Bahlil Terima Bintang Mahaputera Adipurna, Idrus: Golkar Semakin Mantap Melangkah
Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:00 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham menyambut positif penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham menyambut positif atas penghargaan tersebut.
Menurut Idrus, penghargaan itu bentuk pengakuan negara atas karya dan kontribusi nyata yang ditorehkan selama menjalankan amanah sebagai menteri sekaligus memimpin Partai Golkar. “Pemberian Tanda Jasa dan Kehormatan oleh Presiden Prabowo kepada Bung Bahlil adalah pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah beliau berikan,” ujar Idrus dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Prabowo Terima Penghargaan DK I dari Kesultanan Johor Malaysia
Penghargaan kepada Bahlil bukan sekadar simbol melainkan validasi terhadap kerja keras dan integritas yang ditunjukkan di tengah dinamika politik dan pemerintahan. Penghargaan hakikinya adalah pertemuan antara ekspresi keyakinan dan sikap kritis, lahir dari pengakuan objektif atas kuatnya kesamaan motivasi, ide, gagasan, pikiran dan pemikiran, antara yang memberi penghargaan, yang menerimanya dan yang merasakan manfaatnya.
Idrus menuturkan penghargaan merupakan bukti atas seseorang yang dengan segala bentuk kesadarannya lebih memberi perhatian pada prestasi publik, prestasi bangsa dan negara, jauh melampaui apa yang ia pikirkan tentang prestasi dirinya.
Menurut dia, Bahlil berhasil membuktikan diri sebagai sosok muda yang mampu memimpin salah satu partai politik terbesar di Tanah Air sekaligus mengemban amanah sebagai menteri di Kabinet Merah Putih.
“Ini menjadi tonggak penting bagi publik untuk semakin percaya bahwa Bung Bahlil mampu memimpin dan terus memberi kontribusi positif. Gelar ini sejatinya bisa menghilangkan segala keraguan terhadap sosok ketum kami,” katanya.
Dia pun menyoroti bahwa kritik yang selama ini diarahkan kepada Bahlil justru menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras. “Kritikan itu dijadikan energi untuk melahirkan karya nyata bagi bangsa. Hasilnya kini terbukti dengan penghargaan yang beliau terima,” kata mantan Menteri Sosial ini.
Dia juga mengingatkan pentingnya mendukung figur-figur muda yang memiliki kapasitas besar, termasuk Bahlil yang masih berusia di bawah 50 tahun. Dukungan yang diberikan seharusnya berupa kritik yang membangun, bukan serangan yang dilandasi kebencian.
“Seorang pemimpin muda seperti Bung Bahlil butuh masukan yang objektif agar terus berkembang, bukan tudingan yang melemahkan. Kita harus memberi ruang bagi generasi muda untuk membuktikan kemampuannya,” ucapnya.
Idrus juga menegaskan Golkar berkomitmen penuh mendukung agenda Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Golkar siap menjadi garda terdepan dalam mengawal visi pembangunan dan memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat di akar rumput.
“Golkar selalu konsisten berada di jalur pembangunan nasional. Di bawah kepemimpinan Bung Bahlil, kami ingin memastikan bahwa visi Presiden dan Wakil Presiden benar-benar terwujud, terutama dalam bidang ekonomi kerakyatan, energi, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Golkar tetap menjadikan Pancasila sebagai fondasi ideologis yang memayungi seluruh kebijakan partai dan arah pembangunan bangsa. Hal itu menjadi bukti bahwa Golkar ingin terus hadir sebagai partai modern yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
“Pancasila tetap menjadi dasar utama kami dalam mengawal pembangunan nasional. Semua langkah yang diambil Golkar akan selalu berpijak pada nilai persatuan, keadilan, dan gotong royong,” katanya
Idrus menilai Golkar semakin mantap melangkah ke depan dengan adanya penganugerahan gelar kehormatan bagi Bahlil. Dia yakin penghargaan itu tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi. "Melainkan juga menjadi kebanggaan seluruh kader Golkar yang terus berkomitmen untuk berkarya bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Menurut Idrus, penghargaan itu bentuk pengakuan negara atas karya dan kontribusi nyata yang ditorehkan selama menjalankan amanah sebagai menteri sekaligus memimpin Partai Golkar. “Pemberian Tanda Jasa dan Kehormatan oleh Presiden Prabowo kepada Bung Bahlil adalah pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah beliau berikan,” ujar Idrus dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Prabowo Terima Penghargaan DK I dari Kesultanan Johor Malaysia
Penghargaan kepada Bahlil bukan sekadar simbol melainkan validasi terhadap kerja keras dan integritas yang ditunjukkan di tengah dinamika politik dan pemerintahan. Penghargaan hakikinya adalah pertemuan antara ekspresi keyakinan dan sikap kritis, lahir dari pengakuan objektif atas kuatnya kesamaan motivasi, ide, gagasan, pikiran dan pemikiran, antara yang memberi penghargaan, yang menerimanya dan yang merasakan manfaatnya.
Idrus menuturkan penghargaan merupakan bukti atas seseorang yang dengan segala bentuk kesadarannya lebih memberi perhatian pada prestasi publik, prestasi bangsa dan negara, jauh melampaui apa yang ia pikirkan tentang prestasi dirinya.
Menurut dia, Bahlil berhasil membuktikan diri sebagai sosok muda yang mampu memimpin salah satu partai politik terbesar di Tanah Air sekaligus mengemban amanah sebagai menteri di Kabinet Merah Putih.
“Ini menjadi tonggak penting bagi publik untuk semakin percaya bahwa Bung Bahlil mampu memimpin dan terus memberi kontribusi positif. Gelar ini sejatinya bisa menghilangkan segala keraguan terhadap sosok ketum kami,” katanya.
Dia pun menyoroti bahwa kritik yang selama ini diarahkan kepada Bahlil justru menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras. “Kritikan itu dijadikan energi untuk melahirkan karya nyata bagi bangsa. Hasilnya kini terbukti dengan penghargaan yang beliau terima,” kata mantan Menteri Sosial ini.
Dia juga mengingatkan pentingnya mendukung figur-figur muda yang memiliki kapasitas besar, termasuk Bahlil yang masih berusia di bawah 50 tahun. Dukungan yang diberikan seharusnya berupa kritik yang membangun, bukan serangan yang dilandasi kebencian.
“Seorang pemimpin muda seperti Bung Bahlil butuh masukan yang objektif agar terus berkembang, bukan tudingan yang melemahkan. Kita harus memberi ruang bagi generasi muda untuk membuktikan kemampuannya,” ucapnya.
Idrus juga menegaskan Golkar berkomitmen penuh mendukung agenda Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Golkar siap menjadi garda terdepan dalam mengawal visi pembangunan dan memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat di akar rumput.
“Golkar selalu konsisten berada di jalur pembangunan nasional. Di bawah kepemimpinan Bung Bahlil, kami ingin memastikan bahwa visi Presiden dan Wakil Presiden benar-benar terwujud, terutama dalam bidang ekonomi kerakyatan, energi, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Golkar tetap menjadikan Pancasila sebagai fondasi ideologis yang memayungi seluruh kebijakan partai dan arah pembangunan bangsa. Hal itu menjadi bukti bahwa Golkar ingin terus hadir sebagai partai modern yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
“Pancasila tetap menjadi dasar utama kami dalam mengawal pembangunan nasional. Semua langkah yang diambil Golkar akan selalu berpijak pada nilai persatuan, keadilan, dan gotong royong,” katanya
Idrus menilai Golkar semakin mantap melangkah ke depan dengan adanya penganugerahan gelar kehormatan bagi Bahlil. Dia yakin penghargaan itu tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi. "Melainkan juga menjadi kebanggaan seluruh kader Golkar yang terus berkomitmen untuk berkarya bagi bangsa dan negara," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :