Perbaikan Sistem Pemilu dan Parpol Perlu Didorong, Demi Lahirkan Caleg Berkompeten dan Hindari Money Politics

Jum'at, 26 September 2025 - 19:02 WIB
loading...
Perbaikan Sistem Pemilu...
Co-Founder Malaka Project Cania Citta Irlanie dalam Dialog Persatuan Muda Talks bertajuk Muda Kritis dan Bersatu: Merawat Demokrasi di Era Digital, di iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
A A A
JAKARTA - Sistem pemilu saat ini dinilai masih timbulkan persoalan, baik lahirnya calon legislatif ( caleg ) yang inkompeten, maupun money politics. Untuk itu, sistem pemilihan proporsional terbuka yang berlaku saat ini didorong untuk dikoreksi.

Usulan itu dilayangkan Co-Founder Malaka Project, Cania Citta Irlanie, dalam Dialog Persatuan Muda Talks bertajuk "Muda Kritis dan Bersatu: Merawat Demokrasi di Era Digital," di iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Rakernas dan HUT ke-11 Partai Perindo .

Menurutnya, sistem pemilihan popular (popular vote) yang berlaku saat ini, masih menimbulkan praktik money politics. Dengan demikian, ia menilai, pemilu menjadi ajang seberapa besar modal calon pemimpin. Untuk keluar dari masalah ini, Cania menilai perlu adanya perbaikan sistem pemilu.

"Nah, sebenarnya untuk keluar dari game ini, kan kita bisa tweak the system sebenarnya, sistem pemilunya itu sendiri. Makanya kalau saya sendiri sekarang lagi men-support juga nih upaya-upaya revisi UU Pemilu," ujar Cania.

Baca Juga: Cegah Aturan Hasil Akrobat, DPR dan Pemerintah Didorong Segera Bahas Paket RUU Politik

Cania menambahkan, "Kita coba mengevaluasi sebenarnya sistem pemilu kita ini ada nggak sih, ada di-crack gitu ya, sehingga kita keluar dari game bisa bayar berapa-berapa kepala gitu loh. Karena sekarang sebenarnya itu aja yang membuat jadi barrier kita tuh."

Cania memperkirakan, calon pemimpin yang hendak maju di pemilu tingkat daerah harus menyiapkan modal antara Rp30-50 miliar. Menurutnya, tak semua calon yang berkompeten memiliki modal sebanyak itu.



"Jadi kita bisa perjuangin supaya game pemilunya ini nggak membuat kita terjebak di dalam money politics yang sekarang ada, ya," ucap Cania.

Cania berkata, keberadaan praktik money politics dan caleg selebriti tak bisa dihindarkan dari sistem pemilihan proporsional terbuka yang berlaku saat ini. Apalagi, kata dia, parpol dituntut harus meraih ambang batas suara minimal 4%.

"Bagaimana caranya partai harus nyampe 4% ambang suara gitu kan, terus dia harus punya calon yang maksudnya kompeten gitu, sedangkan orang nggak ada yang tau (calegnya), ya nggak mungkin. Pasti game-nya akan beli celebrity, taruh jadi calon, karena dia udah jelas, jutaan orang tau dia kayak gitu loh," kata Cania.

Cania mengatakan, kita mesti keluar dari game ini. "Makanya harus kita pikirkan bagaimana sistem pemilunya dikoreksi nih, gitu, supaya kita keluar dari game ini, sehingga tadi popular vote-nya pun tidak serta-merta akhirnya jadi menjadi siklus inkompetensi tadi, gitu ya," tegasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Rekomendasi
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved