Wamenperin dan Menteri Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Strategis
Rabu, 17 September 2025 - 22:24 WIB
loading...
Wamenperin) Faisol Riza melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister of Industry and Trade Russian Federation, Aleksei Vladimirovich Gruzdev. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister of Industry and Trade Russian Federation, Aleksei Vladimirovich Gruzdev. Pertemuan tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan tersebut berlangsung disela-sela agenda BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2025 yang dilaksanakan di Xiamen, Tiongkok, pada 15– 17 September 2025.
Dalam pertemuan itu, Faisol yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membahas penguatan kerja sama industri khususnya pada sektor-sektor strategis.
Baca juga: GIIAS 2025 Resmi Dibuka, Menperin Agus Optimistis Industri Otomotif RI Kian Kokoh
"Salah satu agenda utama pembahasan adalah finalisasi sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang telah di sepakati pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dan salah satunya di bidang industri perkapalan," tuturnya, Rabu (17/9/2025).
Di samping peluang kerja sama industri dan juga dibahas rencana investasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, antara lain bidang infrastruktur yang dapat mendukung sektor industri, di antaranya nuclear powerplant, jaringan rel kereta api di Nusantara, dan produksi gas untuk industri.
“Dalam diskusi turut dibahas potensi kerja sama di bidang industri aluminium dan pengembangan kawasan industri. Kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya untuk penguatan kapasitas industri nasional, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem industri global yang inklusif,” ungkap Faisol.
Baca juga: Menperin Lepas Ekspor 10.000 Ton Baja Lapis ke AS, Nilainya Capai Rp205,4 Milliar
Di samping sektor-sektor tersebut, Indonesia juga membahas peluang peningkatan kerja sama sektor industri pupuk, karena Rusia melalui perusahaan-perusahaan besar seperti Uralchem, Uralkali, dan PhosAgro berkomitmen meningkatkan pasokan pupuk ke Indonesia. "Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang produktivitas sektor pertanian nasional," tuturnya.
Selain itu, Indonesia menyampaikan kesiapan untuk menjadi Partner Country pada INNOPROM 2026 di Rusia, sebagai bagian dari strategi transformasi industri nasional menuju industri berteknologi tinggi, berdaya saing global, dan berorientasi ekspor.
"Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia–Rusia dalam menciptakan pertumbuhan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh," kata Faisol.
Kehadiran ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional untuk mendorong industrialisasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi, sekaligus membuka peluang investasi serta kolaborasi teknologi dengan mitra global.
"Kementerian Perindustrian berharap forum ini dapat mendukung percepatan transformasi industri nasional, memperluas akses pasar global, serta memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di rantai pasok internasional," tandasnya.
Pertemuan tersebut berlangsung disela-sela agenda BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2025 yang dilaksanakan di Xiamen, Tiongkok, pada 15– 17 September 2025.
Dalam pertemuan itu, Faisol yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membahas penguatan kerja sama industri khususnya pada sektor-sektor strategis.
Baca juga: GIIAS 2025 Resmi Dibuka, Menperin Agus Optimistis Industri Otomotif RI Kian Kokoh
"Salah satu agenda utama pembahasan adalah finalisasi sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang telah di sepakati pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dan salah satunya di bidang industri perkapalan," tuturnya, Rabu (17/9/2025).
Di samping peluang kerja sama industri dan juga dibahas rencana investasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, antara lain bidang infrastruktur yang dapat mendukung sektor industri, di antaranya nuclear powerplant, jaringan rel kereta api di Nusantara, dan produksi gas untuk industri.
“Dalam diskusi turut dibahas potensi kerja sama di bidang industri aluminium dan pengembangan kawasan industri. Kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya untuk penguatan kapasitas industri nasional, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem industri global yang inklusif,” ungkap Faisol.
Baca juga: Menperin Lepas Ekspor 10.000 Ton Baja Lapis ke AS, Nilainya Capai Rp205,4 Milliar
Di samping sektor-sektor tersebut, Indonesia juga membahas peluang peningkatan kerja sama sektor industri pupuk, karena Rusia melalui perusahaan-perusahaan besar seperti Uralchem, Uralkali, dan PhosAgro berkomitmen meningkatkan pasokan pupuk ke Indonesia. "Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang produktivitas sektor pertanian nasional," tuturnya.
Selain itu, Indonesia menyampaikan kesiapan untuk menjadi Partner Country pada INNOPROM 2026 di Rusia, sebagai bagian dari strategi transformasi industri nasional menuju industri berteknologi tinggi, berdaya saing global, dan berorientasi ekspor.
"Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia–Rusia dalam menciptakan pertumbuhan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh," kata Faisol.
Kehadiran ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional untuk mendorong industrialisasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi, sekaligus membuka peluang investasi serta kolaborasi teknologi dengan mitra global.
"Kementerian Perindustrian berharap forum ini dapat mendukung percepatan transformasi industri nasional, memperluas akses pasar global, serta memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di rantai pasok internasional," tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :