Aliansi Mahasiswa Serukan Perdamaian Pascakerusuhan Agustus 2025

Sabtu, 06 September 2025 - 19:49 WIB
loading...
Aliansi Mahasiswa Serukan...
Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar Diskusi Publik dan Doa Lintas Iman di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/9/2025). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar Diskusi Publik dan Doa Lintas Iman di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/9/2025). Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa lintas kampus, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat sipil.

Acara ini mengangkat tema “Kerusuhan Agustus 2025 Berkedok Demonstrasi: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?”. Acara menghadirkan dua narasumber utama: Charles Gilbert, Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, dan Achmad Baha’ur Rifqi, Presidium Nasional BEM PTNU.

Diskusi terbagi menjadi dua sesi, yakni pemaparan publik terkait dampak kerusuhan serta doa lintas iman untuk memohon keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa. Hadir pula pemuka agama, ustadz dan pendeta, yang memimpin doa bersama demi terciptanya Indonesia yang lebih damai dan tenteram.

Baca juga: SBY Singgung Demo 10 Hari Terakhir: Kita Harus Jaga Dialog dan Kebersamaan



Ketua Pelaksana, Emon, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum merajut kembali persatuan bangsa pasca kerusuhan.

“Kerusuhan Agustus 2025 meninggalkan luka sosial yang dalam. Melalui forum ini, mahasiswa berdiri di garis depan untuk menyerukan perdamaian, memperkuat solidaritas lintas iman, serta memastikan bahwa kekerasan tidak lagi menjadi pilihan dalam menyampaikan aspirasi. Perdamaian adalah jalan terbaik untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Charles Gilbert membawakan topik “Kebebasan Berpendapat dalam Bingkai Kebangsaan dan Toleransi”. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara damai dan menolak provokasi yang merusak demokrasi.

“Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus disalurkan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab. Mahasiswa Kristiani menegaskan pentingnya toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak aksi provokatif yang merusak demokrasi,” ungkap Charles.

Sementara itu, Achmad Baha’ur Rifqi membawakan materi “Aspirasi Mahasiswa dan Tantangan Penunggang Gelap”. Ia mengulas fenomena aksi massa yang berubah menjadi kerusuhan akibat adanya pihak yang menunggangi gerakan rakyat.

“Kerusuhan Agustus lalu menunjukkan adanya pihak-pihak yang menunggangi aspirasi rakyat. Mahasiswa PTNU melihat ini sebagai tantangan untuk menjaga gerakan tetap murni, fokus pada kepentingan masyarakat, dan menegakkan demokrasi tanpa kekerasan,” tegas Baha.

Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan doa lintas iman yang dipimpin oleh ustaz dan pendeta bersama seluruh peserta. Puncak acara ditandai dengan pembacaan Deklarasi Perdamaian Gedung Joang 45, yang menegaskan sikap menolak kekerasan, menjaga persatuan bangsa, belajar dari tragedi Agustus 2025, serta mendukung pemerintah menindak tegas para pelaku kerusuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menegaskan perannya sebagai agen perdamaian yang mendorong dialog konstruktif, memperkuat toleransi, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
Polisi Hadang Massa...
Polisi Hadang Massa Aksi di Jalan Jenderal Sudirman
Ratusan Mahasiswa Gelar...
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Longmarch dari Senayan ke Bundaran HI
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Rekomendasi
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved