Disesalkan Mundur dari DPR, Rahayu Saraswati Dinilai Representasi Suara Anak Muda
Jum'at, 12 September 2025 - 23:48 WIB
loading...
Koordinator Daerah BEM Nusantara DKI Jakarta Rahmatul Fajri menyesalkan mundurnya Rahayu Saraswati dari Anggota DPR. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Rahayu Saraswati mundur sebagai Anggota DPR disayangkan sejumlah pihak. Saraswati dianggap sosok yang mempresentasikan progresif anak muda di parlemen dan dekat dengan kalangan organisasi kepemudaan.
"Mundurnya Mbak Saras adalah kehilangan nyata bagi parlemen. Dia bukan sekadar politisi muda, tapi representasi suara progresif yang mampu menjembatani gagasan anak muda dengan problematika rakyat kecil," ujar Koordinator Daerah BEM Nusantara DKI Jakarta Rahmatul Fajri, Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Jejak Pendidikan Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Selama ini Saraswati dikenal sangat dekat dengan organisasi kepemudaan (OKP) dan aktif menyuarakan keberpihakan pada isu-isu masyarakat yang sering terabaikan.
"Kami melihat Mbak Saras sebagai sosok yang selalu membuka ruang dialog, tidak elitis, dan berani menghadirkan perspektif baru di tengah perdebatan politik yang sering kering dari ide,” ungkapnya.
Dalam konteks demokrasi, Fajri menilai mundurnya Saras menjadi alarm penting agar partai politik tidak mengabaikan kebutuhan regenerasi politik dan keberadaan anak muda dalam struktur pengambilan keputusan.
"Kita butuh lebih banyak Saras-Saras lain di DPR. Kehadiran anak muda di parlemen adalah kebutuhan strategis bangsa, bukan sekadar pemanis demokrasi," tuturnya.
Sebagai penegasan sikap, Koordinator Daerah BEM Nusantara Jakarta mengajak seluruh partai politik untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda, memberi kepercayaan pada kader-kader potensial, dan memastikan proses regenerasi politik berjalan secara sehat.
Kehadiran anak muda di parlemen dan ruang politik nasional bukan hanya simbol, tetapi bagian dari strategi besar untuk menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kepentingan rakyat.
"Mundurnya Mbak Saras adalah kehilangan nyata bagi parlemen. Dia bukan sekadar politisi muda, tapi representasi suara progresif yang mampu menjembatani gagasan anak muda dengan problematika rakyat kecil," ujar Koordinator Daerah BEM Nusantara DKI Jakarta Rahmatul Fajri, Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Jejak Pendidikan Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Selama ini Saraswati dikenal sangat dekat dengan organisasi kepemudaan (OKP) dan aktif menyuarakan keberpihakan pada isu-isu masyarakat yang sering terabaikan.
"Kami melihat Mbak Saras sebagai sosok yang selalu membuka ruang dialog, tidak elitis, dan berani menghadirkan perspektif baru di tengah perdebatan politik yang sering kering dari ide,” ungkapnya.
Dalam konteks demokrasi, Fajri menilai mundurnya Saras menjadi alarm penting agar partai politik tidak mengabaikan kebutuhan regenerasi politik dan keberadaan anak muda dalam struktur pengambilan keputusan.
"Kita butuh lebih banyak Saras-Saras lain di DPR. Kehadiran anak muda di parlemen adalah kebutuhan strategis bangsa, bukan sekadar pemanis demokrasi," tuturnya.
Sebagai penegasan sikap, Koordinator Daerah BEM Nusantara Jakarta mengajak seluruh partai politik untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda, memberi kepercayaan pada kader-kader potensial, dan memastikan proses regenerasi politik berjalan secara sehat.
Kehadiran anak muda di parlemen dan ruang politik nasional bukan hanya simbol, tetapi bagian dari strategi besar untuk menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kepentingan rakyat.
(jon)
Lihat Juga :