Langkah Konkret Wali Kota Semarang: Jaga Ketahanan Pangan dengan Gerakan Pangan Murah
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:26 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), program nasional yang digelar serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia. Gerakan ini dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kota Semarang, kegiatan dipusatkan di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8) dan dihadiri langsung Agustina, Wali Kota Semarang.
Pada kesempatan tersebut, Agustina melakukan teleconference dengan Menteri Dalam Negeri RI serta berkomunikasi secara virtual dengan lima kecamatan perwakilan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Genuk, Semarang Barat, Ngaliyan, Banyumanik, dan Gajahmungkur. Kegiatan ini juga dihadiri Forkopimda, anggota DPRD Kota Semarang, jajaran organisasi perangkat daerah Pemkot Semarang, pelaku usaha, dan masyarakat.
Agustina menegaskan komitmen Pemkot Semarang menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi dengan menghadirkan pangan murah yang mudah diakses masyarakat. “Ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik. Mekanisme pasar memang mempengaruhi harga, tapi dengan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa memastikan pasokan tetap stabil,” ujarnya.
Melalui GPM, Pemkot Semarang bersama BULOG, distributor pangan, dan pelaku usaha menyalurkan 13 ton beras SPHP dengan harga terjangkau. Selain beras, masyarakat juga dapat membeli komoditas strategis lain seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sayuran dengan harga di bawah pasaran. Program ini diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah potensi fluktuasi harga pangan.
Menurut Agustina, Semarang sebagai kota metropolitan memiliki tantangan dalam penyediaan pangan karena sebagian besar wilayah telah beralih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan produksi lokal. Oleh karena itu, Pemkot memperkuat rantai distribusi dan cadangan pangan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan pokok,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Agustina melakukan teleconference dengan Menteri Dalam Negeri RI serta berkomunikasi secara virtual dengan lima kecamatan perwakilan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Genuk, Semarang Barat, Ngaliyan, Banyumanik, dan Gajahmungkur. Kegiatan ini juga dihadiri Forkopimda, anggota DPRD Kota Semarang, jajaran organisasi perangkat daerah Pemkot Semarang, pelaku usaha, dan masyarakat.
Agustina menegaskan komitmen Pemkot Semarang menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi dengan menghadirkan pangan murah yang mudah diakses masyarakat. “Ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik. Mekanisme pasar memang mempengaruhi harga, tapi dengan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa memastikan pasokan tetap stabil,” ujarnya.
Melalui GPM, Pemkot Semarang bersama BULOG, distributor pangan, dan pelaku usaha menyalurkan 13 ton beras SPHP dengan harga terjangkau. Selain beras, masyarakat juga dapat membeli komoditas strategis lain seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sayuran dengan harga di bawah pasaran. Program ini diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah potensi fluktuasi harga pangan.
Menurut Agustina, Semarang sebagai kota metropolitan memiliki tantangan dalam penyediaan pangan karena sebagian besar wilayah telah beralih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan produksi lokal. Oleh karena itu, Pemkot memperkuat rantai distribusi dan cadangan pangan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan pokok,” jelasnya.
Lihat Juga :