Diminta Prabowo Urus Pengoplos Beras Premium, Kejagung Ngaku Siap!
Selasa, 22 Juli 2025 - 11:22 WIB
loading...
Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyatakan Kejagung siap menindaklanjuti arah Presiden Prabowo Subianto untuk menindak pengusaha bandel terkait beras oplosan. Foto/Ari Sandita
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku siap menindaklanjuti arah Presiden Prabowo Subianto untuk menindak pengusaha beras bandel. Hal ini berkaitan dengan maraknya beras oplosan.
"Kejaksaan sebagai penegak hukum siap menindaklanjuti arahan Presiden RI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dikutip Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Prabowo Perintahkan Kejagung dan Polri Usut Pengusaha Beras Bandel: Tindak Tanpa Pandang Bulu!
Kejagung juga akan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Polri dan Kementerian Pertanian untuk melaksanan penegakan hukum.
"Kita akan berkomunikasi, berkoordinasi, dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, Kementerian Pertanian, dan pihak lain yang terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden, Prabowo Subianto buka suara mengenai pengusaha beras bandel penipu rakyat. Pengusaha beras ini menurutnya menjual beras biasa dengan harga premium.
"Ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium harganya dinaikin seenaknya, ini pelanggaran," kata Prabowo, Minggu (20/7/2025).
Baca juga: Sentil Pengusaha Pengoplos Beras, Prabowo: Ini Termasuk Subversi Ekonomi, Menikam Rakyat!
Prabowo pun mengaku telah memerintahkan Jaksa Agung hingga Polri untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Ia meminta pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat disikat tanpa pandang bulu.
"Ini saya telah minta Jaksa Agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu," tegas dia.
Sebab menurutnya kejahatan pengusaha beras itu membawa kerugian langsung terhadap keuangan negara Rp100 triliun setiap tahunnya. Ia pun menyebut hal tersebut sebagai kejahatan ekonomi luar biasa.
"Kalau menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat. Anda bisa bayangkan Rp100 triliun kita bisa bikin apa mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam 5 tahun dengan Rp1.000 triliun itu," tegasnya.
"Kejaksaan sebagai penegak hukum siap menindaklanjuti arahan Presiden RI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dikutip Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Prabowo Perintahkan Kejagung dan Polri Usut Pengusaha Beras Bandel: Tindak Tanpa Pandang Bulu!
Kejagung juga akan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Polri dan Kementerian Pertanian untuk melaksanan penegakan hukum.
"Kita akan berkomunikasi, berkoordinasi, dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, Kementerian Pertanian, dan pihak lain yang terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden, Prabowo Subianto buka suara mengenai pengusaha beras bandel penipu rakyat. Pengusaha beras ini menurutnya menjual beras biasa dengan harga premium.
"Ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium harganya dinaikin seenaknya, ini pelanggaran," kata Prabowo, Minggu (20/7/2025).
Baca juga: Sentil Pengusaha Pengoplos Beras, Prabowo: Ini Termasuk Subversi Ekonomi, Menikam Rakyat!
Prabowo pun mengaku telah memerintahkan Jaksa Agung hingga Polri untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Ia meminta pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat disikat tanpa pandang bulu.
"Ini saya telah minta Jaksa Agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu," tegas dia.
Sebab menurutnya kejahatan pengusaha beras itu membawa kerugian langsung terhadap keuangan negara Rp100 triliun setiap tahunnya. Ia pun menyebut hal tersebut sebagai kejahatan ekonomi luar biasa.
"Kalau menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat. Anda bisa bayangkan Rp100 triliun kita bisa bikin apa mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam 5 tahun dengan Rp1.000 triliun itu," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :