Megawati Tidak Butuh Kader yang Hanya Pandai Beretorika
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 23:38 WIB
loading...
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan beberapa pesan penting kepada para kader PDIP saat menutup Kongres ke-6 PDIP di Bali. Putri Bung Karno itu antara lain menegaskan tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan beberapa pesan penting kepada para kader PDIP saat menutup Kongres ke-6 PDIP di Bali. Putri Bung Karno itu antara lain menegaskan tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika.
Megawati menekankan, loyalitas sejati seorang kader tidak diukur dari kepiawaian berbicara, melainkan dari kesediaan untuk turun langsung menyatu dengan rakyat.
"Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput," tegas dalam pidato penutupan di acara Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025).
Menurut Megawati, arah konsolidasi partai ke depan tidak boleh terjebak dalam pencitraan atau politik populis, melainkan harus berakar pada kerja kerakyatan dan pembumian ideologi. "Menyatu dengan rakyat dan menegakkan garis-garis ideologi banteng," tegasnya.
Baca Juga: Megawati Rangkap Jabatan Ketum dan Sekjen PDIP, Komarudin Watubun: Ibu Punya Pertimbangan Lebih Matang
Presiden ke-5 RI itu juga mengingatkan agar partai tidak dijadikan alat untuk meraih kekuasaan atau kekayaan pribadi. "Selalu jalankan instruksi saya dengan penuh kesetiaan. Kalau tidak siap, lebih baik mundur secara kesatria. Jangan jadikan partai ini arena untuk terus-menerus mencari kekuasaan dan kekayaan pribadi," tandasnya.
Kongres ke-6 PDIP yang berlangsung di Bali sejak Jumat (1/8/2025) hingga hari ini kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP. Megawati akan memimpin partai banteng moncong putih itu hingga 2030.
Megawati juga telah melantik pengurus DPP PDIP 2025-2030. Selain menjabat ketua umum, Megawati juga merangkap sebagai sekretaris jenderal (sekjen). Jabatan sekjen DPP PDIP pada periode sebelumnya dijabat oleh Hasto Kristiyanto.
Megawati menekankan, loyalitas sejati seorang kader tidak diukur dari kepiawaian berbicara, melainkan dari kesediaan untuk turun langsung menyatu dengan rakyat.
"Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput," tegas dalam pidato penutupan di acara Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025).
Menurut Megawati, arah konsolidasi partai ke depan tidak boleh terjebak dalam pencitraan atau politik populis, melainkan harus berakar pada kerja kerakyatan dan pembumian ideologi. "Menyatu dengan rakyat dan menegakkan garis-garis ideologi banteng," tegasnya.
Baca Juga: Megawati Rangkap Jabatan Ketum dan Sekjen PDIP, Komarudin Watubun: Ibu Punya Pertimbangan Lebih Matang
Presiden ke-5 RI itu juga mengingatkan agar partai tidak dijadikan alat untuk meraih kekuasaan atau kekayaan pribadi. "Selalu jalankan instruksi saya dengan penuh kesetiaan. Kalau tidak siap, lebih baik mundur secara kesatria. Jangan jadikan partai ini arena untuk terus-menerus mencari kekuasaan dan kekayaan pribadi," tandasnya.
Kongres ke-6 PDIP yang berlangsung di Bali sejak Jumat (1/8/2025) hingga hari ini kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP. Megawati akan memimpin partai banteng moncong putih itu hingga 2030.
Megawati juga telah melantik pengurus DPP PDIP 2025-2030. Selain menjabat ketua umum, Megawati juga merangkap sebagai sekretaris jenderal (sekjen). Jabatan sekjen DPP PDIP pada periode sebelumnya dijabat oleh Hasto Kristiyanto.
(zik)
Lihat Juga :