IEAB Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Kedaulatan Energi Nasional

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:30 WIB
loading...
IEAB Ajak Masyarakat...
Direktur Eksekutif IEAB M Niko Kapisan menyerukan agar seluruh elemen bangsa bersatu dalam mendukung langkah pemerintah mewujudkan kedaulatan energi nasional. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institut Energi Anak Bangsa (IEAB), M Niko Kapisan menyerukan agar seluruh elemen bangsa bersatu dalam mendukung langkah pemerintah mewujudkan kedaulatan energi nasional. Niko menegaskan, perjuangan menuju swasembada energi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, dan bukan tugas yang mudah dijalankan.

Menurut Niko, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya memperkuat kemandirian sektor energi nasional, termasuk dengan memperkokoh Pertamina sebagai BUMN strategis. Namun, langkah ini justru memunculkan berbagai tekanan dan upaya pembentukan opini negatif dari kelompok yang merasa diuntungkan oleh ketergantungan energi Indonesia terhadap pihak luar.

“Sebagai anak bangsa, kita melihat dengan jelas bahwa upaya pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 bukanlah hal yang mudah. Langkah menuju swasembada energi tentu akan menghadapi berbagai tantangan dan serangan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh kondisi ketergantungan bangsa,” ujar Niko, Selasa (14/10/2025).

Baca juga: BP Energy Outlook 2025 Menyoroti Prospek Energi di Era Perubahan Global

Niko menambahkan, Pertamina adalah aset strategis milik rakyat yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, segala bentuk upaya pelemahan terhadap BUMN energi tersebut harus disikapi secara bijak dan penuh kewaspadaan.

“Ketika pemerintah berupaya memperkuat Pertamina sebagai BUMN strategis di sektor migas, muncul serangan dan framing negatif yang bertubi-tubi dari pihak-pihak yang tidak menginginkan bangsa ini berdaulat di bidang energi. Padahal, Pertamina adalah milik rakyat,” tegasnya.

Niko juga menyoroti maraknya disinformasi di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat, terutama dalam isu energi dan kebijakan nasional. Ia menilai pihak asing dan kelompok tertentu kerap memanfaatkan ruang digital untuk mengganggu stabilitas bangsa.

Baca juga: Profil HBL Mantiri, Jebolan Batujajar Eks Panglima Komando di Timtim yang Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan

“Sayangnya, di era media sosial yang tidak sepenuhnya terkontrol, banyak isu disebarkan untuk mengadu domba masyarakat, terutama terkait energi dan kebijakan nasional,” ujarnya.

Setelah Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS, Niko meyakini tekanan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia mandiri secara ekonomi dan energi akan semakin kuat. Karena itu, ia menyerukan seluruh rakyat untuk tetap kompak mendukung program pembangunan nasional.



“Terlebih lagi, setelah Indonesia secara resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS, serangan dan tekanan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan kemandirian bangsa ini akan semakin gencar. Oleh karena itu, kita semua harus waspada dan bersatu,” kata Niko.

Menutup pernyataannya, Niko mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan program besar Asta Cita Presiden Prabowo.

“Mari kita bergandengan tangan, menjaga persatuan, serta mendukung setiap langkah pemerintah dalam membangun kedaulatan energi nasional. Jangan biarkan kita diadu domba, karena perpecahan hanya akan membuka jalan bagi penjajahan dalam bentuk baru,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Rekomendasi
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Berita Terkini
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved