Rumor PDIP Terlibat Demo Ricuh, Guntur Romli: Informasi Sesat dan Mencari Kambing Hitam
Jum'at, 19 September 2025 - 19:46 WIB
loading...
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menyangkal PDIP terlibat aksi demo ricuh akhir Agustus 2025 lalu. Dia menyatakan informasi tersebut sesat dan hanya mencari kambing hitam. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menyangkal PDIP terlibat aksi demo ricuh akhir Agustus 2025 lalu. Dia menyatakan informasi tersebut sesat dan hanya mencari kambing hitam.
"Informasi menyesatkan kalau PDIP dibilang terlibat kerusuhan. Apalagi ada kabar Presiden Prabowo menerima informasi PDIP terlibat kerusuhan," ujar Guntur, Jumat (19/9/2025).
Menurut dia, tak ada untungnya PDIP terlibat demo ricuh. Apalagi PDIP punya kekuatan dan kekuasaan di DPR.
Baca juga: Soroti Pelibatan Anak dalam Demo Anarkis, KPAI Desak Provokator Ditindak Tegas
"Bertugas di DPR adalah kekuatan politik PDIP saat ini, buat apa demo-demo dengan tuntutan bubarin DPR apalagi sampai rusuh? Ini seperti membakar kandang sendiri," katanya.
Di sisi lain, menurut dia, pencopotan Budi Gunawan dari jabatan Menko Polkam di Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Terlebih, Budi Gunawan bukanlah kader PDIP. "PDIP berada di luar pemerintahan dan tidak terkait reshuffle," ucapnya.
Sementara, kedatangan politikus PDIP Adian Napitupulu ke RSCM untuk melayat driver ojol Affan Kurniawan juga tak bisa menjadi dasar keterlibatan PDIP. Adian datang karena ada informasi pengurusan jenazah Affan dipersulit.
Meski di luar pemerintahan, Guntur menegaskan posisi PDIP tetap menghormati pemerintah. Apalagi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi dan berterima kasih pada Prabowo ketika mendapat amnesti.
Selain itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menghadiri jumpa pers bersama Presiden Prabowo dan ketua umum parpol pada 31 Agustus 2025. Hal ini merupakan dukungan pada Prabowo untuk mengendalikan situasi.
"Maka, tuduhan PDIP terlibat kerusuhan merupakan informasi sesat dan upaya mencari kambing hitam karena pola kerusuhan yang terorganisir dan terlatih memantik dugaan kuat adanya pertarungan elite-elite yang memegang kekuasaan serta komando," ujar Guntur.
"Informasi menyesatkan kalau PDIP dibilang terlibat kerusuhan. Apalagi ada kabar Presiden Prabowo menerima informasi PDIP terlibat kerusuhan," ujar Guntur, Jumat (19/9/2025).
Menurut dia, tak ada untungnya PDIP terlibat demo ricuh. Apalagi PDIP punya kekuatan dan kekuasaan di DPR.
Baca juga: Soroti Pelibatan Anak dalam Demo Anarkis, KPAI Desak Provokator Ditindak Tegas
"Bertugas di DPR adalah kekuatan politik PDIP saat ini, buat apa demo-demo dengan tuntutan bubarin DPR apalagi sampai rusuh? Ini seperti membakar kandang sendiri," katanya.
Di sisi lain, menurut dia, pencopotan Budi Gunawan dari jabatan Menko Polkam di Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Terlebih, Budi Gunawan bukanlah kader PDIP. "PDIP berada di luar pemerintahan dan tidak terkait reshuffle," ucapnya.
Sementara, kedatangan politikus PDIP Adian Napitupulu ke RSCM untuk melayat driver ojol Affan Kurniawan juga tak bisa menjadi dasar keterlibatan PDIP. Adian datang karena ada informasi pengurusan jenazah Affan dipersulit.
Meski di luar pemerintahan, Guntur menegaskan posisi PDIP tetap menghormati pemerintah. Apalagi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi dan berterima kasih pada Prabowo ketika mendapat amnesti.
Selain itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menghadiri jumpa pers bersama Presiden Prabowo dan ketua umum parpol pada 31 Agustus 2025. Hal ini merupakan dukungan pada Prabowo untuk mengendalikan situasi.
"Maka, tuduhan PDIP terlibat kerusuhan merupakan informasi sesat dan upaya mencari kambing hitam karena pola kerusuhan yang terorganisir dan terlatih memantik dugaan kuat adanya pertarungan elite-elite yang memegang kekuasaan serta komando," ujar Guntur.
(jon)
Lihat Juga :