Jadi Kepala Staf Kepresidenan, Qodari Harus Bisa Jadi Jubir Presiden
Jum'at, 19 September 2025 - 15:58 WIB
loading...
M. Qodari memberikan keterangan kepada media usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kantor Staf Kepresiden pada Rabu (17/9/2025). FOTO/DOK.KSP
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dinilai akan membawa Kantor Staf Presiden (KSP) lebih hidup dan membumi. Latar belakang Qodari sebagai peneliti, konsultan politik, dan akademisi, akan membuat KSP lebih aktif 'hadir' di tengah aneka isu besar nasional.
Penilaian ini disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah kepada media di Jakarta, Jumat (19/9/2025). Menurutnya, sebagai peneliti dan konsultan politik di sebuah lembaga survei, Qodari sudah sangat paham tentang seluk beluk pemerintahan. Apalagi, ditopang dengan basic akademisnya yang juga mendukung.
Tak kalah penting dari itu, kata Toto, Qodari harus diakui sebagai figur yang sangat loyal dengan karakter personalnya yang tegas dan berani dalam mengambil sikap. Dengan kata lain, Qodari memiliki sikap keberpihakan yang total dan tidak plin plan.
Apalagi, Qodari juga memiliki kemampuan komunikasi publik yang bagus, termasuk kemampuan membaca psikologi massa. Hal ini penting, terutama, dalam merespons aneka isu besar agar tidak blunder atau kontra produktif.
"Dengan bekal kelebihan tersebut, Qodari semestinya mampu mengisi kekosongan figur-figur strategis di lingkaran presiden yang mampu membaca dan menerjemahkan keinginan presiden," kata Toto.
Dari pengamatan Toto selama ini, Qodari itu juga punya potensi dan kemampuan selain menjadi Kepala KSP juga sekaligus menjadi juru bicara presiden. Intinya, Kepala KSP yang punya kemampuan menerjemahkan
pikiran dan ide-ide besar presiden.
"Nah, peran itulah yang yang tidak saya lihat selama ini," katanya.
Dalam analisa Toto, Presiden Prabowo saat ini sedang membutuhkan banyak juru bicara yang bisa membaca dan menerjemahkan pikiran-pikirannya. Terutama, dalam kontek isu-isu besar yang ingin dikapitalisasi, tapi yang muncul malah tone negatifnya.
Misalnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi andalan sekaligus mimpi besar yang ingin dijadikan sebagai legacy Presiden Prabowo. Namun belakangan muncul pemberitaan massif isu negatifnya, dari makanannya basi sampai keracunan di sejumlah wilayah.
Program besar lain dari Prabowo, menurut Toto, adalah soal ketahanan pangan dan energi. Di samping, program besar efisiensi dan pemberantasan korupsi. Program-program besar tersebut, sangat kurang dikapitalisasi menjadi pengetahuan publik yang massif dan disukai rakyat.
"Dalam konteks itu, saya berharap, Mas Qodari mampu mengisi kekosongan tersebut. Selain sebagai Kepala KSP, juga sebagai juru bicara pemerintah pusat. Idealnya, seluruh penyelenggaran negara, baik menteri maupun para kepala daerah mampu memerankan dirinya sebagai jubir," katanya.
Penilaian ini disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah kepada media di Jakarta, Jumat (19/9/2025). Menurutnya, sebagai peneliti dan konsultan politik di sebuah lembaga survei, Qodari sudah sangat paham tentang seluk beluk pemerintahan. Apalagi, ditopang dengan basic akademisnya yang juga mendukung.
Tak kalah penting dari itu, kata Toto, Qodari harus diakui sebagai figur yang sangat loyal dengan karakter personalnya yang tegas dan berani dalam mengambil sikap. Dengan kata lain, Qodari memiliki sikap keberpihakan yang total dan tidak plin plan.
Apalagi, Qodari juga memiliki kemampuan komunikasi publik yang bagus, termasuk kemampuan membaca psikologi massa. Hal ini penting, terutama, dalam merespons aneka isu besar agar tidak blunder atau kontra produktif.
"Dengan bekal kelebihan tersebut, Qodari semestinya mampu mengisi kekosongan figur-figur strategis di lingkaran presiden yang mampu membaca dan menerjemahkan keinginan presiden," kata Toto.
Dari pengamatan Toto selama ini, Qodari itu juga punya potensi dan kemampuan selain menjadi Kepala KSP juga sekaligus menjadi juru bicara presiden. Intinya, Kepala KSP yang punya kemampuan menerjemahkan
pikiran dan ide-ide besar presiden.
"Nah, peran itulah yang yang tidak saya lihat selama ini," katanya.
Dalam analisa Toto, Presiden Prabowo saat ini sedang membutuhkan banyak juru bicara yang bisa membaca dan menerjemahkan pikiran-pikirannya. Terutama, dalam kontek isu-isu besar yang ingin dikapitalisasi, tapi yang muncul malah tone negatifnya.
Misalnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi andalan sekaligus mimpi besar yang ingin dijadikan sebagai legacy Presiden Prabowo. Namun belakangan muncul pemberitaan massif isu negatifnya, dari makanannya basi sampai keracunan di sejumlah wilayah.
Program besar lain dari Prabowo, menurut Toto, adalah soal ketahanan pangan dan energi. Di samping, program besar efisiensi dan pemberantasan korupsi. Program-program besar tersebut, sangat kurang dikapitalisasi menjadi pengetahuan publik yang massif dan disukai rakyat.
"Dalam konteks itu, saya berharap, Mas Qodari mampu mengisi kekosongan tersebut. Selain sebagai Kepala KSP, juga sebagai juru bicara pemerintah pusat. Idealnya, seluruh penyelenggaran negara, baik menteri maupun para kepala daerah mampu memerankan dirinya sebagai jubir," katanya.
(abd)
Lihat Juga :