Data Lengkap, Dokter Tifa Sebut Buku Gibran's Black Paper Bakal Rilis Awal November 2025
Selasa, 14 Oktober 2025 - 08:46 WIB
loading...
Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan peluncuran buku Gibrans Black Paper dipercepat dari akhir tahun menjadi awal November 2025. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa mengaku bahwa selain mempersoalkan ijasah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) , pihaknya juga mengumpulkan data dan analisis terhadap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka atau anak Jokowi. Dia mengklaim pengumpulan data untuk pembuatan buku soal Gibran telah lengkap.
"Alhamdulillah karena data-data dari Gibran itu juga sudah cukup lengkap, kami sudah selesai pada pengumpulan data," ucap Dr Tifa kepada wartawan di KPUD DKI Jakarta, Senin (14/10/2025).
Baca juga: Kronologi Dugaan Sabotase Peluncuran Buku Jokowi's White Paper
Setelah data terkumpul lengkap dan proses meta analisis rampung, maka buku Gibran's Black Paper akan segera diluncurkan. Peluncuran buku yang awalnya dijadwalkan akhir tahun ini pun, dipercepat pada awal November.
"Kami sudah melakukan meta analisis dan Insya Allah buku Gibran's black paper maju ya dari jadwal kami di bulan Desember 2025 Insya Allah awal bulan November 2025 sudah bisa kami rilis ya," ujar dokter Tifa.
Sebelumnya, dokter Tifa bersama pakar IT Roy Suryo dan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar telah meluncurkan buku Jokowi's White Paper.
Jokowi's White Paper merupakan buku publik dengan 700 halaman berisi penelitian tentang ijazah dan dokumen pendukung terproduksinya sebuah ijazah, skripsi, foto, hingga perilaku. Dia pun menyumbangkan pemikirannya tentang ilmu Neurobehaviour, Neuropolitika, hingga Metakognisi.
Baca juga: ANRI Akui Tak Punya Arsip Ijazah Jokowi
Dia menerangkan, dari sisi telematika idenya berasal dari Roy Suryo, sedangkan dari sisi digital forensik idenya disumbangkan Rismon Sianipar. Dalam buka tersebut, dia pun mengulas tentang perilaku Jokowi.
"Jadi, tugas saya adalah bagaimana sih perilaku Joko Widodo selama ini, bagaimana body language, face languagenya, itu cocok nggak sih dengan prototyping atau profiling dari digital forensiknya," ujar dokter Tifa di Polda Metro Jaya, Kamis (21/8/2025).
"Alhamdulillah karena data-data dari Gibran itu juga sudah cukup lengkap, kami sudah selesai pada pengumpulan data," ucap Dr Tifa kepada wartawan di KPUD DKI Jakarta, Senin (14/10/2025).
Baca juga: Kronologi Dugaan Sabotase Peluncuran Buku Jokowi's White Paper
Setelah data terkumpul lengkap dan proses meta analisis rampung, maka buku Gibran's Black Paper akan segera diluncurkan. Peluncuran buku yang awalnya dijadwalkan akhir tahun ini pun, dipercepat pada awal November.
"Kami sudah melakukan meta analisis dan Insya Allah buku Gibran's black paper maju ya dari jadwal kami di bulan Desember 2025 Insya Allah awal bulan November 2025 sudah bisa kami rilis ya," ujar dokter Tifa.
Sebelumnya, dokter Tifa bersama pakar IT Roy Suryo dan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar telah meluncurkan buku Jokowi's White Paper.
Jokowi's White Paper merupakan buku publik dengan 700 halaman berisi penelitian tentang ijazah dan dokumen pendukung terproduksinya sebuah ijazah, skripsi, foto, hingga perilaku. Dia pun menyumbangkan pemikirannya tentang ilmu Neurobehaviour, Neuropolitika, hingga Metakognisi.
Baca juga: ANRI Akui Tak Punya Arsip Ijazah Jokowi
Dia menerangkan, dari sisi telematika idenya berasal dari Roy Suryo, sedangkan dari sisi digital forensik idenya disumbangkan Rismon Sianipar. Dalam buka tersebut, dia pun mengulas tentang perilaku Jokowi.
"Jadi, tugas saya adalah bagaimana sih perilaku Joko Widodo selama ini, bagaimana body language, face languagenya, itu cocok nggak sih dengan prototyping atau profiling dari digital forensiknya," ujar dokter Tifa di Polda Metro Jaya, Kamis (21/8/2025).
(shf)
Lihat Juga :