Prabowo Sebut PDIP-Gerindra Seperti Kakak Adik, Pengamat: Itu Artinya Mereka Kompak
Selasa, 22 Juli 2025 - 09:10 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Senin (7/4/2025) malam. Foto/Instagram Sufmi Dasco
A
A
A
JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti makna di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa hubungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dengan Partai Gerindra seperti kakak adik. Dia menangkap sinyal kekompakan dari narasi "kakak adik" yang dilontarkan Prabowo, meski kedua partai kini terpisah koalisi.
Pria yang akrab disapa Hensat ini menilai pernyataan itu bukan sekadar hal biasa, tetapi upaya Prabowo menegaskan bahwa perbedaan koalisi tidak menghalangi visi bersama untuk pembangunan nasional.
"Itu artinya mereka kompak, bisa jadi beda rumah, tapi saling membantu bila dibutuhkan Indonesia," kata Hensat dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI dan Puan Maharani sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI menjadikan kemandirian kedua partai yang tidak tergantung oleh dominasi eksternal yang mengikat Gerindra dan PDIP. "Kedua-duanya karena sudah punya rumah sendiri, mereka independen dan tidak tergantung ayahanda," katanya.
Baca Juga: Bertemu di Teuku Umar, Prabowo-Megawati Foto Duduk Sebangku
Hensat optimistis, kolaborasi kedua partai hanya soal waktu. Dua pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi bukti komunikasi tingkat tinggi tetap terjaga.
"Karena sudah kompak, artinya kerja sama antara PDI Perjuangan dan Gerindra itu tinggal masalah waktu saja," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung hubungan PDIP dan Partai Gerindra saat Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Prabowo menyebut hubungan PDIP dan Gerindra seperti kakak dan adik.
Prabowo mulanya mengutip semboyan Presiden Soekarno tentang niat menyejahterakan bangsa. "Saya percaya bahwa niat kita semua adalah ingin Indonesia lebih baik, ingin Indonesia sejahtera, ingin Indonesia sungguh-sungguh merdeka, ingin Indonesia bangkit berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu semboyan Proklamator kita, pendiri bangsa kita, Bung Karno, yang saya katakan Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia," jelas Prabowo, Senin (21/7/2025).
"Nuwun sewu, Mbak Puan, Bung Karno bapak saya juga," kata Prabowo.
Prabowo juga berkelakar tentang jiwa marhaen di dirinya. Hal itu pun membuat para politikus PDIP lainnya seperti Bambang Pacul dan Utut Adianto, tertawa. "Mungkin kalau dipotong ini (sambil menunjuk dada), yang keluar marhaen juga ini," ujar Prabowo.
Prabowo lantas menyebut hubungan PDIP dan Gerindra seperti kakak adik. PDIP dan Gerindra berbeda kubu dalam Pilpres 2024. Menurutnya, perlu ada yang di luar koalisi untuk melakukan koreksi.
"Sebenernya PDIP sama Gerindra kakak adik ini," kata Prabowo. Puan yang hadir sebagai ketua DPR RI pun tersenyum lebar mendengan ucapan Prabowo tersebut.
Tapi, kata Prabowo, kita ini karena demokrasi kita diajarkan oleh negara barat, jadi nggak boleh koalisi satu itu. "Memang bener, harus ada yang di luar, ngoreksi kita gitu. Ngoreksi. Tapi, ya sedulur," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Hensat ini menilai pernyataan itu bukan sekadar hal biasa, tetapi upaya Prabowo menegaskan bahwa perbedaan koalisi tidak menghalangi visi bersama untuk pembangunan nasional.
"Itu artinya mereka kompak, bisa jadi beda rumah, tapi saling membantu bila dibutuhkan Indonesia," kata Hensat dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI dan Puan Maharani sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI menjadikan kemandirian kedua partai yang tidak tergantung oleh dominasi eksternal yang mengikat Gerindra dan PDIP. "Kedua-duanya karena sudah punya rumah sendiri, mereka independen dan tidak tergantung ayahanda," katanya.
Baca Juga: Bertemu di Teuku Umar, Prabowo-Megawati Foto Duduk Sebangku
Hensat optimistis, kolaborasi kedua partai hanya soal waktu. Dua pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi bukti komunikasi tingkat tinggi tetap terjaga.
"Karena sudah kompak, artinya kerja sama antara PDI Perjuangan dan Gerindra itu tinggal masalah waktu saja," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung hubungan PDIP dan Partai Gerindra saat Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Prabowo menyebut hubungan PDIP dan Gerindra seperti kakak dan adik.
Prabowo mulanya mengutip semboyan Presiden Soekarno tentang niat menyejahterakan bangsa. "Saya percaya bahwa niat kita semua adalah ingin Indonesia lebih baik, ingin Indonesia sejahtera, ingin Indonesia sungguh-sungguh merdeka, ingin Indonesia bangkit berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu semboyan Proklamator kita, pendiri bangsa kita, Bung Karno, yang saya katakan Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia," jelas Prabowo, Senin (21/7/2025).
"Nuwun sewu, Mbak Puan, Bung Karno bapak saya juga," kata Prabowo.
Prabowo juga berkelakar tentang jiwa marhaen di dirinya. Hal itu pun membuat para politikus PDIP lainnya seperti Bambang Pacul dan Utut Adianto, tertawa. "Mungkin kalau dipotong ini (sambil menunjuk dada), yang keluar marhaen juga ini," ujar Prabowo.
Prabowo lantas menyebut hubungan PDIP dan Gerindra seperti kakak adik. PDIP dan Gerindra berbeda kubu dalam Pilpres 2024. Menurutnya, perlu ada yang di luar koalisi untuk melakukan koreksi.
"Sebenernya PDIP sama Gerindra kakak adik ini," kata Prabowo. Puan yang hadir sebagai ketua DPR RI pun tersenyum lebar mendengan ucapan Prabowo tersebut.
Tapi, kata Prabowo, kita ini karena demokrasi kita diajarkan oleh negara barat, jadi nggak boleh koalisi satu itu. "Memang bener, harus ada yang di luar, ngoreksi kita gitu. Ngoreksi. Tapi, ya sedulur," jelasnya.
(zik)
Lihat Juga :