Siap-Siap! WITF 2025 Kembali dengan Skala Lebih Besar, Lebih Baik
Selasa, 07 Oktober 2025 - 12:28 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) kembali hadir untuk kedua kalinya dan menjadi agenda tahunan bagi industri pariwisata nasional. Ajang B2B tourism tradeshow ini dirancang sebagai platform strategis untuk menjual Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan maupun sebagai tuan rumah kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia), Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa WITF merupakan bukti keseriusan industri pariwisata di Indonesia untuk membangun sektor ini lebih kuat dan berkelanjutan.
WITF 2025 akan diselenggarakan pada 9–12 Oktober 2025 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition)-PIK2, menghadirkan lebih dari 200 buyers internasional yang berasal dari 40 negara serta 300 corporate buyers dan trade visitor dari beragam korporasi.
Kegiatan ini juga mengajak ebih dari 300 exhibitors dari berbagai destinasi di Indonesia, baik dari hoteliers, destination management company (DMC), taman rekreasi, transportasi, maskapai penerbangan, travel agent tour operator, desa wisata dan komunitas wisata dari berbagai destinasi di Indonesia. Para buyers akan dipertemukan langsung dengan para pelaku utama industri pariwisata Indonesia.
Ajang ini sendiri dapat dibilang memiliki keterwakilan yang tinggi dari provinsi-provinsi di Indonesia yang mencapai 70% keikutsertaan sebagai exhibitors. Keikutsertaan provinsi ini menjadi menarik bagi buyers untuk mencoba destinasi wisata baru yang ada di Indonesia. Penyelenggaraan WITF 2025 juga mendapat endorsement dari Kementerian Pariwisata RI dan beragam pihak seperti perbankan, asosiasi industri, komunitas pariwisata, dan stakeholder terkait lainnya.
“WITF 2025 bukan sekadar ajang transaksi, melainkan juga platform untuk menampilkan wajah pariwisata Indonesia secara utuh: dari keindahan alam, keragaman budaya, hingga kapasitas sebagai destinasi MICE. Event ini dirancang untuk memperkuat positioning Indonesia di kancah pariwisata internasional.” ungkap Budi Tirtawisata selaku Wakil Ketua Umum GIPI dan juga ketua Steering Committee WITF 2025.
Secara paralel dengan penyelenggaraan WITF 2025, Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan SEABEF (South East Asia Business Event Forum), sebuah konferensi MICE yang mempertemukan para pemangku kepentingan Asia Tenggara untuk membahas perkembangan industri event, peluang kolaborasi, serta strategi penguatan daya saing kawasan.
“SEABEF yang dilakukan bersama dengan WITF 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat positioning Indonesia tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai destinasi unggulan MICE di kawasan Asia Tenggara. Melalui ajang ini, kita menunjukkan kesiapan Indonesia dari sisi infrastruktur, SDM, serta keberagaman venue yang mampu mengakomodasi kegiatan meeting, incentive, convention, dan exhibition berskala internasional. Event ini menjadi bukti bahwa Indonesia siap bersaing dan menjadi tuan rumah bagi berbagai penyelenggaraan event dunia.” ungkap Vinsensius Jemadu selaku Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan/Events, Kemenpar RI.
Sejalan dengan komitmen menuju keberlanjutan, WITF 2025 juga dikategorikan sebagai Green Event. Tahun ini, panitia melaksanakan penghitungan emisi karbon dan jejak karbon (carbon footprint) dari aktivitas para buyer dan seller yang hadir, guna mendorong penerapan praktik pariwisata yang lebih bertanggung jawab.
WITF 2025 akan diselenggarakan pada 9–12 Oktober 2025 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition)-PIK2, menghadirkan lebih dari 200 buyers internasional yang berasal dari 40 negara serta 300 corporate buyers dan trade visitor dari beragam korporasi.
Kegiatan ini juga mengajak ebih dari 300 exhibitors dari berbagai destinasi di Indonesia, baik dari hoteliers, destination management company (DMC), taman rekreasi, transportasi, maskapai penerbangan, travel agent tour operator, desa wisata dan komunitas wisata dari berbagai destinasi di Indonesia. Para buyers akan dipertemukan langsung dengan para pelaku utama industri pariwisata Indonesia.
Ajang ini sendiri dapat dibilang memiliki keterwakilan yang tinggi dari provinsi-provinsi di Indonesia yang mencapai 70% keikutsertaan sebagai exhibitors. Keikutsertaan provinsi ini menjadi menarik bagi buyers untuk mencoba destinasi wisata baru yang ada di Indonesia. Penyelenggaraan WITF 2025 juga mendapat endorsement dari Kementerian Pariwisata RI dan beragam pihak seperti perbankan, asosiasi industri, komunitas pariwisata, dan stakeholder terkait lainnya.
“WITF 2025 bukan sekadar ajang transaksi, melainkan juga platform untuk menampilkan wajah pariwisata Indonesia secara utuh: dari keindahan alam, keragaman budaya, hingga kapasitas sebagai destinasi MICE. Event ini dirancang untuk memperkuat positioning Indonesia di kancah pariwisata internasional.” ungkap Budi Tirtawisata selaku Wakil Ketua Umum GIPI dan juga ketua Steering Committee WITF 2025.
Secara paralel dengan penyelenggaraan WITF 2025, Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan SEABEF (South East Asia Business Event Forum), sebuah konferensi MICE yang mempertemukan para pemangku kepentingan Asia Tenggara untuk membahas perkembangan industri event, peluang kolaborasi, serta strategi penguatan daya saing kawasan.
“SEABEF yang dilakukan bersama dengan WITF 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat positioning Indonesia tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai destinasi unggulan MICE di kawasan Asia Tenggara. Melalui ajang ini, kita menunjukkan kesiapan Indonesia dari sisi infrastruktur, SDM, serta keberagaman venue yang mampu mengakomodasi kegiatan meeting, incentive, convention, dan exhibition berskala internasional. Event ini menjadi bukti bahwa Indonesia siap bersaing dan menjadi tuan rumah bagi berbagai penyelenggaraan event dunia.” ungkap Vinsensius Jemadu selaku Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan/Events, Kemenpar RI.
Sejalan dengan komitmen menuju keberlanjutan, WITF 2025 juga dikategorikan sebagai Green Event. Tahun ini, panitia melaksanakan penghitungan emisi karbon dan jejak karbon (carbon footprint) dari aktivitas para buyer dan seller yang hadir, guna mendorong penerapan praktik pariwisata yang lebih bertanggung jawab.
(unt)
Lihat Juga :