NU Undang Akademisi Pro Israel ke Seminar, Gus Yahya: Saya Mohon Maaf Atas Kekhilafan
Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:07 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melayangkan permohonan maaf lantaran telah mengundang Peter Berkowitz dalam seminar NU. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melayangkan permohonan maaf lantaran telah mengundang Peter Berkowitz dalam seminar NU pada 15-16 Agustus 2025. Cendekiawan asal Amerika Serikat (AS) dianggap sebagai akademisi sekaligus tokoh pendukung Israel.
Gus Yahya mengaku khilaf telah mengundang akademisi pro Israel itu. Gus Yahya mengakui lesalahannya lantaran kurang cermat dalam menyeleksi dan mengundang narasumber.
"Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam mengundang Dr. Peter Berkowitz tanpa memperhatikan latar belakang zionisnya. Hal ini terjadi semata-mata karena kekurangcermatan saya dalam melakukan seleksi dan mengundang narasumber," kata Gus Yahya, Kamis (28/8/2025).
Baca juga: Disorot karena Undang Akademisi Pro Israel, UI Akui Salah dan Minta Maaf
Gus Yahya menegaskan sikap dirinya dan PBNU tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Gus Yahya menyatakan, sikap PBNU terus mendukung Palestina untuk memiliki negara merdeka dan berdaulat.
"Sikap saya dan PBNU dalam masalah Palestina tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang. PBNU mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat," terang Gus Yahya.
Baca juga: 7 Brigjen Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Agustus 2025, Berikut Ini Daftarnya
Gus Yahya pun mengutuk segala bentuk tindakan genosida Israel terhadap warga Gaza, Palestina. Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak untuk menghentikan tindakan Israel yang melakukan genosida terhadap warga Gaza.
"Saya dan PBNU mengutuk tindakan-tindakan genocidal yang brutal yang dilakukan oleh pemerintah Israel di Gaza. PBNU mengajak semua pihak dan aktor internasional untuk bekerja keras menghentikan genosida di Gaza dan mengusahakan terciptanya perdamaian," tuturnya.
Sekadar informasi, Peter Berkowitz diketahui telah menjadi marasumber dalam sebuah seminar yang dihadiri puluhan anggota NU Sabtu (15-16/8/2025). Peter Berkowits menjadi pemateri bersama Prof Hukum Emrita Harvard, Mary Ann Glendon.
Setelahnya, pihak Rektorat Universitas Indonesia (UI) mengundang Peter sebagai narasumber dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Program Pascasarjana UI pada Sabtu, 23 Agustus 2025 lalu.
Gus Yahya mengaku khilaf telah mengundang akademisi pro Israel itu. Gus Yahya mengakui lesalahannya lantaran kurang cermat dalam menyeleksi dan mengundang narasumber.
"Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam mengundang Dr. Peter Berkowitz tanpa memperhatikan latar belakang zionisnya. Hal ini terjadi semata-mata karena kekurangcermatan saya dalam melakukan seleksi dan mengundang narasumber," kata Gus Yahya, Kamis (28/8/2025).
Baca juga: Disorot karena Undang Akademisi Pro Israel, UI Akui Salah dan Minta Maaf
Gus Yahya menegaskan sikap dirinya dan PBNU tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Gus Yahya menyatakan, sikap PBNU terus mendukung Palestina untuk memiliki negara merdeka dan berdaulat.
"Sikap saya dan PBNU dalam masalah Palestina tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang. PBNU mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat," terang Gus Yahya.
Baca juga: 7 Brigjen Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Agustus 2025, Berikut Ini Daftarnya
Gus Yahya pun mengutuk segala bentuk tindakan genosida Israel terhadap warga Gaza, Palestina. Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak untuk menghentikan tindakan Israel yang melakukan genosida terhadap warga Gaza.
"Saya dan PBNU mengutuk tindakan-tindakan genocidal yang brutal yang dilakukan oleh pemerintah Israel di Gaza. PBNU mengajak semua pihak dan aktor internasional untuk bekerja keras menghentikan genosida di Gaza dan mengusahakan terciptanya perdamaian," tuturnya.
Sekadar informasi, Peter Berkowitz diketahui telah menjadi marasumber dalam sebuah seminar yang dihadiri puluhan anggota NU Sabtu (15-16/8/2025). Peter Berkowits menjadi pemateri bersama Prof Hukum Emrita Harvard, Mary Ann Glendon.
Setelahnya, pihak Rektorat Universitas Indonesia (UI) mengundang Peter sebagai narasumber dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Program Pascasarjana UI pada Sabtu, 23 Agustus 2025 lalu.
(cip)
Lihat Juga :