Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Minta Polri Bebaskan Aktivis, Begini Jawaban Kapolri
Jum'at, 26 September 2025 - 16:21 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengaku menghormati upaya tokoh GNB yang meminta agar aktivis Delpedro dibebaskan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengaku telah menerima surat dari sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang meminta kepolisian membebaskan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen dkk yang ditahan Polda Metro Jaya. Delpedro ditahan atas dugaan penghasutan aksi anarkis beberapa waktu lalu.
“Saya sudah mendapatkan surat dari salah satu tokoh GNB, kalau tidak salah dari mantan Ibu Negara (Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid). Dan tentunya saya menghormati, kita semua menghormati,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025).
Sigit mengaku menghormati atas surat yang dikirimkan para tokoh GNB tersebut. Meski begitu, Sigit meminta waktu untuk mendalami peristiwa demo rusuh sebelum mengambil keputusan.
Baca juga: Temui Delpedro Dkk di Polda Metro, Istri Gus Dur: Meluruskan dan Membebaskan Semuanya
“Namun tentunya beri kami kesempatan untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi, sehingga kemudian kami bisa memutuskan apakah proses ini bisa kita tindaklanjuti dengan apa yang diajukan, yang diharapkan,” ujar dia.
Sigit belum bisa memastikan apakah permintaan penangguhan penahanan akan dikabulkan atau tidak. Menurutnya, keputusan itu akan diputuskan oleh penyidik.
“Kalau seandainya nanti ada temuan yang kemudian penyidik melihat bahwa terkait dengan syarat-syarat yang kemudian memang menjadi syarat penangguhan itu, menurut penyidik ternyata belum bisa dipenuhi, tentunya kami akan menjelaskan,” ungkapnya.
Baca juga: Gerakan Nurani Bangsa Surati Kapolri, Minta Delpedro Dkk Dibebaskan
Sigit menegaskan menghargai surat yang dikirim oleh GNB dan akan mempertimbangkan penangguhan penahanan setelah para tokoh bangsa ini siap menjadi penjamin.
“Tapi yang jelas, sekali lagi, kami semua sangat menghormati apa yang menjadi aspirasi dari para tokoh Gerakan Nurani Bangsa, kami appreciate. Dan itu menjadi salah satu perhatian kami kepada seluruh anggota untuk kemudian menjadi rujukan, menjadi pertimbangan,” jelas dia.
Sebelumnya, sejumlah tokoh GNB meminta kepada pihak kepolisian untuk menangguhkan penahanan sejumlah aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan aksi anarkistis beberapa waktu lalu. Mereka juga bersedia menjadi penjamin terkait penangguhan penahanan tersebut.
“Kami sudah bersepakat dari Gerakan Nurani Bangsa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penangguhan itu. Jadi poinnya kami bersedia menjadi penjamin,” kata mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Polda Metro Jaya, Selasa, 23 September 2025.
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) juga secara resmi menyurati Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang berisi permintaan penangguhan penahanan terhadap sejumlah aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya.
“Saya sudah mendapatkan surat dari salah satu tokoh GNB, kalau tidak salah dari mantan Ibu Negara (Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid). Dan tentunya saya menghormati, kita semua menghormati,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025).
Sigit mengaku menghormati atas surat yang dikirimkan para tokoh GNB tersebut. Meski begitu, Sigit meminta waktu untuk mendalami peristiwa demo rusuh sebelum mengambil keputusan.
Baca juga: Temui Delpedro Dkk di Polda Metro, Istri Gus Dur: Meluruskan dan Membebaskan Semuanya
“Namun tentunya beri kami kesempatan untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi, sehingga kemudian kami bisa memutuskan apakah proses ini bisa kita tindaklanjuti dengan apa yang diajukan, yang diharapkan,” ujar dia.
Sigit belum bisa memastikan apakah permintaan penangguhan penahanan akan dikabulkan atau tidak. Menurutnya, keputusan itu akan diputuskan oleh penyidik.
“Kalau seandainya nanti ada temuan yang kemudian penyidik melihat bahwa terkait dengan syarat-syarat yang kemudian memang menjadi syarat penangguhan itu, menurut penyidik ternyata belum bisa dipenuhi, tentunya kami akan menjelaskan,” ungkapnya.
Baca juga: Gerakan Nurani Bangsa Surati Kapolri, Minta Delpedro Dkk Dibebaskan
Sigit menegaskan menghargai surat yang dikirim oleh GNB dan akan mempertimbangkan penangguhan penahanan setelah para tokoh bangsa ini siap menjadi penjamin.
“Tapi yang jelas, sekali lagi, kami semua sangat menghormati apa yang menjadi aspirasi dari para tokoh Gerakan Nurani Bangsa, kami appreciate. Dan itu menjadi salah satu perhatian kami kepada seluruh anggota untuk kemudian menjadi rujukan, menjadi pertimbangan,” jelas dia.
Sebelumnya, sejumlah tokoh GNB meminta kepada pihak kepolisian untuk menangguhkan penahanan sejumlah aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan aksi anarkistis beberapa waktu lalu. Mereka juga bersedia menjadi penjamin terkait penangguhan penahanan tersebut.
“Kami sudah bersepakat dari Gerakan Nurani Bangsa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penangguhan itu. Jadi poinnya kami bersedia menjadi penjamin,” kata mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Polda Metro Jaya, Selasa, 23 September 2025.
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) juga secara resmi menyurati Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang berisi permintaan penangguhan penahanan terhadap sejumlah aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya.
(cip)
Lihat Juga :