Dalam proses sertifikasi halal, yang dinilai bukan hanya kehalalannya, tetapi juga aspek kebersihan, sanitasi, dan keamanan bahan yang digunakan. Jadi, halal itu menyeluruh dari bahan hingga penyajiannya,” ujar Haidir.
Dia mengapresiasi LPPOM atas sinergi dan dukungan yang diberikan. “Kami berharap melalui webinar ini, para kepala SPPG dan mitra MBG mendapat pemahaman yang lebih baik tentang proses sertifikasi halal serta bagaimana cara mengurusnya dengan cepat dan aman,” katanya.
Sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang berpengalaman lebih dari tiga dekade, LPPOM hadir untuk memberikan pendampingan komprehensif bagi para pelaku program MBG. Dalam webinar tersebut, LPPOM juga memperkenalkan program edukatif “Halal On 30” yakni sesi pembelajaran singkat selama 30 menit yang menjelaskan alur sertifikasi halal secara praktis dan mudah dipahami.
Melalui webinar ini, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam penyelenggaraan MBG serta langkah-langkah praktis untuk memperolehnya. Kolaborasi antara KPPG Bogor dan LPH LPPOM diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antarlembaga dalam mendukung implementasi jaminan produk halal sekaligus memperkuat program MBG yang aman, sehat, dan bernilai ibadah.
(jon)
Lihat Juga :