Prabowo Deklarasikan Swasembada Beras, Mentan: Bukti Keberpihakan pada Petani
Rabu, 24 September 2025 - 23:35 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mendeklarasikan Indonesia mencapai swasembada beras dengan tingkat produksi dan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengapresiasi petani Indonesia. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Di Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo Subianto resmi mendeklarasikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan tingkat produksi dan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah. Swasembada beras menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa menuju kedaulatan pangan sekaligus bukti nyata kerja keras petani Indonesia.
Prabowo menegaskan capaian swasembada beras merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional. Capaian ini menjadi salah satu pembuktian bahwa Indonesia bisa mandiri dan berdaulat dalam pangan.
Baca juga: Prabowo: Swasembada Pangan di Depan Mata, Produksi Beras-Jagung Tertinggi Sepanjang Sejarah
Atas capaian ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi petani Indonesia. Keberhasilan ini adalah hadiah bagi petani bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.
“Capaian swasembada beras adalah bukti keberpihakan pemerintah kepada petani melalui kebijakan nyata yakni refocusing anggaran untuk produksi pangan, penetapan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram, penghapusan rafaksi harga, hingga pembangunan ekosistem pangan yang berkeadilan,” ungkap Amran dikutip Rabu (24/9/2025).
Seiring itu, BUMN pangan yang terdiri dari Bulog, ID Food, Pupuk Indonesia, dan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), turut memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir. Sinergi ini mencakup ketersediaan pupuk dan sarana produksi, distribusi hasil panen, pengelolaan stok, hingga jaminan harga yang adil bagi petani.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan, PTPN Group berkomitmen penuh membangun ekosistem pangan yang berkeadilan bagi petani. Pembangunan itu melalui perbaikan tata kelola lahan, peningkatan produktivitas, serta integrasi rantai pasok pangan nasional. “Kami memastikan petani mendapatkan manfaat yang sepadan dari kerja keras mereka,” ucapnya.
Swasembada beras bukanlah akhir dari perjalanan melainkan awal dari penguatan kedaulatan pangan nasional. “Tentunya kami bersama BUMN pangan lain akan terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas produksi, distribusi, dan harga pangan, sehingga kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Deklarasi swasembada beras ini menjadi babak baru pembangunan pertanian nasional. Capaian ini juga sekaligus penegasan bahwa kemandirian pangan hanya bisa terwujud dengan keberpihakan kepada petani dan kerja sama seluruh pihak.
Prabowo menegaskan capaian swasembada beras merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional. Capaian ini menjadi salah satu pembuktian bahwa Indonesia bisa mandiri dan berdaulat dalam pangan.
Baca juga: Prabowo: Swasembada Pangan di Depan Mata, Produksi Beras-Jagung Tertinggi Sepanjang Sejarah
Atas capaian ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi petani Indonesia. Keberhasilan ini adalah hadiah bagi petani bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.
“Capaian swasembada beras adalah bukti keberpihakan pemerintah kepada petani melalui kebijakan nyata yakni refocusing anggaran untuk produksi pangan, penetapan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram, penghapusan rafaksi harga, hingga pembangunan ekosistem pangan yang berkeadilan,” ungkap Amran dikutip Rabu (24/9/2025).
Seiring itu, BUMN pangan yang terdiri dari Bulog, ID Food, Pupuk Indonesia, dan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), turut memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir. Sinergi ini mencakup ketersediaan pupuk dan sarana produksi, distribusi hasil panen, pengelolaan stok, hingga jaminan harga yang adil bagi petani.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan, PTPN Group berkomitmen penuh membangun ekosistem pangan yang berkeadilan bagi petani. Pembangunan itu melalui perbaikan tata kelola lahan, peningkatan produktivitas, serta integrasi rantai pasok pangan nasional. “Kami memastikan petani mendapatkan manfaat yang sepadan dari kerja keras mereka,” ucapnya.
Swasembada beras bukanlah akhir dari perjalanan melainkan awal dari penguatan kedaulatan pangan nasional. “Tentunya kami bersama BUMN pangan lain akan terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas produksi, distribusi, dan harga pangan, sehingga kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Deklarasi swasembada beras ini menjadi babak baru pembangunan pertanian nasional. Capaian ini juga sekaligus penegasan bahwa kemandirian pangan hanya bisa terwujud dengan keberpihakan kepada petani dan kerja sama seluruh pihak.
(jon)
Lihat Juga :