Pegiat Medsos: Saat Ini Konten Media Sosial Hanya Mengejar Viral dan Instan
Jum'at, 11 September 2020 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Praktisi emotional healing and mindfulness itu menilai, lingkungan atau kondisi permainan yang diciptakan oleh sosial media hanya semata pada jumlah penonton atau viewers. Bukan kualitas konten, tetapi lebih pada kuantitas penikmat kontennya.
"Karena kondisi permainan dan lingkungannya seperti itu, sebagian orang jadi tidak sadar diri dan hanya berburu kuantitas," ujar youtuber yang memiliki lebih dari 14 ribu subscribers itu.
Tidak dimungkiri jika jumlah subscriber atau views juga ikut berpotensi terhadap peluang mendapatkan rejeki. Namun menurut dia, setiap orang punya motivasi masing-masing, apakah hanya ingin berburu uang, jumlah views, dan sebagainya.
Sejauh ini, lulusan psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menegaskan, dirinya hanya ingin berbagi informasi sesuai dengan bidang yang ditekuninya yaitu kesehatan mental, psikologi, kesadaran diri. Sesuai misinya, dia tidak ingin keluar dari kompetensinya keilmuannya tersebut.
"Itu yang saya bagikan. Jadi saya tidak terpikir untuk melampaui atau keluar dari kompetensi saya. Hanya untuk mengedukasi. Kalaupun tidak banyak views-nya, itu adalah sebab akibat, ada konsekuensinya," tandas pemilik akun Twitter @AdjieSanPutro dengan 168 ribu pengikut tersebut.
"Karena kondisi permainan dan lingkungannya seperti itu, sebagian orang jadi tidak sadar diri dan hanya berburu kuantitas," ujar youtuber yang memiliki lebih dari 14 ribu subscribers itu.
Tidak dimungkiri jika jumlah subscriber atau views juga ikut berpotensi terhadap peluang mendapatkan rejeki. Namun menurut dia, setiap orang punya motivasi masing-masing, apakah hanya ingin berburu uang, jumlah views, dan sebagainya.
Sejauh ini, lulusan psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menegaskan, dirinya hanya ingin berbagi informasi sesuai dengan bidang yang ditekuninya yaitu kesehatan mental, psikologi, kesadaran diri. Sesuai misinya, dia tidak ingin keluar dari kompetensinya keilmuannya tersebut.
"Itu yang saya bagikan. Jadi saya tidak terpikir untuk melampaui atau keluar dari kompetensi saya. Hanya untuk mengedukasi. Kalaupun tidak banyak views-nya, itu adalah sebab akibat, ada konsekuensinya," tandas pemilik akun Twitter @AdjieSanPutro dengan 168 ribu pengikut tersebut.
(maf)
Lihat Juga :