Profil Gus Irfan, Cucu KH Hasyim Asy'ari yang Jadi Menteri Haji dan Umrah

Senin, 08 September 2025 - 16:56 WIB
loading...
Profil Gus Irfan, Cucu...
Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan resmi dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/9/2025). Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan resmi dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/9/2025). Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian baru di Kabinet Merah Putih.

Gus Irfan sebelumnya menjabat Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) selama 10 bulan. Hingga kemudian pemerintah dan DPR menyepakati dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah.

Baca juga: Reshuffle Kabinet, 1 Kementerian Baru dan 5 Dirombak

Kementerian baru ini bertugas mengurus pelayanan ibadah haji yang selama ini berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Penyelenggaraan haji dan umrah pada 2026 akan dibawah Kementerian Haji dan Umrah ini.



Sosok Gus Irfan dikenal sebagai tokoh asal Jawa Timur. Dia merupakan cucu dari KH Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur pada 24 April 1962. Dia merupakan putra KH Yusuf Hasyim, putra dari KH Hasyim Asy'ari. Selama ini, Gus Irfan dikenal sebagai politikus Partai Gerindra yang kemudian mendapat tugas dari Presiden Prabowo sebagai Kepala BP Haji pada 22 Oktober 2024, hingga akhirnya dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah.

Baca juga: Budi Arie Kena Reshuffle, Ferry Juliantono Jabat Menteri Koperasi

Gus Irfan menempuh pendidikan SMPP Jombang (sekarang dikenal sebagai SMA Negeri 2 Jombang) dari tahun 1977 hingga 1981. Dia melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, dan meraih gelar Sarjana (S1) pada tahun 1985.

Pada tahun 2000, ia kembali melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Brawijaya dan berhasil meraih gelar Magister (S2) pada tahun 2002.

Selajutnya, Gus Irfan menyelesaikan program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam (S3) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Dia juga pernah aktif di beberapa organisasi, antara lain RMI Nahdlatul Ulama Jawa Timur (2024-2027) dan Lembaga Perekonomian NU (2015-2016).

Gus Irfan juga pernah menjadi Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng pada 1989-2006. Pada Pemilu 2024, Gus Irfan melenggang ke Senayan setelah menjadi caleg dari Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII. Dia meraih 77.433 suara.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Rekomendasi
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Berita Terkini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved