3 Pati TNI Asli Bali, Nomor 1 Pernah Menjabat Danjen Kopassus
Senin, 18 Agustus 2025 - 15:25 WIB
loading...
Letjen TNI I Nyoman Cantiasa saat dilantik menjadi Koorsahli KSAD, 20 Juni 2023. Foto/Dispenad
A
A
A
JAKARTA - Tiga Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia (TNI) asli Bali akan diulas di artikel ini. Di antara mereka, ada yang pernah menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus ( Kopassus ).
Perwira Tinggi, biasa disingkat Pati, merupakan rangkaian pangkat perwira tertinggi dalam organisasi militer maupun kepolisian. Di Indonesia, tanda pangkat terendah perwira tinggi adalah dengan satu bintang dan pangkat tertingginya adalah empat bintang.
Bali , sebagai salah satu provinsi di Indonesia, juga menghasilkan tokoh militer yang berhasil menjadi Pati TNI . Siapa saja mereka?
I Nyoman Cantiasa memiliki karier militer cemerlang. Dia mengawali karier militer sebagai Danton Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad. Dia kemudian dipercaya menjadi Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad.
Baca Juga: Jabat Pangkogabwilhan III, Ini Sosok Letjen TNI I Nyoman Cantiasa
Berbagai jabatan pernah diembannya setelah menjadi Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad, antara lain Wadansubtim Den 81 Gultor/Kopassus yang merupakan pasukan paling elite di Korps Baret Merah. Dan Unit Den 81 Gultor/Kopassus, Dansubtim 2 Den 81 Gultor/Kopassus, serta Dantim Den 81 Gultor/Kopassus.
Jabatan Danrem 173/Praja Vira Braja yang diembannya membuat dirinya masuk dalam jajaran perwira tinggi karena menyandang pangkat bintang satu alias Brigjen TNI. Dia lalu dimutasi menjadi Kasdam XVII/Cenderawasih.
Pada 2019, I Nyoman Cantiasa dipercaya menjadi Danjen Kopassus. Setelah itu, dia menjabat Pangdam XVIII/Kasuari.
Jabatan Pangkogabwilhan III yang diembannya membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi tiga atau Letjen TNI. Setelah itu dia diangkat menjadi Koorsahli KSAD, Wakil Kepala BIN, dan menjadi Staf Khusus KSAD.
Ida Bagus Putu Dunia merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara tahun 1981 dan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.
Dia mengawali karier di Wing 300 Kohanudnas, Lanud Iswahjudi, Madiun. Dia terpilih menjadi penerbang tempur A-4 Skyhawk di Skadron 12 Wing 300 Lanud Pekanbaru, yang kemudian beralih tugas ke Skadron Udara 11 di Lanud Hasanuddin, Makassar, sebagai penerbang untuk jenis pesawat sama. Kemudian, dia melanjutkan ke Sekolah Instruktur Penerbang, Sekkau angkatan 49, Seskoau, dan Sesko TNI.
Baca Juga: Berita Duka, Mayjen TNI (Purn) IGK Manila Meninggal Dunia
Dia juga sempat menjabat Komandan Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin. Lalu, menjadi Komandan Lanud Hasanuddin. Ia kemudian dipromosikan menjadi Panglima Komando Operasi Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) IV Biak, Papua.
Setelah menjabat KSAU, pangkatnya naik menjadi Marsekal berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor: Sprin/351/II/2013 tanggal 18 Februari 2013.
AA Gde Suardhana berpengalaman dalam bidang Artileri Medan. Jabatan yang pernah diembannya antara lain Pama Pussenarmed (1979–1979), Pamu Rai-C Yonarmed 11/Guntur Geni Yudha (1979–1979), Danrai C Yonarmed 11/Guntur Geni Yudha (1984–1986), Danrai A Yonarmed 11/Guntur Geni Yudha (1986–1986), dan Danrai A Yonarmed 12/Aggicipi Yudha (1986–1988).
Dia juga pernah menjabat Danyon Armed 8/Uddhata Yudha (1994–1995), Dandim 1632/Alieu Timor-Timur/Dansub Sektor Operasi (1995–1996), Waaslog Kasdam IX/Udayana (1996–1996), Pabandya 2/VI Sterad (1997–2000), dan Direktur Bindiklat Pussenart (2000–2002).
Setelah itu, Danpusdik Armed (2002), Danrem 132/Tadulako (2006–2008), Dansatgas Operasi Teritorial Poso Korem 132/Tadulako (2007–2010), Danpussenarmed (2010–2011), serta Dirdik Akademi TNI (2011–2013).
Perwira Tinggi, biasa disingkat Pati, merupakan rangkaian pangkat perwira tertinggi dalam organisasi militer maupun kepolisian. Di Indonesia, tanda pangkat terendah perwira tinggi adalah dengan satu bintang dan pangkat tertingginya adalah empat bintang.
Bali , sebagai salah satu provinsi di Indonesia, juga menghasilkan tokoh militer yang berhasil menjadi Pati TNI . Siapa saja mereka?
3 Pati TNI Asli Bali
1. Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa
I Nyoman Cantiasa lahir di Buleleng, Bali, 26 Juni 1967. Lulusan Akademi Militer (1990) ini pernah menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 9 November 2023–18 Oktober 2024.I Nyoman Cantiasa memiliki karier militer cemerlang. Dia mengawali karier militer sebagai Danton Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad. Dia kemudian dipercaya menjadi Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad.
Baca Juga: Jabat Pangkogabwilhan III, Ini Sosok Letjen TNI I Nyoman Cantiasa
Berbagai jabatan pernah diembannya setelah menjadi Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad, antara lain Wadansubtim Den 81 Gultor/Kopassus yang merupakan pasukan paling elite di Korps Baret Merah. Dan Unit Den 81 Gultor/Kopassus, Dansubtim 2 Den 81 Gultor/Kopassus, serta Dantim Den 81 Gultor/Kopassus.
Jabatan Danrem 173/Praja Vira Braja yang diembannya membuat dirinya masuk dalam jajaran perwira tinggi karena menyandang pangkat bintang satu alias Brigjen TNI. Dia lalu dimutasi menjadi Kasdam XVII/Cenderawasih.
Pada 2019, I Nyoman Cantiasa dipercaya menjadi Danjen Kopassus. Setelah itu, dia menjabat Pangdam XVIII/Kasuari.
Jabatan Pangkogabwilhan III yang diembannya membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi tiga atau Letjen TNI. Setelah itu dia diangkat menjadi Koorsahli KSAD, Wakil Kepala BIN, dan menjadi Staf Khusus KSAD.
2. Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia
Ida Bagus Putu Dunia lahir di Tabanan, Bali, 20 Februari 1957. Dia merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) pada 17 Desember 2012–2 Januari 2015.Ida Bagus Putu Dunia merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara tahun 1981 dan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.
Dia mengawali karier di Wing 300 Kohanudnas, Lanud Iswahjudi, Madiun. Dia terpilih menjadi penerbang tempur A-4 Skyhawk di Skadron 12 Wing 300 Lanud Pekanbaru, yang kemudian beralih tugas ke Skadron Udara 11 di Lanud Hasanuddin, Makassar, sebagai penerbang untuk jenis pesawat sama. Kemudian, dia melanjutkan ke Sekolah Instruktur Penerbang, Sekkau angkatan 49, Seskoau, dan Sesko TNI.
Baca Juga: Berita Duka, Mayjen TNI (Purn) IGK Manila Meninggal Dunia
Dia juga sempat menjabat Komandan Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin. Lalu, menjadi Komandan Lanud Hasanuddin. Ia kemudian dipromosikan menjadi Panglima Komando Operasi Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) IV Biak, Papua.
Setelah menjabat KSAU, pangkatnya naik menjadi Marsekal berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor: Sprin/351/II/2013 tanggal 18 Februari 2013.
3. Brigjen TNI (Purn) Anak Agung Gde Suardhana
Anak Agung Gde Suardhana lahir di Klungkung, Bali, 25 Maret 1955. Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1978.AA Gde Suardhana berpengalaman dalam bidang Artileri Medan. Jabatan yang pernah diembannya antara lain Pama Pussenarmed (1979–1979), Pamu Rai-C Yonarmed 11/Guntur Geni Yudha (1979–1979), Danrai C Yonarmed 11/Guntur Geni Yudha (1984–1986), Danrai A Yonarmed 11/Guntur Geni Yudha (1986–1986), dan Danrai A Yonarmed 12/Aggicipi Yudha (1986–1988).
Dia juga pernah menjabat Danyon Armed 8/Uddhata Yudha (1994–1995), Dandim 1632/Alieu Timor-Timur/Dansub Sektor Operasi (1995–1996), Waaslog Kasdam IX/Udayana (1996–1996), Pabandya 2/VI Sterad (1997–2000), dan Direktur Bindiklat Pussenart (2000–2002).
Setelah itu, Danpusdik Armed (2002), Danrem 132/Tadulako (2006–2008), Dansatgas Operasi Teritorial Poso Korem 132/Tadulako (2007–2010), Danpussenarmed (2010–2011), serta Dirdik Akademi TNI (2011–2013).
(zik)
Lihat Juga :