Menangkap Riza Chalid Bisa Tingkatkan Kepercayaan Publik ke Prabowo
Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:02 WIB
loading...
Tersangka korupsi impor minyak mentah Riza Chalid. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai menangkap dan mengadili tersangka korupsi impor minyak mentah Riza Chalid bakal meningkatkan kepercayaan publik terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penegakan hukum. Pemberian amnesti untuk Hasto Kristianto cukup menggerus kepercayaan terhadap Prabowo.
Hal tersebut dikatakan Dedi menanggapi langkap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang bakal memasukkan Riza Chalid dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga kini, Riza Chalid belum memenuhi panggilan Kejagung untuk dilakukan pemeriksaan terkait kasus impor minyak mentah.
Menurut Dedi, persoalan Riza Chalid sebenarnya adalah isu elite yang diketahui kelompok masyarakat tertentu saja. Tetapi popularitas Riza Chalid sebagai sosok yang selalu ‘aman’ sejak dulu, termasuk di masa Jokowi. “Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa yang bersangkutan dilindungi kekuasaan,” ujar Dedi, Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak, Kejagung Periksa 3 Saksi
Dedi menilai langkah Kejagung menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka perkara impor minyak mentah bisa menaikkan kepercayaan publik terhadap Prabowo. Hal ini karena Riza Chalid yang kesannya selalu aman, sekarang tidak bisa bebas lagi seperti dulu. “Ini bisa memperkuat reputasi Presiden Prabowo dalam hal pemberantasan korupsi,” tuturnya.
Menurut Dedi, pemberian amnesti terhadap Hasto membuat publik mempertanyakan komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Artinya, kalau Riza Chalid ditangkap dan diproses hukum maka akan meningkatkan kepercayaan terhadap Prabowo lagi.
Baca juga: Kejagung: Riza Chalid Segera Ditetapkan Jadi DPO sebagai Syarat Ajukan Red Notice
“Masyarakat yang memperhatikan penegakan hukum di Indonesia, para aktivis antikorupsi memperhatikan kasus Riza Chalid ini,” tutur Dedi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa penanganan Riza Chalid menjadi parameter keseriusan penegakkan hukum. Termasuk jika mengejar orang-orang yang terkait dengan kasus Riza Chalid.
“Karena tidak tertutup kemungkinan kasus ini (Riza Chalid) juga melibatkan orang-orang yang berkuasa di masa sebelumnya,” imbuhnya.
Penetapan tersangka Riza Chalid dirasa belum cukup memuaskan publik. Hal ini karena publik tidak akan melihat komitmen Prabowo dalam penegakan hukum secara pasti, jika tidak ada pembuktian terhadap Riza Chalid.
“Karena banyak tokoh-tokoh yang ditetapkan sebagai tersangka juga tidak dieksekusi. Apalagi Riza Chalid ini secara logistik kuat, jejaring kekuasaan kuat. Jangan sampai penetapan tersangka ini tidak ada artinya buat Riza Chalid. Ia tetap bebas melenggang di Malaysia atau di mana pun,” pungkasnya.
Hal tersebut dikatakan Dedi menanggapi langkap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang bakal memasukkan Riza Chalid dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga kini, Riza Chalid belum memenuhi panggilan Kejagung untuk dilakukan pemeriksaan terkait kasus impor minyak mentah.
Menurut Dedi, persoalan Riza Chalid sebenarnya adalah isu elite yang diketahui kelompok masyarakat tertentu saja. Tetapi popularitas Riza Chalid sebagai sosok yang selalu ‘aman’ sejak dulu, termasuk di masa Jokowi. “Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa yang bersangkutan dilindungi kekuasaan,” ujar Dedi, Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak, Kejagung Periksa 3 Saksi
Dedi menilai langkah Kejagung menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka perkara impor minyak mentah bisa menaikkan kepercayaan publik terhadap Prabowo. Hal ini karena Riza Chalid yang kesannya selalu aman, sekarang tidak bisa bebas lagi seperti dulu. “Ini bisa memperkuat reputasi Presiden Prabowo dalam hal pemberantasan korupsi,” tuturnya.
Menurut Dedi, pemberian amnesti terhadap Hasto membuat publik mempertanyakan komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Artinya, kalau Riza Chalid ditangkap dan diproses hukum maka akan meningkatkan kepercayaan terhadap Prabowo lagi.
Baca juga: Kejagung: Riza Chalid Segera Ditetapkan Jadi DPO sebagai Syarat Ajukan Red Notice
“Masyarakat yang memperhatikan penegakan hukum di Indonesia, para aktivis antikorupsi memperhatikan kasus Riza Chalid ini,” tutur Dedi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa penanganan Riza Chalid menjadi parameter keseriusan penegakkan hukum. Termasuk jika mengejar orang-orang yang terkait dengan kasus Riza Chalid.
“Karena tidak tertutup kemungkinan kasus ini (Riza Chalid) juga melibatkan orang-orang yang berkuasa di masa sebelumnya,” imbuhnya.
Penetapan tersangka Riza Chalid dirasa belum cukup memuaskan publik. Hal ini karena publik tidak akan melihat komitmen Prabowo dalam penegakan hukum secara pasti, jika tidak ada pembuktian terhadap Riza Chalid.
“Karena banyak tokoh-tokoh yang ditetapkan sebagai tersangka juga tidak dieksekusi. Apalagi Riza Chalid ini secara logistik kuat, jejaring kekuasaan kuat. Jangan sampai penetapan tersangka ini tidak ada artinya buat Riza Chalid. Ia tetap bebas melenggang di Malaysia atau di mana pun,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :