Kowani Dorong Perempuan Suarakan Kemajuan melalui Jalur Politik
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 23:03 WIB
loading...
Talkshow bertema Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045 di Kantor Kowani. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia ( Kowani ) mendorong perempuan Indonesia menyuarakan kemajuan melalui jalur politik, meski tidak mutlak harus menjadi politisi. Dengan begitu, Kowani berkewajiban membangun generasi perempuan Indonesia yang berani berpikir kritis dan aktif berpartisipasi di bidang pendidikan, kesehatan, politik, sains, dan teknologi demi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto dalam talkshow bertema “Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar secara hybrid di Kantor Kowani, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025) siang. Nannie mengatakan kegiatan ini sebagai wujud komitmen Kowani dalam mengangkat peran perempuan dalam pembangunan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Nannie, perempuan bukan hanya pendamping, melainkan agen perubahan dan pengambil keputusan yang menentukan arah kebijakan bangsa. “Menjadi perempuan cerdas berarti terus belajar, saling menguatkan, bersatu, berdaya, serta aktif mengambil peran dan berkontribusi nyata di ruang publik,” ujarnya dalam talkshow yang digelar Kowani dan dihadiri oleh Ketua Bidang Politik Kowani Rahayu Setya Wardani, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, dan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat tersebut.
Baca juga: Maknai Hari Kartini, Kowani Komitmen Wujudkan Perempuan Indonesia Mandiri
Nannie berharap melalui kegiatan ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis sebagai bekal Kowani dalam memperkuat peran perempuan dalam politik dan pembangunan.
Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan Rosaline Rumaseuw menekankan acara ini menjadi momentum penting bagi perempuan Indonesia. Pasalnya, kegiatan talkshow ini diharapkan mampu menginspirasi kelompok perempuan Indonesia untuk terus maju dan berperan dalam pembangunan.
"Acara ini menjadi landasan bagi Kowani untuk bergerak bagi semua perempuan hebat yang ada di Indonesia," ucap Rosaline yang juga Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua ini.
Sejumlah hal dibahas dalam talkshow ini, misalnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Kowani pun menegaskan bahwa perempuan bukan hanya pendamping, melainkan agen perubahan dan pengambil keputusan yang dapat mempengaruhi kebijakan negara.
“Perempuan cerdas adalah perempuan yang terus belajar, saling menguatkan, bersatu, berdaya, serta aktif berkontribusi di ruang publik,” ujar Rosaline.
Rosaline mengaku Kowani juga menyoroti kesetaraan gender sebagai syarat mutlak bagi pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pengakuan penuh tanpa diskriminasi gender di ruang publik, memiliki nilai yang sangat penting untuk kemajuan bangsa.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan Kowani harus mampu melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki para perempuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Dengan keanggotaan Kowani yang tersebar di Tanah Air, merupakan kekuatan yang dahsyat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi. Saya yakin, bila upaya itu dilakukan secara bersama-sama akan berhasil,” kata Lestari.
Ia menekankan, Kowani harus kembali menjadi rumah besar gerakan perempuan Indonesia, bukan sekadar saksi sejarah, tetapi penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Dirinya yakin bila semua elemen perempuan memahami dan menyadari untuk berjuang bersama-sama, banyak pekerjaan rumah yang bisa dituntaskan terkait eksistensi perempuan di Tanah Air.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto dalam talkshow bertema “Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar secara hybrid di Kantor Kowani, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025) siang. Nannie mengatakan kegiatan ini sebagai wujud komitmen Kowani dalam mengangkat peran perempuan dalam pembangunan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Nannie, perempuan bukan hanya pendamping, melainkan agen perubahan dan pengambil keputusan yang menentukan arah kebijakan bangsa. “Menjadi perempuan cerdas berarti terus belajar, saling menguatkan, bersatu, berdaya, serta aktif mengambil peran dan berkontribusi nyata di ruang publik,” ujarnya dalam talkshow yang digelar Kowani dan dihadiri oleh Ketua Bidang Politik Kowani Rahayu Setya Wardani, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, dan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat tersebut.
Baca juga: Maknai Hari Kartini, Kowani Komitmen Wujudkan Perempuan Indonesia Mandiri
Nannie berharap melalui kegiatan ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis sebagai bekal Kowani dalam memperkuat peran perempuan dalam politik dan pembangunan.
Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan Rosaline Rumaseuw menekankan acara ini menjadi momentum penting bagi perempuan Indonesia. Pasalnya, kegiatan talkshow ini diharapkan mampu menginspirasi kelompok perempuan Indonesia untuk terus maju dan berperan dalam pembangunan.
"Acara ini menjadi landasan bagi Kowani untuk bergerak bagi semua perempuan hebat yang ada di Indonesia," ucap Rosaline yang juga Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua ini.
Sejumlah hal dibahas dalam talkshow ini, misalnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Kowani pun menegaskan bahwa perempuan bukan hanya pendamping, melainkan agen perubahan dan pengambil keputusan yang dapat mempengaruhi kebijakan negara.
“Perempuan cerdas adalah perempuan yang terus belajar, saling menguatkan, bersatu, berdaya, serta aktif berkontribusi di ruang publik,” ujar Rosaline.
Rosaline mengaku Kowani juga menyoroti kesetaraan gender sebagai syarat mutlak bagi pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pengakuan penuh tanpa diskriminasi gender di ruang publik, memiliki nilai yang sangat penting untuk kemajuan bangsa.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan Kowani harus mampu melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki para perempuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Dengan keanggotaan Kowani yang tersebar di Tanah Air, merupakan kekuatan yang dahsyat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi. Saya yakin, bila upaya itu dilakukan secara bersama-sama akan berhasil,” kata Lestari.
Ia menekankan, Kowani harus kembali menjadi rumah besar gerakan perempuan Indonesia, bukan sekadar saksi sejarah, tetapi penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Dirinya yakin bila semua elemen perempuan memahami dan menyadari untuk berjuang bersama-sama, banyak pekerjaan rumah yang bisa dituntaskan terkait eksistensi perempuan di Tanah Air.
(rca)
Lihat Juga :