Apa Tema HUT ke-80 TNI? Simak Ulasan dan Maknanya di Sini
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 06:07 WIB
loading...
Gladi bersih Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Tema HUT ke-80 TNI yang akan digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025) diulas di artikel ini. Berbagai persiapan telah dilakukan menyambut acara tahunan tersebut.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap berusia 80 tahun pada Minggu (5/20/2025). Sebelum puncak peringatan HUT ke-80 TNI digelar, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung gladi bersih di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025) pagi.
Ribuan prajurit dari tiga matra TNI tampak berbaris rapi sesuai kesatuan masing-masing. Mereka berbaris di depan panggung utama.
Presiden yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan pengecekan pasukan. Di belakang rombongan Presiden dan Panglima, tampak mobil terbuka yang ditumpangi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
![Apa Tema HUT ke-80 TNI? Simak Ulasan dan Maknanya di Sini]()
Setelah melakukan pengecekan pasukan, rombongan lantas berhenti di panggung utama. Setelah itu, Presiden dijadwalkan menyampaikan amanat dalam HUT ke-80 TNI .
Berbagai atraksi spektakuler juga ditampilkan, seperti teatrikal pembebasan sandera hingga demonstrasi udara yang diikuti oleh pesawat tempur.
Sebanyak 133 ribu prajurit akan dilibatkan saat puncak HUT ke-80 TNI. Alutsista canggih juga akan unjuk kekuatan melalui defile kendaraan tempur hingga demo udara.
Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Gladi Bersih HUT ke-80 TNI di Monas
"Alutsista yang tergelar dan ikut serta dalam demonstrasi, ada kurang lebih 1.047. Kita harapkan nanti pada saat pelaksanaan di tanggal 5, cuaca mendukung," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah kepada wartawan di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
HUT TNI kali ini akan menjadi sejarah lantaran untuk pertama kalinya Prabowo Subianto akan hadir sebagai Presiden. Berkaca pada peringatan HUT TNI sebelumnya, Presiden akan menjadi inspektur upacara.
Diketahui, pada HUT ke-79 TNI yang digelar pada 5 Oktober 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara, yang menjadi komandan upacara pada saat itu adalah Mayjen TNI Djon Afriandi yang kala itu menjabat Komandan Kopassus. Sejak Agustus 2025, Djon Afriandi resmi menjadi Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus). Pangkatnya bintang 3, yakni Letjen TNI.
Baca Juga: HUT TNI 2025 Kapan dan Digelar di Mana? Ini Informasi Lengkapnya
"Yang pasti presiden berbeda ya, yang hadir ya. Kemarin kan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terakhir ya, kemudian sekarang Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Freddy.
Menurutnya, kalimat TNI Prima bermakna bahwa para prajurit TNI akan bekerja secara profesional serta responsif. "TNI Prima sesuai dengan visi Bapak Panglima TNI, saya itu memberikan gambaran bahwa di ulang tahunnya ke-80 ini, TNI akan selalu profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif," kata Freddy.
Kemudian, 'TNI Rakyat' diambil dari jati diri prajurit yang berasal dari rakyat. "Kemudian TNI Rakyat diambil dari jati diri TNI, yaitu tentara rakyat, tentara berjuang, tentara profesional, kemudian tentara nasional," katanya.
Terakhir 'Indonesia Maju'. Ini merupakan komitmen TNI mewujudkan bangsa ini ke arah yang lebih positif. Sebab, selain menjaga pertahanan nasional, TNI juga hadir dalam operasi militer selain perang (OMSP), contohnya hadir ketika terjadi musibah di negeri ini.
"Indonesia Maju berarti, di samping kemampuan tempur, itu kemampuan dalam operasi militer selain perang itu mendukung seluruh program nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju," ujarnya.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap berusia 80 tahun pada Minggu (5/20/2025). Sebelum puncak peringatan HUT ke-80 TNI digelar, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung gladi bersih di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025) pagi.
Ribuan prajurit dari tiga matra TNI tampak berbaris rapi sesuai kesatuan masing-masing. Mereka berbaris di depan panggung utama.
Presiden yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan pengecekan pasukan. Di belakang rombongan Presiden dan Panglima, tampak mobil terbuka yang ditumpangi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Setelah melakukan pengecekan pasukan, rombongan lantas berhenti di panggung utama. Setelah itu, Presiden dijadwalkan menyampaikan amanat dalam HUT ke-80 TNI .
Berbagai atraksi spektakuler juga ditampilkan, seperti teatrikal pembebasan sandera hingga demonstrasi udara yang diikuti oleh pesawat tempur.
Sebanyak 133 ribu prajurit akan dilibatkan saat puncak HUT ke-80 TNI. Alutsista canggih juga akan unjuk kekuatan melalui defile kendaraan tempur hingga demo udara.
Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Gladi Bersih HUT ke-80 TNI di Monas
"Alutsista yang tergelar dan ikut serta dalam demonstrasi, ada kurang lebih 1.047. Kita harapkan nanti pada saat pelaksanaan di tanggal 5, cuaca mendukung," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah kepada wartawan di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
HUT TNI kali ini akan menjadi sejarah lantaran untuk pertama kalinya Prabowo Subianto akan hadir sebagai Presiden. Berkaca pada peringatan HUT TNI sebelumnya, Presiden akan menjadi inspektur upacara.
Diketahui, pada HUT ke-79 TNI yang digelar pada 5 Oktober 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara, yang menjadi komandan upacara pada saat itu adalah Mayjen TNI Djon Afriandi yang kala itu menjabat Komandan Kopassus. Sejak Agustus 2025, Djon Afriandi resmi menjadi Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus). Pangkatnya bintang 3, yakni Letjen TNI.
Baca Juga: HUT TNI 2025 Kapan dan Digelar di Mana? Ini Informasi Lengkapnya
"Yang pasti presiden berbeda ya, yang hadir ya. Kemarin kan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terakhir ya, kemudian sekarang Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Freddy.
Tema HUT ke-80 TNI
HUT ke-80 TNI pada tahun 2025 ini mengusung tema "TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju". Freddy Ardianzah membedah makna tema yang diangkat pada perayaan HUT ke-80 TNI ini.Menurutnya, kalimat TNI Prima bermakna bahwa para prajurit TNI akan bekerja secara profesional serta responsif. "TNI Prima sesuai dengan visi Bapak Panglima TNI, saya itu memberikan gambaran bahwa di ulang tahunnya ke-80 ini, TNI akan selalu profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif," kata Freddy.
Kemudian, 'TNI Rakyat' diambil dari jati diri prajurit yang berasal dari rakyat. "Kemudian TNI Rakyat diambil dari jati diri TNI, yaitu tentara rakyat, tentara berjuang, tentara profesional, kemudian tentara nasional," katanya.
Terakhir 'Indonesia Maju'. Ini merupakan komitmen TNI mewujudkan bangsa ini ke arah yang lebih positif. Sebab, selain menjaga pertahanan nasional, TNI juga hadir dalam operasi militer selain perang (OMSP), contohnya hadir ketika terjadi musibah di negeri ini.
"Indonesia Maju berarti, di samping kemampuan tempur, itu kemampuan dalam operasi militer selain perang itu mendukung seluruh program nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :